Tittle
: Manage Your Manager Part 9
Author : DinDong
Twitter : @indeenski
Blog : dindongdeng.blogspot.com
Cast :
-EXO
-Shin Miran (OC)
Genre : Brothership, Drama, sedikit
humor, Romance
Part sebelumnya:
"Apa kau tak suka Miran
bersikap sebagai seorang manager? Jujur saja kalau aku justru merasa dia melakukan hal yang benar karna.. karna bagaimanapun juga tugas
Miran yang sebenarnya adalah menjadi manager kita bukan menjadi seorang
adik" Lay menepuk pundak Kris pelan dan kembali menatap padatnya lalu lintas di bawah gedung.
"Kau benar, aku rasa aku
mulai melupakan hal itu" Kris menghembuskan nafasnya kasar.
“Bukan hanya kau, tapi kita.. kita semua
melupakan itu” ucap Lay meralat perkataan Kris.
“Dan kita juga lupa bahwa kita sama
sekali tak tahu apa-apa tentangnya” Lay mengadahkan kepalanya menatap langit
yang sudah mulai menggelap dengan tatapan mengawang menimbang-nimbang
perkataannya sendiri.
‘Benar kita memang tak tahu apa-apa
tentangnya’ batin Lay dengan seutas senyum pahit di wajahnya.
**
-Manage your manager part 9-
Lay dan Kris kembali tepat
sebelum mereka naik ke atas panggung, suasana ruangan untuk EXO bersiap sudah
terlihat lengang dan tak ada lagi orang-orang yang berkumpul karna pertengkaran
tadi, semua sudah kembali pada pekerjaan mereka masing-masing termasuk Miran.
Gadis muda itu terlihat sedang sibuk menjahit baju Kris yang robek dengan
begitu serius hingga tak menyadari kehadiran sang pemilik costum tersebut.
“Ge aku pergi dulu menyusul yang
lain, ingat kau juga harus segera ke sana” ujar Lay penuh pengertian seolah
tahu jika Hyungnya itu perlu bicara dengan sang manager dan kemudian namja berlesung
pipi itu pergi meninggalkan Kris yang masih terpaku di depan pintu menatap
gadis yang sedang terduduk dengan sebuah jarum di tangannya itu.
Kris mulai melangkahkan kakinya
memasuki ruangan dengan sedikit ragu, mata pria bertubuh tinggi itu tak henti
menatap Miran yang sepertinya masih belum menyadari keberadaanya.
“Mi..Miran?” panggil namja itu
ragu, namun sayangnya Miran tak memberikan respon apapun saat namanya di sebut.
‘Apakah gadis itu marah?’ batin
Kris frustasi.
“Miran aku... minta ma..”







