Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Sehun’s diary: Coz You Are My Noona. Manage Your Manger Member’s Diary part 1

Tittle                  : Sehun’s diary: Coz You Are My Noona.
Manage Your Manger Member’s Diary part 1
Author               : DinDong
Twitter              : @indeenski
Blog                   : dindongdeng.blogspot.com
Main Cast :  
-Oh Sehun
-Shin Miran (OC)

part sebelunya:


*silahkan skip hingga tanda bintang bintang (**) jika kalian tak tahan membaca sambutan Dinthor*

Halooo Dinthor kambek again! Kambek home.. Dinthor kambek home hehe mian kalo suaranya bagus *loh?

Hari ini ada kejutan lohhhh, tapi Dinthor rasa kalian udah bisa nebak apa kejutanya karna kejutan itu terpampang jelas dari judul di atas. YAP! BETUL! 100 BUAT KALIAN! Saat ini Sehun oppa akan bercerita pada kita semua tentang manager barunya, iyakan oppa? *menatap Sehun dengan pandangan penuh harap.

“Nde hari ini aku akan melakukan wawancara eksklusif dengan mu” jawab Sehun oppa dengan gaya lempar poni dan Dinthor kelilipan kena ketombe si oppa, duh berasa maen di drama Pinokio deh kalo wawancara gini.

“Wow luar biasa!” *dinthor keplok2 heboh sendiri*

“Jadi mari kita mulai dengan pertanyaan pertama Sehun-shii” pasang wajah serius.

“Nde” Sehun juga pasang wajah serius tapi tetep imyut.

“Jadi apa benar Kim Jong In menaruh hati pada Dinthor?” pandangan penuh seridik.

“...” krik..krik..krik.. terus Sehun pergi gitu aja mau nyari bata buat nimpukin Dinthor.

Ummm hahaha abaikan wawancara diatas mungkin pertanyaan itu terlalu pribadi jadi Thehun takut terjadi skandal dan... *woy udah ngayalnya woy!*

Dan Dinthor rasa mending kita langsung aja ke main story. Happy membaca ^^
**
--Sehun’s Diary---

Annyeonghaseo yeorobun.

Kalian kenal aku bukan?

YAP! aku adalah maknae EXO yang dikenal dengan ketampanan dan pesonanya Oh Sehun.

Ahhh dan aku sungguh minta maaf jika ketampananku ini membuat kalian tergila-gila padaku, jinjja mian aku merasa sangat tidak enak karna pesonaku itu memang sulit untuk dikendalikan hehe.

Sebenarnya tujuanku saat ini adalah untuk bercerita tentang bagaimana kehidupan EXO... tidak maksudku kehidupanku setelah seorang gadis cantik menjadi manager baru kami.

Tentu  kalian sudah tau manager itu adalah Shin Miran Noona.

'Noona?  sejak kapan seorang Sehun memamggil Miran dengan sebutan Noona?'  itu pasti pertanyaan yang terbersit dalam pikiran kalian bukan?  Aku yakin kalian pasti masih ingat dengan usahaku untuk membuat Miran mau memanggilku dengan sebutan oppa *MYM part 2* lalu kenapa sekarang aku berubah pikiran dan mau memanggilnya dengan sebutan Noona?


Heeemmm untuk menjawab pertanyaan ini bagaimana jika kujelaskan dulu alasan mengapa aku meminta ia melakukan hal itu? Alasannya tentu saja seperti yang sudah kukatakan bahwa aku ingin diperlakukan setara dengan yang lain dan juga karna egoku yang tak mengijinkanku untuk memanggil gadis yang terlihat lebih muda itu dengan sebutan Noona.

Namun seiring berjalannya waktu aku lebih memilih mengalah dan mulai memanggil gadis cantik itu dengan embel-embel Noona walaupun hanya dalam hatiku saja. Hal itu kulakukan karna aku menghormatinya. Aku menghormatinya sebagai seorang manager dan sebagai orang yang lebih tua dariku, namun hal yang terpenting adalah aku menghormatinya sebagai seorang wanita.  Yaa setelah memikirkan hal itu aku bahkan tak memperdulikan egoku lagi, aku hanya ingin membuatnya terhormat di dalam hatiku.

Haha mungkin agak terdengar aneh tapi itulah kenyataannya, apakah alasanku itu membuat kalian semakin jatuh kedalam pesonaku? Hemm aku yakin jawabanya pasti iya!.

Tapi apakah Noona itu juga akan tepesona padaku? Untuk yang satu ini aku tak yakin akan mendapatkan jawaban yang memuaskan karna sifat Miran yang begitu sulit di tebak.

Hah! Noona jelek itu sungguh menyebalkan.

Apa kalian tahu? Ia memang setuju untuk memanggilku dengan sebutan oppa tapi ia tetap saja menganggapku sebagai anak kecil! Kenapa ia melakukan hal itu! Apa karna kebiasaanku minum bubble tea? Atau karna aku seorang maknae? Tentu saja hal seperti itu tak bisa di jadikan landasa untuk berfikir bahwa aku adalah anak kecil! Aku adalah seorang namja dewasa! Aku sudah dewasa! Tapi ia tak pernah menyadari itu dan selalu menganggapku seorang bocah ingusan!.

Tapi jika dipikir-pikir kurasa panggilan Noona juga tak cocok untuknya, karna gadis itu lebih tepat jika dipanggil dengan sebutan Eomma. Yaa Eomma sangat sesuai dengan Miran, karna yeoja itu begitu cerewet seperti ibu-ibu. Dia sangat sering meneriakiku dan hal itu terjadi hampir setiap hari, seperti ‘Oppa! Jangan taruh pakaianmu sembarangan!’, ‘Oppa! Minum vitaminmu sekarang juga!’ atau ‘Oh Sehun! Jika sekali lagi kau mengotori lantai maka kujamin kau tak akan bisa meminum bubble tea lagi!’.

Haaahhhhh! Bagaimana ia bisa begitu crewet dengan bibir kecil itu? Sungguh membutku gila! Suara gadis itu mampu memekakan telinga!

Namun apa kalian tahu hal apa yang lebih menakutkan dibandingkann kecerewetan Miran? Hal itu adalah kemampuanya untuk mendeteksi orang yang sedang membicarakannya di belakang. Gadis itu selalu tahu jika kami sedang berkumpul untuk membicarakannya, aku curiga ia mempunyai kemampuan supranatural sebab jika aku tak salah ia sudah dua kali menangkap basah kami yang sedang menjelek-jelekannya, padahal kurasa saat itu situasi sudah cukup aman namun entah darimana gadis itu bisa tau dan ohhh jangan lupa wajah menakutkanya yang selalu ikut serta saat sedang marah, dia akan terlihat sangat menakutkan dan jika itu terjadi sebaiknya kalian harus berada dalam jarak aman sekitar 2 ahh tidak 3 meter jauhnya jika perlu, karna kalau tidak kau harus bersiap-siap merasakan ‘kekejaman’ tangan gadis itu entah berupa pukulan atau jamabakan, dan semua member EXO pernah terkena amukan Miran. Ohh dia sungguh sangat galak, sehingga jangan tertipu dengan wajah polosnya itu. Andwe!.

Aku jadi ingat hari pertama Miran datang pada kami,  Manager Jung memilih seorang gadis muda yang terlihat kurang meyakinkan untuk menjadi manager EXO *jangan memanadangku seperti itu karna saat itu miran memang terlihat kurang meyakinkan, aku hanya bilang ‘kurang’ bukan ‘tidak’*  dan awalnya kami sangat menentang itu hingga pada malam harinya kami berduabelas harus melakukan rapat penting di kamar Suho Hyung. Tentu saja setelah memastikan manager baru kami itu sudah tertidur pulas sebab kami tak mau tertangkap basah seprti saat di ruang ganti sebelumnya.

“Haahhh aku bisa gila! Mana bisa seorang gadis tidur dengan nyenyaknya diantara sekumpulan pria?” Hyung cerewetku Baekhyun mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Aku tak suka gadis itu” Ucapku tegas, Ya! aku memang namja yang penuh dengan ketegasan.

“Kenapa?” tanya Lay Hyung dengan wajah innocentnya.

“Uuummm apa butuh alasan untuk membenci seseorang” tanyaku dengan memiringkan kepala.

“Yak! Oh Sehun! Tentu saja harus ada alasannya! Itu sama saja kau menuduh seseorang mencuri padahal kau tak punya bukti!” hemm Chen Hyung benar.

“Aku tahu alasannya!” ucap mata panda tiba-tiba.

“Karna penampilannya tak sesuai untuk menjadi seorang manager!” mata panda Tao berbinar saat mengatakan itu.

“Kau juga tak terlihat seperti anggota boyband” ucap Hyung bermata bulatku yang sungguh menusuk. Aku memutar bolamataku malas mendengar perdebatan antara mata panda dan mata bulat itu.

“Aku suka dia” Kai yang duduk ditempat tidurku mengutarakan isi pikirannya.

“Wae?” tanya kami hampir serempak.

“Setidaknya jika ada seorang wanita di dorm kita maka suasana dorm ini tak akan membosankan” ucap Kai tenang.

“Maksudmu sebelumnya dorm kita begitu membosankan?” tanya Kris Hyung seolah tak terima.

“Aku setuju dengan Kai!” hah! namja satu ini sejak tadi siang selalu sependapat dengan Kai, pasti sebentar lagi ia akan mengatkan alasannya. Tak lain dan tak bukan karna manager itu cantik.

“Karna dia cantik” ucap Yeol Hyung dengan sebuah cengiran, benarkan tebakanku! tak meleset sama sekali!.

“Hemm bagaimana jika kita berikan dulu kesempatan untuknya, kita tak bisa menyalahkanya karna perusahaanlah yang memilih” namja yang paling tua diantara kami itu akhirnya angkat bicara menunjukan kebijakannya.

“Aku setuju denganmu, kita tak bisa menolaknya karna alasan yang belum jelas. Kita harus melihatnya bekerja dulu baru bisa menentukan langkah selanjutnya.” itulah yang dikatakan Suho Hyung.

Kami akhirnya memutuskan untuk menerima Miran sebagai manager baru EXO dan berjanji untuk bersikap ramah padanya, jadi jawaban dari pertanyaan yang Miran lontarkan pada pagi harinya saat sedang sarapan adalah karna kami ingin melihat kemampuanya terlebih dahulu bukan seperti yang Kyungsoo Hyung katakan jika kami akan menjadi jinak jika diberikan makanan walau hal itu ada benarnya juga.

Setelah beberapa hari berjalan maka terbukti ternyata Noona merupakan seorang manager yang profesional, dia mengerjakan semua tugas yang diberikan tanpa mengeluh sedikitpun kecuali omelan-omelannya ketika kami tak disiplin. Dia adalah koki terbaik di dorm kami, bahkan jabatan chef utama yang sebelumnya di pegang oleh Kyungsoo Hyung berhasil diraihnya karna kemampuan memasak yang ia miliki. Hampir setiap hari ia memasak untuk kami entah itu sarapan atau makan malam karna menurutnya makanan yang sering kami makan itu tak sehat, tentu saja aku setuju kecuali pada coklat dan bubble tea, yaaa mungkin menurut sebagian orang itu bukan makanan sehat tapi meurutku makanan itu sangat sehat terutama bagi jiwa, untuk kesehatan hati.

 Jadi rapat untuk menentukan tindakan selanjutnya pada Miran kurasa tidak perlu untuk dilakukan karna aku tahu Miran berusaha untuk melakukan semua hal dengan baik, ia bisa menjadi apa saja untuk member kami, ia akan menjadi kakak, adik, teman, eomma dan pembantu yang baik. Yap, Miran sangat ahli dalam hal bersih-bersih dan aku sangat mebenci kegiatan bersih-bersih itu.

Miran akan sangat marah jika dorm kami terlihat kotor atau tak rapi, lalu  ia akan  segera membersihkannya walau omelan-omelan itu tak pernah lepas dari bibirnya yang tentu saja ia tujukan pada member, dan yang paling sering terkena omelan itu adalah aku dan Kai, ya tentu saja kalian tahu kenapa. Karna hal itu awalnya aku mengira Miran adalah seorang penderita OCD (orang yang terobsesi pada kebersihan dan kerapihan) tapi melihat caranya berpakaian sepertinya tidak, mana ada penderita OCD yang penampilannya tidak rapi seprti Miran? sehingga aku mengambil kesimpulan dia hanya terobsesi pada rumah yang bersih! Titik!.

Tapi jika dipikir-pikir kami lebih sering berada di luar dibandingkan di apartemen kami yang nyaman, yaa tentu saja ini karna pekerjaan kami yang harus tampil di berbagai tempat. Terkadang kami pulang begitu larut dan pergi pagi-pagi sekali, hingga pernah suatu saat aku merasa lelah dengan rutinitas ini, kenapa kau harus melakukan ini sedangkan anak-anak seusiaku sedang sibuk bersenang-senang dengan kehidupan mereka? Beberapa kali pikiran itu terbersit dalam otaku.

Hingga suatu hari pertanyaan itu terasa begitu mengganggu dan membuatku tak bisa memejamkan mata, entah mengapa aku merasa sampai pada titik jenuhku. aku mengubah posisi tidurku terus menerus sebab aku tahu tubuhku ini sungguh butuh tidur untuk mengistirahatkannya setelah seharian bekerja.

“Ck! Ayolah mata! Kenapa kau tak bisa terpejam?! Kau tahu bukan hari ini begitu melelahkan!” gumamku pada mataku sendiri.

“Jangan berisik.. aku sedang tidur!” aku membuang nafas kasar melihat Baekhyun Hyung yang tidurnya terganggu dan mengeliat kesal di ranjangnya.

“Tidur saja masih begitu bawel!” keluhku dengan gumaman dan memilih untuk keluar kamar.

Aku berjalan gontai menuju dapur dengan tangan yang tak henti mengusak rambutku malas, kupikir aku seperti ini karna lapar dan tiba-tiba iris mataku menangkap sesuatu, kalian tahu apa yang kulihat?

Seorang Shin Miran yang sedang menyeduh ramen dalam kemasan cup, tunggu ia makan ramen?! Bukankah ia melarang kami untuk makan-makanan seperti itu? lalu kenapa sekarang ia memakannya?!

“Sedang apa kau disini?” tanyaku mendekati sosok gadis itu.

“Sehun? Kau.. belum tidur?” hemmm ia terlihat gugup seperti orang yang tertangkap basah! Membuaku semakin curiga.

“Aku? Ohh hanya merasa lapar di tengah malam” ucapku asal.

“Sedang kau? Kenapa kau belum tidur?” aku balik bertanya dan menatap cup ramen itu dengan tatapan tajam.

“Tadi aku sedang menyusun jadwal kalian tapi sama sepertimu oppa, aku juga merasa lapar hehe” dia menyusun jadwal hingga selarut ini? Ckck benar-benar gadis rajin.

“Kau bilang kami tak boleh makan mi instan” tanyaku langsung pada intinya.

“Kau benar kalian memang tak boleh makan mi instan” jawabnya santai.

“Lalu kenapa ada mi instan di atas meja?” ayolah Shin Miran akui saja itu punyamu.

“Itu punyaku” ia menatapku tenang. Apa? dia benar-benar mengakuinya? Bahkan ia tek terlihat merasa bersalah sama sekali.

“Bukannya kau bilang tak boleh, tapi kenapa kau memakannya?!” tanyaku tak terima.

“Yang tak boleh makan mi instan adalah kau bukan aku” gadis ini benar-benar menyebalkan.

Aku mendengus kasar mendengar jawabannya itu.

"tak ada bahan makanan di kulkas dan karna aku melarang kalian memakan mi instan sehingga persediaan mi instan kita menumpuk, tunggu.. bukankah kau bilang sedang juga sedang lapar?” tanya Miran seolah baru tersadar.

“Ahh aku tak jadi lapar karna tak ada makanan selain mi instan” sahutku malas.

"Jangan berharap perkataanmu itu membuatku mengijinkanmu untuk makan mi instan" ucapnya tajam.

"Siapa yang bilang aku ingin makan mi instan?" aku membuang muka sebal
  
“Kalau begitu mau kubuatkan coklat hangat?” tanyanya dengan mata yang benar-benar penuh perhatian.

“Umm baiklah” jawabku sebagai tanda persetujuan kemudian duduk disebelah bangku yang ia duduki.

“Dongsaeng, apa kau tak pernah merasa letih atau bosan dengan pekerjaanmu?” tanyaku tanpa berani menatapnya aku hanya memunggungi gadis yang sedang membuatkan secangkir minuman untuku.

“Apa Oh Sehun sedang menanyakan hal serius padaku?” Miran datang dengan secangkir coklat panas di tanganya.

“Biar kutebak... kau berfikir ingin melepaskan bebanmu dan berjalan seperti kebanyakan remaja pada umumnya?” kenapa ia bisa menebak dengan tepat semua itu? Apa ia benar-benar memiliki kemampuan supranatural?

“Banar bukan?” ia meminta kepastian padaku.

“Kukira Oh Sehun bukan namja yang suka memikirkan hal seperti itu” Ya itu memang bukan kebiasanku.

Aku hanya terdiam menatap coklat panasku yang begitu pekat, berusaha menghindar dari tatapan Miran takut-takut ia bisa membaca pikiranku seperti yang baru saja ia lakukan.

“jangan memikirkan hal seperti itu” ucapnya lalu kembali ketempat duduknya, aku yang mendengar perkataannya tak kuasa  untuk tak menatap gadis itu dan yang kulihat adalah  ia sedang tersenyum padaku dengan begitu manisnya.

“Bukankah Oh Sehun tak pernah memikirkan hal yang tak penting? Itu bukan hal penting Sehun-ah. Itu hanya sebuah keraguan yang terbersit sesaat, kau tahu kenapa aku bicara seperti ini? karna aku juga pernah mengalami hal itu. Aku bertanya pada diriku sendiri kenapa ada begitu banyak beban di bahuku ini? Apa aku tak bisa hanya menjadi remaja biasa yang menikmati hidupku sendiri?” Miran berhenti sejenak untuk menyantap ramennya yang mulai mengembang, oh sungguh kenapa ia malah makan di saat aku menunggu jawabannya?

“Ehhhemmm!” kuharap isyratnya itu bisa membuatnya kembali sadar bahwa aku menunggu lanjutan ceritanya.

“Ohh mian, aku sangat lapar..." ia menghapus kuah ramen yang menempel di bibirnya dengan tisu.

"Lagi pula kenapa kau tak bisa menunggu sebentar!” bentaknya.

“Tentu saja jangan mengganggu singa yang sedang lapar” celotehku lalu menyeruput coklatku yang langsung terasa hangat di tenggorokan.

“Ara, akan kulanjutkan. Sampai mana tadi?” jinjja gadis ini, jangan bilang ia juga lupa apa jawabanya.

“Jadi apa jawaban dari pertanyaan itu?” tanyaku langsung pada intinya takut-takut gadis itu akan lupa lagi.

“Ohh aku ingat! Jawaban dari pertanyaan itu adalah... waktu yang akan menjawabnya” ucapnya tersenyum. What? Hanya Itu jawabanya?

“Yak! Shin Miran kau bercanda?” aku masih belum bisa menerima jawaban itu begitu saja.

“Ani, aku tak bercanda. Baiklah aku tahu pikiranmu mungkin belum bisa mencerna kata-kata rumitku haha” bagus ia sudah mulai pandai mengejek.

“Ini bukan waktunya bercanda” sahutku sebal dengan tawanya.

“Sehun-ah aku tanya padamu, menurutmu siapa orang yang akan lebih cepat sukses? Seseorang yang menikmati hidup dengan bermain-main dimasa muda mereka atau seseorang yang bekerja keras di masa muda? Apa mungkin seseorang yang menikmati kerja kerasnya di masa muda?” tanyanya padaku dengan membawa berbagai pilihan.

“Pilihan terakhir?” jawabku tak yakin.

“Binggo! Dan kaulah itu” jawabnya lalu kemudian kembali menyantap ramennya.

Aku? Hemmm Miran benar aku sudah meraih kesuksesanku dimasa muda. Benar! Hah ternyata jawabannya begitu mudah! Kenapa otak pintarku tak bisa memikirkanya.

Aku mengusak rambut Miran sebagai tanda terimakasih tapi justru membuat gadis itu tersedak dan batuk-batuk hingga akupun panik, aku segera mengambilkan air untuknya dan untung ia baik-baik saja.

“Uhuk! YAK OH SEH..” dengan cepat aku membekap mulutnya dengan tanganku sebelum terikan itu semakin menggelegar.

“Kau ingin membangunkan seluruh penghuni dorm ini,huh?” tanyaku padanya santai lalu melepaskan bekampan pada mulutnya.

Tapi tiba-tiba gadis itu mendekat padaku bahkan wajahnya hanya berjarak 10 cm dariku.

“Namja menyebalkan! Tahu begitu aku tak mau membantumu!” ucapnya lalu pergi meninggalkanku begitu saja.

Hemm kurasa sejak saat itulah aku memiliki perasaan yang berbeda pada gadis itu. Entah mengapa saat ia mengatakan aku adalah namja menyebalkan Miran terlihat sangat menggemaskan dan karna jarak yang begitu dekat aku dapat melihat betapa cantiknya hazel coklat tua itu.

Aku menggelngkan kepalaku untuk kembali ke alam sadar,  gadis itu sudah kembali ke kamarnya dan hanya menyisakan cup ramen yang masih terisi setengah.

“Bukankah dia lapar? Kenapa tak dihabiskan?” gumamku lalu mengambil ramen yang sudah mengembang itu lalu membuangnya ke tempat sampah. Kalian tak berfikir aku akan memakannya bukan? Aku ini namja yang taat pada aturan jadi jangan berfikir macam-macam.

Aku berjalan menuju kulkas dan mengecek persediaan coklatku,  tak ada yang berani menyentuh coklat yang sudah tertempel stempel 'Mr. Oh'  itu karna jika ada yg sengaja mengambilnya aku tak segan-segan menghantuii orang itu hingga ia membelikan coklat yang sama sebagai gantinya.

"Apa aku harus memberikan ini padanya?" tanyaku sambil terus menatap coklat yang masih setia menghuni kulkas dua pintu kami itu.

"Baiklah, hanya kali ini saja sebagai tanda terimakasihku padanya" aku mengambil dua batang coklat dan berjalan menuju kamar Miran.

Aku mengintip keadaan kamar Miran melalui cela pintu, ia tampak sedang duduk di meja kerjanya dengan kepala terkulai di meja. Perlahan-lahan kubuka pintu itu lebih lebar agar tubuh tinggiku ini dapat masuk kedalam lalu mengendap-endap mendekatinya.

"Miran, kau masih bekerja?" tanyaku pelan namun kuyakin ia masih dapat mendengarnya.

Tak ada jawaban dari gadis itu, sehingga aku memberanikan diri untuk mendekat dan ternyata yang kudapati seorang Miran yang sedang tertidur pulas.

"Hemm bagaimana ia bisa tidur secepat itu?" gumamku tak percaya gadis yang baru saja mengobrol denganku 10 menit yang lalu sekarang sudah terjatuh dalam alam mimpinya,  namun bukannya meninggalkan kamar aku justru duduk diranjangnya dan menatap wajahnya yang entah sedang memimpikan apa.

"Umm dingin" gadis itu mengeliat menggerakan bahunya dan aku hanya bisa mendesah kasar.

"Tentu saja dingin,  kau tertidur dimeja kerjamu tanpa selimut" aku melipat kedua tanganku di depan dada.

"Sebenarnya jadwal seperti apa yang kau kerjakan hingga selarut ini? Apa jangan-jangan kau sering begadang seperti ini? Pantas saja badanmu itu kurus kering!" Ckck Oh Sehun kenapa kau memarahi seseorang yang tidak sadar?

Aku bangkit berdiri dan mengambil selimut yang sedari tadi menutupi ranjang lalu membalutkamya pada tubuh manager kami itu.

"Apa yang sedang kau impikan? Apa ada aku disana?" hah pertanyaan bodoh itu kenapa bisa terucap begitu saja.

"Baiklah tidur saja yang nyenyak dan aku juga akan segera pergi tidur,  good night Noona" senyumku mengembang saat mengucapkan kalimat itu. Noona..  Ya! Hari itu adalah pertamakalinya aku memanggil Miran dengan sebutan Noona.
**

Aku memendam perasaan pada managerku sendiri dan ini terasa begitu sulit karna aku bertemu dengan Noona itu setiap hari dan hampir 24 jam.  Tentu saja hal itu membuatku sulit melupakan perasaanku padanya, terlebih lagi Miran adalah gadis yang mampu mebuat orang mudah jatuh dalam pesonannya.

Entah mengapa setiap melihat senyuman  gadis itu aku merasa rasa lelah di tubuhku ini akan sirna namun aku harus menyembunyikan perasaan ini dari siapapun. Benar, Aku harus merahasiakannya dan yang terpenting jangan sampai ada member yang tahu tentang ini.

Kalian ingat hari dimana member EXO sibuk berkemas untuk melakukan promosi di cina?

Malam itu aku dan Suho Hyung telah selesai mengemasi barang-barang kami tapi berbeda dengan Baekhyun Hyung, ia terlihat kesulitan untuk menutup kopernya itu sehingga aku dan Suho Hyung terpasa membantunya.

"Ayo tekan lebih kuat lagi! Ini masih belum bisa terkunci!" perintah namja pencinta eyelinef itu.

"Hyung sebenarnya apa isi dari kopermu ini?!" apa saja yang ia masukan kedalamnya hingga aku berusaha mengerahkan seluruh  tenagaku agar koper itu mau menutup.

“Tentu saja barang-barangku!” bentaknya, hah! kenapa tak sekalian saja membawa aperteman kita ke cina?!

"Bagaimana kalau kita duduki saja" ucap Suho Hyung dengan idenya.

"Ide yang bagus" ucap kami serempak.

Dan kami berdua menduduki koper itu bersama tentu saja si ajumma Baek yang berugas mengaitkan kunci koper.

Tak lama Miranpun masuk ke kamar bersama dengan Tao yang sibuk mencari kacamatanya karna...

Tunggu untuk apa aku menceritakan namja itu? itu bukan hal yang penting dalam kisah ini yang penting adalah cerita tentang diriku, jadi kita lewati saja bagian itu.
Setelah selesai menyuruh kami tidur Miran pergi meninggalkan kamar begitu saja dan aku melihat ia meninggalkan sisa apel yang tadi ia makan. Ihh menjijikan! ahhaa ini saat yang tepat untuk menunjukan bahwa Miran bukanlah gadis ‘sebersih’ yang kita pikir.

“Tunggu Miran, kau melupakan sesuatu!” aku mengejar Miran yang sudah berjalan melewati pintu kamar.

Tentu saja langsung Miran membalikan badannya begitu mendengar namanya kupanggil.

“Lupa apa?” gadis itu mengangkat sebelah alisnya karna bingung.

“Ini! kau meninggalkan sampah dikamarku!” aku menyodorkan sisa apel yang tadi dimakan oleh Miran dan melemparkan pandangan jijik pada sampah itu.

“Ohhh, maaf aku lupa.” Miran mengambil sisa apel itu dari tanganku dan berjalan menuju tempat sampah yang ada di sudut dapur, ohh tidak secepat itu Noona! Aku menahan tangan gadis itu dengan cepat sebagai tanda tak mengijinkan ia berlalu begitu saja dan hal itu berhasil membuatnya kembali menatapku.

“Kau juga melupakan ini” dengan cepat aku menarik Miran dalam pelukanku, aku membenakan tubuh kecilnya dalam dekapanku,  mengahapus jarak di antara kami. Sungguh aku tak berfikir seorang Oh Sehun berani melakukan ini, namun...

‘sekali ini saja Noona, ijinkan aku menunjukan perasaan yang selama ini tersembunyi darimu. Aku tahu kau pasti terkejut tapi aku tak perduli... yang aku ingikan saat ini adalah waktu berhenti diantara kita, sungguh aku tak ingin melepaskanmu dan kembali kedunia nyata’ hatiku terus mengumamkan kata-kata itu karna saat gadis tersebut ada dalam dekapanku ada perasaan nyaman menyeruak dalam hatiku, aku merasakan rasa hangat yang menyenangkan dan aneh tapi aku suka perasaan ini.

“Sehun-ah...” ucap Noona itu setelah beberapa detik berlalu, aku tersenyum pahit saat penggilanya itu membawaku kembali pada kenyataan kalau waktuku bersamanya telah habis untuk hari ini.

“Selamat malam Miran, tidurlah yang nyenyak” bisikku lembut pada telinganya lalu perlahan  melepaskan pelukanku darinya walaupun ada perasaan sakit saat harus menjauhkan tubuhku dari tubuh wanita berambut bob itu.

Aku membalikan badanku dan berjalan menjauhinya, berjalan kembali ke kamarku. Haaahhh kenapa waktu berjalan begitu cepat! Aku menutup pintu kamarku segera dan menguncinya takut-takut saat otaknya sudah bisa mencerna apa yang terjadi gadis itu akan mengamuk dan menghajarku habis-habisan, terlebih tak ada alasan yang bisa kuberikan padanya saat ini untuknya.

Dan beberapa detik kemudian...

“YAK! OH SEHUN KAU INGIN MATI, HUH?!” Miran menggedor-gedor pintu kamarku dengan membabi buta. Huft! Untung saja aku sudah menguncinya tadi lihatlah betapa kerasnya  ia memukul pintu itu.

Suho dan Baekhyun Hyung yang bingung dengan kelakuan Miran hanya menatapku dengan pandangan tanya namun tak ada yang biasa aku lakukan selain menjawabnya dengan sebuah senyuman, sebab aku tak mungkin berkata bahwa Miran mengamuk karna aku baru saja memeluknya dengan penuh kasih sayang. Tidak mungkin.

Kesokan harinya Miran mengintrogasiku saat membangukanku dari tidur, dengan keadaan masih setegah sadar aku menerima pandangan tajam dari gadis itu.

“Oh Sehun! Kenapa kau memelukku seenak jidatmu, huh?!” ucapnya tajam dengan setengah berbisik.

“Apa maksudmu?” tanyaku yang masih belum pulih dari kantuk dengan mengucek sebelah mataku.

“Ck! Namja ini benar-benar!” ia menjitak kepalaku sebagai pelampiasan rasa kesal dan berhasil mebuatku tersadar sepenuhnya.

“Ouch! Baiklah aku minta maaf, tapi aku melakukannya sebagai ucapan selamat malam bisa” ujarku bohong, dan gadis itu tampak berfikir sejenak.

“Baiklah kali ini kau kumaafkan! Tapi sekali lagi kau melakukan hal bodoh seperti itu aku akan membalasnya dengan hal yang bahkan tak bisa kau bayangkan!” lalu gadis itu pergi begitu saja, hehe ancaman itu tak membutku merasa sedikitpun terancam ,entah mengapa aku ingin memeluknya lagi. hemmm memeluk gadis itu sungguh memebuatku nyaman lalu aku memeluk gulingku sebagai pelampiasan.

Namun hari buruk tiba pada hatiku, saat itu kami sedang menghadiri acara melon award dengan Miran yang berdandan begitu cantik. Ia sangat cantik dengan gaun hitam yang membalut tubuh kecilnya hingga mataku tak henti mencuri pandang padanya. Namun yang menyadari kecantikan Miran bukan hanya aku tapi kami berduabelas hingga ia dijadikan bahan rebutan dan terus dielu-elukan, bahkan Kris Hyung mulai mengatakan hal-hal yang tak masuk akal dan tentu saja aku tak mau kalah dengan mengatakan “Miran, kau lebih bercahaya dari bintang yang ada dilangit” tapi bukannya tersanjung gadis itu justru marah-marah karna merasa muak dengan kata-kata kami, sungguh begitu sulit untuk mendapatkan hatinya.

Kami pulang dengan membawa beberapa penghargaan dan aku yakin sekarang semua member sekarang sedang berada dalam mood yang baik hingga tiba-tiba Kris Hyung menyadari jika Miran tak ada di antara kami. Mendengar pertanyaan itu aku segera mengedarakan pandanganku ke segala arah mencari sosok Miran.

“Hey lihat itu!” suara Chen Hyung mengalihkan pandanganku, ia menujuk ke salah satu arah dan membuat semua member mengikuti arah pandangannya.

Aku menajamkan mataku untuk meliahat apa yang dimaksud Chen Hyung dan ternyata itu adalah Miran yang sedang berbicara dengan salah satu member Super Junior Sungmin Hyung.

“Apa yang mereka lakukan?” tanyaku tak suka melihat keakraban mereka.

“Hey coba lihat!” Baekhyun Hyung yang mnegucapkan kata-kata itu lagi dan hal itu membuat mataku terbelalak.

“Dia memeluk Miran kita?!” Chanyeol mengatakan apa yang ia lihat, sungguh tak usah kau katakan aku juga tahu jika Miran sedang dipeluk oleh senior menyebalkan itu, maaf saja jika aku terdengar kurang hormat pada senior kami tapi hatiku dan mataku sungguh terasa sakit saat melihat kejadian itu.

‘kenapa ia mau dipeluk namja lain, sedang ia marah-marah saat aku memeluknya?’ kata-kata itu terus terbarsit dalam pikiranku selama perjalanan pulang.

“Aku tahu kalian pasti bertanya-tanya tentang hubungan Sungmin dan Miran” ucap Manager Gil yang sedang menyetir. Hah! Untung saja bukan Miran yang menyetir untuk kami jika tidak aku akan menghujaninya dengan berbagai pertanyaan dan aku yakin aku pasti tak dapat menahan emosiku.

“Jadi apa hubungan mereka?” tanya Suho Hyung dengan wajah penuh selidik.

“Aku juga tak tahu, tapi bisakah kalian tak membahas hal ini di depan Miran?”

“Manager Gil, kenapa kau terus mengingatkan kami agar tak membicarakan masalah ini dengan Miran?” tanyaku akhirnya setelah cukup lama terdiam, karna saat kami melihat Sungmin memeluk Miran Manager Gil juga berkata agar jangan membahasnya di depan Miran dan sekarang ia mengigatkan hal itu lagi. Kenapa? Apa alasannya? Kenapa tak boleh bertanya? Tidak tahukah dia aku butuh penjelasan untuk meredam rasa sakit di hatiku?!.

“Sebaiknya lakukan saja apa yang aku minta” jawab Manager Gil yang menurutku sama sekali bukan jawaban.

Aku mendesah kasar dan membuang pandangan pada gelapnya jalan malam.

Setelah sampai di dorm, kami mengadakan pesta walau jujur saja aku tak begitu menikmatinya namun kurasa yang lain sangat menikmati pesta itu terlebih lagi Miran, dia terlihat begitu bahagia dan bangga dengan kami semua, sedang aku lebih memilih mendengarkan penuturan para member tetang perasaan mereka saat memenangkan penghargaan dan memakan ayam goreng yang ada di hadapanku, lalu merebahkan diri di sofa karna badan dan pikiran ohhh kurasa hatiku juga merasa lelah yang amat sangat.
**
Pagi harinya semua member sibuk karna Noona jelek itu belum juga bangun dari tidurnya padahal hari sudah beranjak siang. Secara bergantian kami mengetuk pintu kamarnya tapi tak ada jawaban dari dalam sana apa gadis itu tidur bagitu lama sebab tahu jika jadwal hari ini baru dimulai sore nanti?

“Aku lapar” Tao yang sejak tadi mengluh lapar mulai membuat orang-orang merasa terganggu dengan keluhanya, ia terus menerus berkata lapar hingga membutku sebal! hal ini pasti tak akan terjadi jika Miran bangun tepat waktu.

"Hyung, apa mungkin dia sakit??" tanya Chanyeol akhirnya pada Suho yang duduk di karpet bermotif srigala bersamanya, aku yang mendengarkan percakapan itu dari mini bar mulai memikirkan hal yang sama. Apa dia sakit? Bagaimana jika ia benar-benar sakit?

Namun ternyata kenyataannya tidak seperti itu, ternyata Shin Miran hanya bangun kesiangan saja, hah! Padahal aku sudah repot-repot khawatir untuknya ternyata ia hanya sedang menjadi kukang yang hobi tidur, tapi dari yang aku ingat Shin Miran merupakan gadis yang sangat disipling dengan waktu, sedikit aneh jika ia terlalu larut dalam tidurnya.

Dan tak butuh waktu lama akupun menemukan jawabannya ternyata ia sengaja terjaga dalam tidurnya sebab ayahnya datang walaupun itu hanya di alam mimpi, aku baru tahu bahwa gadis itu sudah tak memiliki ayah lagi di sisinya, ayahnya sudah lama meninggal. Ahh kenapa ia selalu membuat rasa khwatirku datang untuk menyelimutinya? kasihan sekali Noona itu ia pasti sedih, aku melemaparkan pandanganku pada kamar dimana gadis itu berada dengan pandangan sedih.

"Whoaa! Apa yang kau lakukan di kamarku?!" hemmm ia pasti sudah bangun dari tidurnya. Begitu mendengar teriakan miran kami segera berlari kekamar gadis itu untuk memastikan ia baik-baik saja.

Dan sepertinya dia baik-baik saja. Wajah yang terkejut, mata yang mentap tajam, teriakan-terikan yang memekakan telinga... Yap! gadis itu memang baik-baik saja dan begitu kuat hingga membuatku kembali tersenyum melihatnya.

Benar kenapa aku begitu khawatir padamu sedangkan kau adalah gadis terkuat yang pernah kutemui? Kumohon jagalah hal itu baik-baik, maka dengan begitu aku tak perlu merasa terlalu khwatir tentang hari-harimu, sebab kau adalah Shin Miran.

Karna kau adalah Noonaku yang kuat!
***
Taddaaaaaaa selesailah wawancara kita dengan oh sehun, maaf sehunnya udah cau duluan dia bilang ada syuting entah syuting apa, soalnya Dinthor gak diajak padahal udah ngerengek-rengek dan mengeluarkan jurus aegyo tapi tetep gak boleh ikut, hehe.

Gak butuh waktu lama sih buat bikin sehun diary ini, yang lama itu mencari dan mendalami karakter sehun soalnya di manage your manager karakter member itu gak begitu di tonjolin jadi...

Ahhh kenapa malah curhat, jadi ya gitu deh pokonya gitu.

Maaf ya kalo ceritanya sehun belom bisa sampek the end soalnya MYM juga belom The End jadi kita gak tahu apa yang akan terjadi dengan miran dan sehun, tapi harus diakui bahwa pesona sehun itu emang luar biasa walaupun miran belom menyadarinya. Poor sehun T^T yang tabah ya, tapi di balik curhatan ini Dinthor tau kok kalo Thehun oppa benar-benar seorang namja dewasa. Fighting!

Ummm mau ngomong apa lagi ya? Udah deh makasi aja udah baca ffku ini gomawoyo all J


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: