Tittle : Manage Your Manager Part 6
Author : DinDong
Twitter : @indeenski
Blog : dindongdeng.blogspot.com
Cast :
-EXO
-Shin Miran (OC)
-Super Junior
Genre : Brothership, Drama, sedikit humor.
Hola para kaula muda/?, masih setia nunggu MYM?? Iya?? Enggak?? Kalo iya hari ini DinThor datang bersama member EXO *berdiri di tengah tengah member dengan tersenyum cantik* akan mempersembahkan MYM part 6 plok plok plok *aduh authornya makin lama makin geje -_-*
Heppy reading all ^^, sekedar mengingatkan kalo FF ini murni hasil pemikiran DinThor jd no kopi pastel yaaa dan di tunggu RCL dari kalian~...
Ohh ini link part sebelumya:
_________
Miran dan Kai tiba di hotel tempat EXO akan menginap selama melakukan promosi di Cina, tentu saja Manager Gil sudah ada bersama mereka lebih tepatnya pria itu sudah menunggu di lobi hotel sejak Miran mengabari bahwa ia sudah tiba di Cina.
“Bagaimana Manager Gil, apa semua berjalan lancar?” tanya Miran pada seniornya itu untuk memestikan tak terjadi hal-hal buruk saat ia tak berada di sisi EXO.
“Semua berjalan lancar dan aku sangat bersyukur berita tentang sasaeng fans itu tak menyebar ke media” ucap Manager Gil dengan perasaan lega.
“Iya kau benar, sebelumnya aku sempat merasa was-was jika hal ini sampai tercium oleh media dan untung saja hal itu tak terjadi” ucap gadis itu sambil terus berjalan menuju lift hotel.
“Kai, kau yakin dapat ikut serta nanti malam?” tanya Manager Gil pada pemuda yang sedari tadi terdiam dan hanya mengikuti mereka dari belakang.
“Aku bisa melakukannya” ucap Kai yakin. Mendengar itu Manager Gil tersenyum dan menepuk pundak namja itu sebagai tanda penyemangat.
“Tapi jika kau merasakan sakit yang teramat kau harus segera memberi tahu kami” ucap Miran sungguh-sungguh yang hanya di jawab anggukan dan sebuah senyum tipis oleh namja berambut coklat itu.
Mereka bertiga tiba di lantai 11, lantai dimana mereka akan menghabiskan waktu untuk melepas lelah setelah beraktifitas.
“Kai kau akan berbagi kamar dengan Sehun dan Suho” jelas Manager Gil saat menunjuk salah satu kamar berangka 1104.
“Baiklah, umm lebih baik aku kekamar dulu untuk beristirahat” Kai berjalan menuju kamar dengan menarik koper yang berdecit saat mengikuti langkahnya dan perlahan berjalan menjauh meninggalkan kedua manangernya.
Miran menatap kepergian Kai dengan pandangan cemas.
“Apa menurutmu dia benar-benar bisa melakukannya?” tanya Manager Gil pada gadis yang berdiri di sampingnya yang tentu saja sangat tahu bagaimana kesehatan Kai yang sebenarnya.
“Kuharap begitu dan sepertinya Kai akan merasa semakin tertekan jika kita terus-menerus mengkhawatirkannya seperti ini, untuk itu kuharap kau dan yang lainnya dapat bersikap biasa padanya, Oppa.” Kata Miran lembut, karna gadis itu paham jika Kai bukanlah orang yang ingin di pandang lemah, terlebih lagi namja itu memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya.
“Ya kau benar” Manager Gil mengangguk mengerti, lalu menatap arloji sliver yang melingkar di pergelangan tangannya.
“Ohh Miran aku harus pergi untuk melihat lokasi acara malam nanti dan itu adalah kamarmu, kau akan tidur di kamar 1106, di sana.” Manager Gil menunjukan dimana kamar Miran berada.
“Baiklah oppa, aku akan beristirahat sebentar” ujar Miran sebelum seniornya itu bergegas pergi.
**
“Kai kau sudah datang? Bagaimana keadaanmu?” tanya Suho begitu melihat sosok yang sejak tadi ia khawatirkan memasuki ruangan, ia segera menghampiri Kai dan membantunya berjalan menuju ranjang.
“Aku baik-baik saja Hyung, tenanglah.” Kai merebahkan tubuhnya di atas ranjang untuk mengurangi rasa sakit yang masih tertinggal di punggungya.
“Kau yakin?” tanya Suho yang terus menerus menatap namja berkulit coklat itu cemas.
“Iya Hyung aku yakin, aku sudah mendapatkan pengobatan dari dokter jadi tenanglah.” senyum tipis Kai mengembang untuk menenangkan kakaknya yang terlihat begitu khawatir.
“Baiklah sebaiknya kau beristirahat sejenak. Jika butuh apa-apa panggil saja aku atau Sehun, oke?” ucap Suho lalu bangkit dan meninggalkan Kai sendiri agar namja itu bisa beristirahat dengan leluasa.
Namun tak berselang lama setelah Suho pergi, seseorang mengendap-endap masuk kedalam kamar, Sehun yang semula berkunjung ke kamar Luhan langsung kembali ke kamarnya begitu mendengar Kai sudah sampai hotel.
“Jong In? apa kau tidur?” tanya Sehun saat menemukan sosok namja yang dicarinya sedang menutup mata di atas ranjang.
“Ummm” perlahan Kai membuka kedua kelopak matanya dan menatap Sehun yang tersenyum polos.
“Apa punggungmu sudah lebih baik?” tanya makanae EXO K itu.
“Iya, aku baik-baik saja” ujar Kai tak bersemangat lalu duduk dengan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang.
“Syukurlah, lalu bagaimana dengan sasaeng fans itu?” tanya Sehun penasaran.
“Kakinya sedikit terkilir” jelas Kai acuh. Mendengar itu Sehun menautkan alisnya.
“Kakinya terkilir? Apa maksudmu?”namja berkulit putih itu bingung tak mengerti.
“Bukankah kau bertanya keadaan sasaeng fans itu?” tanya Kai yang juga di buat tak mengerti dengan ekspersi Sehun itu.
“Iya, tapi maksudku bukan begitu. Maksudku apakah ia mendapat hukuman atas perbuatannya?” jelas Sehun yang ternyata ditangkap berbeda oleh Kai.
“Gadis SMA itu tidak di hukum sama sekali, ia justru mendapakan tandatanganku dengan cuma-cuma” Kai kembali merebahkan kepalanya di atas bantal mencari posisi ternyaman yang bisa ia dapatkan.
“Hah? Bagaimana bisa?” Sehun menatap heran rekan seprofesinya itu.
“Shin Miran, gadis cerewet itulah penyebabnya.” Kai terenyum tipis saat kejadian beberapa jam yang lalu meruak kembali dalam otaknya.
“Ya, gadis itu memang mengagumkan. Ia selalu memiliki cara aneh untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya” mata Sehun mengawang membayangkan kembali saat manager cantiknya itu bersedia memanggil Sehun dengan sebutan oppa.
“Kenapa kau tersenyum seperti itu?” Kai menatap namja berkaus merah di hadapannya penuh selidik.
“Jangan katakan jika kau memiliki perasaan pada Miran.” Kai mempertajam tatapannya pada Sehun.
“A-Aku? Suka pada Miran? Haha mana mungkin” Sehun menggerakan tangannya kekiri dan kekanan sebagai bentuk penyangkalan, namja itu berusaha menutupi debaran di hatinya dengan tawa yang sejujurnya terdegar aneh dan semoga saja Kai tak dapat membaca kegugupannya.
“Mungkin saja, tak ada yang tidak mungkin bukan?” Kai masih saja menatap Sehun tajam berusaha mencari jawaban dari pertanyaanya.
“Ahh sudahlah, kuyakin dokter lupa untuk memeriksa otakmu hingga kau bicara tak jelas seperti ini. Lebih baik aku meninggalkanmu agar kau bisa beristirahat.” Sehun berpura-pura tersinggung oleh sikap Kai dan segera melangkah keluar ruangan. Namja bermarga Oh itu takut Kai bisa membaca apa yang ia rasakan, padahal ia sendiri belum yakin tentang apa yang menyebabkan jantungnya berdebar lebih cepat akhir-akhir ini.
“Huh, kenapa aku punya Dongsaeng aneh seperti dia?!” Kai mendengus sebal dengan kelakuan Sehun itu dan memilih untuk melanjutkan istirahatnya selagi masih ada waktu yang dapat ia gunakan.
**
Seminggu sudah berlalu sejak kejadian Nona Choi itu, dan untung saja EXO dapat menyelesaikan promosi di Cina tanpa mengalami kendala yang berarti, dan Miran sangat bersyukur sejauh ini tak ada keluhan dari Kai tentang punggungnya yang sebelumnya mengalami cidera.
Hari ini seperti biasa setelah selesai membuat sarapan, Miran berjalan menuju ruang tengah dan mengecek jadwal mereka 24 jam kedepan, dalam tablet itu tertulis jadwal EXO adalah olahraga, syuting untuk cf makanan ringan dan acara music award di salah satu stasiun tv malam nanti.
Setelah melihat semua jadwal itu, Miran mengambil ponsel di sakunya dan menekan angka 9 dalam panggilan cepatnya, gadis cantik itu menghubungi Desainer Nam yang bertugas untuk menyiapkan segala keperluan artisnya mulai dari baju, aksessoris, dan juga mencari sponsor untuk penampilan sempurna mereka di atas panggung.
“Eonni? Apa baju yang akan dikenakan untuk acara nanti malam sudah selesai disiapkan?” tanya Shin Miran pada Desainer Nam.
“Tentu saja sudah, aku sudah menyiapkannya sejak kemarin. Ummm dan aku juga sudah menyiapkan baju untukmu yang senada dengan apa yang mereka kenakan” jelas Desainer Nam antusias.
“Untukku?” tanya Miran membelalakan mata bulatnya dan tanpa sadar menunjuk dirinya sendiri.
“Benar! Kau pasti akan terlihat cantik saat menggunakan ini! Walaupun terlihat simple tapi sangat cocok untukmu. Kau tau sendirikan peraturannya jika staff tidak boleh lebih mencolok dari artisnya” Desainer Nam terus saja menjelaskan tentang baju yang akan di kenakan oleh Miran bahkan hingga sambungan telepon itu akhirnya terputus, padahal seharusnya mereka membahas tentang konstum yang akan EXO kenakan, namun setiap kali Miran berusahan mengembalikan topik tersebut maka berulang kali juga Desainer Nam mengacuhkannya dan tetap menceritakan bagaimana cantiknya Miran saat menggunakan kostum yang ia siapkan nanti.
“Ada apa?” tanya Baekhyun yang baru keluar dari kamarnya ketika melihat Miran yang sedikit bingung setelah berbicara dengan seseorang di telpon.
“Ohh aku hanya sedang mengurus beberapa hal untuk acara nanti malam” jelas Miran lalu meneguk air mineral yang ada di hadapannya.
Baekhyun mengambil posisi duduk di samping Miran, namja imut itu melihat Miran lalu mengeluarkan tatapan jailnya dan secara tiba-tiba tangan putihnya merebut botol air mineral yang sedang Miran minum sehingga membuat isi botol sedikit tumpah membasahi wajah Miran.
“YAK! OPPPA!” teriak Miran begitu merasakan air segar mengalir di wajahnya.
Bukannya minta maaf Baekhyun justru tertawa melihat Miran yang marah-marah dan basah.
“Hahaha mian Miran-ah, sini aku bantu bersihkan” setelah puas tertawa Baekhyun mengambil beberapa lembar tisu yang ada di atas meja dan membersihkan wajah Miran yang basah dengan lembut, namja itu menatap Miran dengan senyum kecil yang menghiasi wajah tampannya, tatapan penuh perhatian yang sungguh dapat meluluhkan hati sehingga membuat Miran merasa sedikit canggung.
“Aku bisa melakukannya sendiri” Miran merebut tisu itu dari tangan Baekhyun dan mengelap wajahnya yang basah agar Baekhyun berhenti menatapnya seperti itu. Namun namja bermarga Byun itu tak kehabisan akal, ia mengambil beberapa lembar tisu lagi dan bersikeras untuk membantu Miran.
“Hey kalian! Jangan pacaran di sini!” Kris datang menghampiri mereka dan merebut tisu yang ada di tangan Baekhyun.
“Setidaknya jangan di depanku!” perintah Kris pada Baekhyun lalu berlutut dihadapan Miran.
“Kau tidak apa-apa Miran-ah?” tanya Kris yang sekarang ikut-ikutan melap wajah Miran yang sejujurnya sudah kering, melihat kelakuan kakaknya itu Baekhyun langsung menjulurkan lidahnya seolah-olah akan muntah karna sikap sok romantis yang di berikan oleh Kris pada Miran.
“Tidak oppa! Baekhyun sengaja membuat aku basah dengan merebut air yang sedang aku minum.” adu Miran pada Kris dan menunjukan wajah teraniaya pada Laxy Oppanya itu.
“Bagaimana jika aku tersedak? Itukan sangat berbahaya!” Miran menatap Baekhyun dengan wajah polos dan sedetik kemudian ia tersenyum menang pada Baekhyun yang sekarang sudah dilirik tajam oleh leader EXO-M itu, ia yakin bahwa Kris akan membelanya. ‘habislah riwayatmu Byun Baekhyun’ pikir gadis itu jahil dan berlari kekamarnya secepat yang ia bisa.
“Yak! Shin Miran! Apa yang kau katakan,huh?” Baekhyun yang tak terima, hendak menahan Miran yang kabur tapi dihentikan oleh Kris yang jauh lebih tinggi darinya.
“Baekhyun-shii, kenapa kau mengganggu Miranku, huh?” Kris bersikap seolah-olah ia adalah bodyguard Miran.
“Hehe aku hanya bercanda Hyung, kau tahukan? Aku tak bermaksud membuatnya tersedak.” ucap Baekhyun dengan senyum bodoh yang melekat di wajahnya, namun Kris tetap tidak bergeming.
Melihat usahanya sia-sia Baekhyun segera memutar otaknya agar bisa menyelamatkan diri.
Tiba-tiba namja imut itu berteriak entah pada siapa “Baiklah D.O-ya aku akan segera kesana!”
“Hyung, sepertinya D.O memanggilku” ujar Baekhyun pada Kris dengan penuh keyakinan.
“Aku tak mendengar apapun!” seru Kris bersikap sok galak.
“Aku mendengarnya dengan jelas, Hyung. Aku yakin sekarang D.O sedang membutuhkan bantuan.” dan dengan secepat kilat Baekhyun berlari untuk menghindar dari Kris, Meninggalkan kakaknya yang menggeleng pelan karna ulah bodoh Baekhyun yang berusaha membohonginya, padahal sangat jelas tak ada seorangpun yang memanggil namja hiperaktif itu.
Memang perdebatan untuk menentang Miran menjadi manager EXO sudah tidak pernah terjadi lagi, tapi sebagai gantinya justru pertengkaran kecil karna setiap member merasa Miran adalah miliknya, jadi mereka akan ribut bila ada yang berani menyerobot satu sama lain -_-
**
SM Ent. sangat sibuk hari ini karna ada acara penting nanti malam, karna itu setiap artis SM sedang di persiapkan untuk tampil dalam acara tersebut termasuk EXO.
“Ayo kita sudah terlambat!” teriak Miran memberi aba-aba pada artisnya untuk segera masuk gedung begitu turun dari van. Miran harus sedikit berlari kecil untuk menyamai langkah member EXO yang lebar-lebar itu hingga membuat rambut bobnya terayun.
Saat sedang menunggu lift tanpa sengaja mereka bertemu dengan Donghae dan Ryewook member dari Super Junior yang juga akan bersiap untuk acara Melon Award tersebut.
“Annyeonghasseyo” para member EXO memberikan salam pada senior mereka tersebut.
“Annyeong, kalian akan bersiap untuk Melon Award?” tanya Ryewook ramah pada juniornya.
“Ne, kami sedikit terlambat jadi harus cepat-cepat bersiap” jawab Miran yang melemparkan senyum manis pada senior EXO tersebut.
“Miran-ah kau terlihat tambah cantik saja, Kau senang menjadi manager EXO?” tanya Donghae pada Miran.
“Ne” Miran mengangguk pelan, dan jawaban Miran itu membuat beberapa member EXO tersenyum bangga.
Akhirnya lift yang mereka tunggu terbuka, EXO, Miran, Donghae dan Ryewook memasuki lift tergolong luas tersebut.
“Hyung, ternyata kau kenal dengan Miran-ah?” tanya D.O pada Ryewook yang berdiri di sebelahnya.
“Tentu saja kami mengenalnya, dia menjadi assisten kami selama beberapa bulan, sebelum menerima pelatihan menjadi manager dua tahun yang lalu, kau ingatkan Miran?” Ryewook memastikan bahwa gadis yang ada di belakangnya itu mengingat semuanya.
“Ne oppa, tentu aku ingat. Aku juga ingat saat harus membetulkan celana Shindong oppa yang robek tepat sebelum perform kalian akan dimulai” Miran tertawa mengingat semua itu, diikuti tawa dari Donghae dan Ryewook serta senyum kecil dari EXO yang tidak menegrti tentang apa yang sedang mereka bicarakan.
“Hahaha, benar-benar! kejadian itu sunguh lucu hingga membutku tak bisa berhenti tertawa, kau ingat wajah Shindong saat ia berkata ‘Ottoke? Celanaku robek, Miran-ah ottoke?’.” Donghae yang menirukan gerakan Shindong yang terus menutupi bagian belakang celananya dengan kedua tangan karna robekan yang cukup besar akibat memamerkan sebuah jurus bela diri yang ia tonton disebuah film.
Melihat kelakuan Donghae itu member EXO yang sudah mulai paham ikut tertawa dan membayangkan kejadian beberapa tahun lalu tersebut. Sekarang mereka tau bahwa Miran juga dekat dengan artis-artis yang lebih senior dari mereka dan itu tampak jelas dari perlakuan Donghae dan Ryewook pada Miran.
Lift yang mereka naiki berhenti di lantai 4, lalu seseorang masuk kedalamnya. Entah ini sebuah keberuntungan atau kesialan, yang masuk kedalam lift adalah Shindong, orang yang sedang di tertawakan oleh mereka sejak awal lift merangkak naik. Sontak hal tersebut membuat orang-orang yang ada di lift tak dapat menyembunyikan keterkejutanya.
“Annyeonghaesseyo” EXO dan Miran memberi salam pada Shindong dengan sedikit menahan tawa. Tapi tidak dengan Donghae dan Ryewook yang menjadi lebih gila saat melihat wajah polos Shindong.
“Annyeong” Shindong membalas salam dan dengan tatapan bingung ia melihat teman satu grupnya yang tersungkur di lantai lift karna tak kuat menahan tawa.
“Kenapa kalian tertawa seperti itu?” tanya Shindong bingung, EXO yang sedari tadi menahan rasa gelinya, hanya bisa berusaha sekuat tenaga agar tak tertawa bahkan Luhan sudah mengigit bibirnya karna takut tawanya pecah.
“Hahahah, Miran-ah...., dia.. hahaha kekekekeke” Ryewook yang tersungkur di lantai memegangi perutnya yang mulai sakit karna terus tertawa sehingga tak bisa menyelesaikan kata-katanya.
“Miran?!” Shindong yang mengerti dengan apa yang terjadi mulai mencari sosok gadis itu yang sedang bersembunyi di belakang Kris dan Chen, jika membernya tertawa hingga seperti ini karna Miran itu sudah pasti diakibatkan oleh balada tentang celana robeknya.
“Miran-ah! Jangan bersembunyi!” perintah Shindong lalu mengedarkan pandangannya kepenjuru sudut. Namun gadis itu tak bergeming, ia tetap bersembunyi di balik tubuh jangkung milik Kris.
“Yak! Aku tahu kau disini!” ucap Shindong dengan nada tegas.
Gadis itupun keluar dari persembunyiannya, dan berdiri di hadapan Shindong.
“Shindong oppa! Annyeong!” Miran berlaga seperti tak terjadi apapun tersenyum polos.
Sementara Ryewook dan Donghae yang sudah lelah karna tertawa akhirnya bangkit untuk bediri kembali di bantu oleh Xiumin dan Lay.
Shindong menatap Miran sebal, melihat itu EXO takut jika terjadi apa-apa dengan manager cantik mereka. Sementara Donghae dan Ryewook tak sabar menunggu kelanjutan tatapan sebal Shindong, ini pasti akan seru.
Pletak! Shindong menjitak Miran tepat di kepala gadis itu, tidak begitu keras tapi cukup untuk membuat Miran mengaduh.
“Ouch! Oppa sakit!” Miran mengelus-elus kepalanya yang terasa berdenyut.
“Itu karna kau yang selalu menceritakan tentang celanaku setiap kali bertemu member Suju! Dan ini...” Shindong mencubit pipi Miran yang sedikit tembem itu dengan kedua tangannya.
“Karna kau terlihat lebih imut seakarang” Shindong terenyum, EXO yang melihat kejadian itu hanya bisa saling menatap satu sama lain merka tak tahu harus melakukan apa.
“Kenapa kau tidak pernah menghubungi kami?” Shindong menatap Miran tajam.
“Apa benar-benar sakit?” tanya Shindong yang melihat Miran masih memegangi kedua pipinya yang sedikit memerah.
“Bagaimana mungkin tidak sakit? Kau mencubitku dengan keras” keluh Miran.
“Mian, aku melakukannya karna gemas padamu dan kenapa kau selalu menceritakan kisah bodoh itu bahkan didepan juniorku?” Shindong menunjuk member EXO lalu menatap Miran gemas.
“Sini biar kulihat” Miran memperlihatkan pipinya yang sedikit memerah.
“Hanya seperti itu saja merengek” keluh Shindong pada gadis yang sudah menatapnya sebal.
“Shindong-ah jangan terlalu keras pada dia” Ryewook membelai puncak kepala Miran.
“Kau tidak ingat saat gadis kecil ini sibuk mencari benang untuk menjahit celana robekmu itu?” Donghae mengingatkan kebaikan Miran pada Shindong.
“Tentu saja aku ingat, bagaimana tidak? Selama menjahit ia terus saja mengoceh untuk memarahiku ‘Bukankah sudah ku bilang jangan melakukan atraksi bodoh itu, Oppa! Lihatlah! Bagaimana bisa robekannya sebesar ini!’ bagaimana bisa aku melupakan kecerewetannya” Shindong berbicara panjang lebar, sedang gadis yang ia maksud sudah mempoutkan bibir merahnya karna kesal.
Tingggg pintu lift itu terbuka di lantai 14, dan para member Super Junior keluar dari lift.
“Kami harus turun, jadi sampai jumpa nanti malam” ucap Donghae dengan sisa tawa yang masih melekat di wajah tampannya.
“Jangan lupa kau harus sering menghubungi kami Miran” Shindong membelai puncak kepala mantan assistennya itu dan kemudian ketiga namja itu pergi setelah pintu lift tertutup.
“Kau sangat dekat dengan mereka rupanya” kata Kai.
“Iya mereka memperlakukanku dengan baik saat aku menjadi assisten mereka” Miran manjelaskan, namun ia masih saja memegangi kedua pipinya.
“Apa masih sakit?” tanya Suho, menyuruh Miran untuk memperlihatkan wajahnya.
Miran menggeleng “Sudah tidak sakit kok”.
Tak lama lift berhenti di lantai 16.
“Kalian pergilah dulu, aku harus mengambil sesuatu dikantor” Miran mendorong para member agar bergegas keluar dari lift.
“Jangan lama-lama kau juga harus bersiap” teriak Tao mengingatkan dan sedikit berlari menuju ruang ganti.
Pintu lift tertutup, sekarang hanya ada Miran sendiri di dalam ruangan lift itu, ia teringat kejadian beberapa tahun yang lalu ketika ia menjadi assisten suju untuk pertama kalinya. Sungmin Oppalah yang membawanya untuk interview.
Masih terngiang dalam ingatan Miran saat Sungmin memaksanya mengikuti interview untuk menjadi assisten Super Junior “Miran-ah ayo lah kau harus ikut interview ini” pinta Sungmin sambil menarik lengan Miran menuju tempat interview dengan tidak sabaran.
Tentu saja agar tak ketahuan para fansnya Sungmin menggenakan topi dan syal tebal untuk menutupi wajah tampanya.
“Ahhh baiklah aku akan melakukannya untukmu! Tapi aku tak janji akan berhasil karna aku belum lulus kuliah, jadi jangan terlalu berharap” Miran melepaskan genggaman tangan Sungmin dari lengannya dengan sedikit kasar dan berjalan menuju ruang interview meninggalkan Sungmin yang menatap punggung gadis itu dengan sebuah senyuman.
Saat wawancara dengan mudah Miran dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Super Junior dan tentang cara memperlakukan artis. Jelas saja ia tau mengingat status miran sebagai mantan trainee SM sebelum ia pindah ke Cina, ditambah lagi kedekatannya dengan Sungmin, jadi tak heran jika ia tahu seluk beluk tentang Super Junior.
Saat menjadi trainee Miran sangat dekat dengan Sungmin, karna mereka sama-sama anak tunggal jadi ia selalu menganggap Sungmin sebagai kakaknya dan Sungmin menganggapanya sebagai adik. Namja itu sering menghadiahi Miran dengan kejutan-kejutan kecil dan membelikan Miran makanan begitu latihan gadis itu selesai.
Miran masih ingat betapa senangnya Sungmin saat mendengar bahwa adiknya itu akan kembali ke Korea, bahkan ia mengurus semua keperluan Miran dan mencarikan Miran pekerjaan yang dekat denganya. Sebenarnya Miran yakin bahwa ia dapat diterima dengan mudah di SM Ent. karna koneksi. Tapi sekarang itu tak masalah baginya, sebab ia juga sampai diposisi ini dengan kerja keras, dan terlebih gedung ini memiliki sejarah dalam hidupnya.
Miran ingat saat menjadi assisten Suju, para member memperlakukannya dengan sangat baik, mereka menjaga Miran dan benar-benar menganggapnya bagian dari Super Junior, bahkan hingga saat ini mereka masih sering menelponnya dan mengajaknya makan jika ada waktu seggang. Namun karna beberapa waktu terkahir ia sangat sibuk sehingga mereka jarang bertemu jadi wajar saja jika Shindong terus bertanya kenapa ia tak pernah menghubungi mereka belakangan ini.
**
Miran membuka ruangan tempat EXO bersiap, ruangan itu begitu ramai dan kesibukan terlihat sangat jelas dengan banyaknya orang yang lalu lalang. Ia dapat melihat Luhan, D.O, Chanyeol dan Kai sedang di make up, dan beberapa member lain sedang berganti pakaian di ruang ganti yang disediakan.
“Kau dari mana saja? Kau juga harus mempersiapkan diri” Desainer Nam langsung menarik Miran menuju tempat make up begitu melihat gadis itu dan menyuruh assistennya untuk mendandani Miran sementara ia mengambilkan dress yang akan Miran gunakan.
“Eonni, kenapa Desainer Nam terlihat begitu senang?” tanya Miran pada Assisten Park yang sedang mengoleskan beberapa krim di wajah Miran.
“Ohhh kau tak tau? Dia begitu senang karna akhirnya dapat mendandanimu” jelas Assisten Park yang terliahat sudah sangat sering mendandani orang.
“Aku?” Miran lagi-lagi menujuk dirinya sendiri tak percaya.
“Iya kau, Shin Miran. Dia ingin mendandanimu sejak melihatmu menjadi Assisten Suju dua tahun yang lalu. Tak kusangka keinginanya baru terjadi sekarang” walaupun berbicara panjang lebar Assisten Park yang lebih tua 2 tahun dari Miran itu sama sekali tak melepaskan pandangannya dari wajah gadis yang ia dandani, ia sekarang sedang memoleskan eyeshadow di klopak mata Miran.
“Tapi kenapa ia ingin mendandaniku?” tanya Miran masih tak mengerti alasan Desainer Nam begitu ingin mendandaninya.
“Mola, aku juga tidak tahu. Miran sekarang aku akan memoleskan lipstik jadi jangan banyak bicara oke!”
Miran mengangguk pelan, dari pantulan cermin ia dapat melihat para member sudah selesai bersiap dan sedang memandang kearahnya dengan tatapan antusias, Miran baru ingat bahwa ini pertama kalinya mereka melihat Miran didandani, karna biasanya ia terlihat sama seperti saat pertama kali bertemu EXO, cukup dengan bb cream, bedak, dan eyeliner yang menjadi senjata andalanya. Namun itu saja sudah cukup untuk membuat Miran terlihat cantik di hadapan namja-namja itu.
“Miran-ah ini bajumu! Sangat cantik bukan?!” Desainer Nam terlihat sangat antusias dengan dress lengan buntung yang ia bawa.
“Waa yepputa! Tapi apakah itu tidak berlebihan Eonni?” tanya Miran setelah selesai di make up.
EXO yang tadi berdiri di belakang Miran sekarang sudah turun ke bawah dengan Manager Gil, walaupun mereka melakukannya dengan berat hati karna melihat Miran yang didandani merupakan pemandangan langka yang tak boleh di lewatkan.
“Tentu saja tidak, ini adalah satu-satunya gaun yang terlihat simple diantara gaun lain yang bisa aku temukan.” Jelas Desainer Nam.
Miran hanya bisa mengangguk mendengar itu dan bergegas mengganti baju, Miran beruntung karna rambutnya yang pendek tak membutuhkan waktu lama untuk merapihkannya, hanya sebuah jepit manis berwarna hitam yang terselip di sana serta sedikit hairspray untuk mempertahakan rambutnya tetap rapi.
Miran memandang pantulan dirinya di cermin ruang ganti yang besar, ia ingat dress yang ia pakai berwarna sama dengan dress waktu ia foto keluarga beberapa tahun silam sebelum ayahnya meninggal, ‘Ayah, apa kau tahu aku tumbuh dengan baik?’ gadis cantik itu tersenyum.
“Wah lihat dirimu Miran, sangat cantik! Kau harusnya menjadi artis!” kata Assisten Park yang diamini oleh Desainer Nam.
“Sekarang pakailah sepatu ini, aku juga sengaja mencarikan hak yang tidak terlalu tinggi agar kau mudah bergerak, ayo cepat pakai!” perintah Desainer Nam penuh semangat.
Miran menjejalkan kakinya ke dalam sepatu berwarna merah yang menjadi poin dalam penampilannya, sepatu berhak tak lebih dari 5 cm itu terasa sangat pas di kakinya.
“Oke selesai, bagaimana kalau kita mengambil foto sekarang?” tanya Desainer Nam yang terlihat puas dengan hasil kerjanya.
“Kurasa tak bisa karena aku harus bergegas mengantar EXO sekarang” Miran mengingatkan Desainer SM itu tentang tugasnya.
“Ahhh benar! Baiklah kau bisa pergi sekarang” dengan setengah hati Desainer Nam melepaskan Miran.
“Terimakasih Eonni” Miran melambaikan tangan dan segera berlari keluar ruangan menuju lift.
Dan benar saja bahwa Desainer Nam sudah menyiapkan segalanya sesuai dengan mobilitas Miran yang tinggi, dress dengan bagian rok yang sedikit mengembang membuat Miran mudah bergerak dan tak perlu risau karna potongan gaun yang tidak terlalu pendek.
**
“Kenapa begitu lama?” keluh Kai begitu melihat Miran memasuki van dan duduk di bagian kemudi, member EXO M sudah berangkat beberapa menit yang lalu bersama Manager Gil.
“Maaf Desainer Nam tadi terlalu antusias mendandaniku” Miran tersenyum kecil pada Kai yang duduk disebelahnya.
“WOW lihat penampilanya!” Chanyeol memajukan tubuhnya untuk melihat Miran lebih dekat dan mengagumi penampilan Miran. D.O yang duduk di sebelah Yeol pun melakukan hal yang sama.
“Aku ingin melihatnya juga!” Sehun mengeluh karna tak dapat melihat Miran sebab ia duduk dibelakang bersama Baekhyun dan Suho.
“Sudahlah jangan memandangiku seperti itu” keluh Miran saat merasakan pandangan Chanyeol, D.O dan Kai yang sarat akan kekaguman.
“Miran-ah aku ingin melihatmu!” Rengek Sehun seperti seorang anak yang minta di belikan mobil-mobilan, Miran memutar bola matanya malas dan segera membalikan badannya untuk menunjukan wajahnya dari balik jok mobil agar Sehun bisa melihatnya.
“PUAS?” tanya Miran sedikit tak sabar.
“Wah” hanya kalimat itu yang keluar dari bibir Sehun dan Baekhyun sedang Suho hanya terdiam dengan mata yang membulat sempurna.
Miran membalikan badannya dan segera menjalankan mobil besar itu menuju jalan raya Seoul.
“Kalian akan lebih terpana saat melihat apa yang dikenakan Dongsaeng kita ini” ujar Kai sombong, rambut coklatnya yang ditata keatas membuatnya lebih terlihat lebih gagah.
“Ckck kau benar-benar membuatku iri Kai,” keluh Baekhyun.
“Pokoknya pulang nanti aku harus duduk di sebelah Miran!” ujar Suho tegas.
“Tidak bisa Hyung, aku akan tetap duduk disini saat kita pulang nanti!” Kai tak mau mengalah begitu saja.
“Daripada kalian bertengkar seperti itu, bagaimana jika aku saja yang duduk di depan dengan Miran?” D.O memberikan saran bodohnya dengan wajah polos.
“Shiro!” ucap Kai, Suho dan Sehun bersamaan.
Miran memutar bola matanya sebal, kenapa mereka harus berdebat disaat seperti ini? Membuat gadis itu jengah.
“Aku yang akan duduk di sebelah Dongsaeng cantikku itu” kata Sehun memuji Miran agar yeoja itu memilihnya.
“Bagaimana jika kita mengundinya dengan hompimpah, setelah acara selesai?” Chanyeol memberikan ide yang menurutnya sangat briliant.
“Tidak bisa, aku pasti akan kalah” Kai melipat tangannya di depan dada, namja itu memang kurang beruntung dalam permainan anak-anak yang satu ini.
“Jika kalian terus seperti ini maka aku akan pulang dengan EXO-M saja!” ancam Miran setengah berteriak karna tingkat kesabarannya yang sudah mulai menipis.
Seketika itu juga semua member bungkam dan diam, hanya Baekhyun yang duduk di tengah-tengah Sehun dan Suho yang berbisik tajam pada mereka.
“Ini semua karna kalian!”
.TBC . -_-
hari ini exo kambek dengan new konsep banyak rumor yang bilang kalo judul lagunya call me daddy..
hemmm kalo dulu call the doctor sekarang call me daddy, apa daddy itu pekerjaannya dokter? entahlah tunggu saja..
ciye yang lagi pada nonton konser live from Te eL wkwkwk *sok banget padahal nasipnya sama.. cedih deh wkwkwk
oke laanjut posting lagiiiii








0 komentar:
Posting Komentar