Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Manage Your Manager Part 7

Tittle                  : Manage Your Manager Part 7
Author               : DinDong
Twitter              : @indeenski
Blog                   : dindongdeng.blogspot.com
Cast :
-EXO
-Shin Miran (OC)
-Super Junior
Genre    : Brothership, Drama, sedikit humor, Romance *akhirnya bisa nulis ni genre*.

Yaampuuunnnn tidak terasa MYM udah sampek Part 7 *keplok keplok* duhh author mo ngomong apa ya?? Bingung nih, yaudah deh Cuma mau ngucapin makasih buat para pembaca setia *peluk satu-satu degan airmata berlinang* hahahaha.
Yang pasti yang harus kalian tau *kebanyakan kata ‘yang’ deh kak -_-* semakin banyak partnya maka semakin dekat dengan akhir dari cerita ini. walaupun jujur author blom kepikiran endingnya karna masih sayang banget sama ni ff *peluk kai erat erat/?*
Duhhh tadi katanya bingung mau ngomong apa ehh sekarang malah kebanyakan ngomong -_-
Yaudah deh seperti biasa happy reading all ^^, sekedar mengingatkan *lagi dan lagi* kalo FF ini murni hasil pemikiran DinThor jd no kopi pastel ehh copy paste maksudnya, *masa iya dari part 1 sampek 7 DinThor gak bisa ngomong paste* dan di tunggu RCL dari kalian karna komen2 itu pasti aku baca kok, walo mungkin agak telat untuk membalas *bow sedalam dalamnya*...
Ohh ini link part sebelumya:
Sekali lagi selamat membaca :)

_*_*_*_*_*
EXO tiba tepat waktu sesuai jadwal, Miran menunggu di samping panggung karna saat ini EXO sedang diwawancarai untuk red carpet, setelah selesai seluruh member menghampiri Miran dengan tidak sabar,  tentu saja untuk mengagumi Miran yang terlihat sangat cantik walau dengan polesan make up yang sengaja dibuat senatural mungkin, bahkan dress yang Miran gunakan pun jauh lebih simpel dibandingkan para artis yang ada di acara itu.

“Woooowww, apa kau Miran kami?” tanya Xiumin setengah tak percaya.

“Tentu saja dia Miran kita, cantik bukan?” Chanyeol tersenyum bangga.

“Kau terlihat seperti seorang manager sekarang, Shin Miran-shii” Luhan mengerlingkan matanya.

“Benar Hyung! Aku setuju denganmu, tapi tidak dengan kerlingamu” Tao memberikan pukulan ringan pada lengan Luhan yang terbungkus jas hitam, yang membuatnya terlihat tampan.

“Berhentilah bertengkar, dan duduklah” perintah Miran pelan ketika mereka tiba di depan dua buah meja bundar dengan tulisan EXO di sebuah papan kecil dimasing-masing meja, ruangan itu sangat luas dan di tata dengan sedemikian apik hingga terlihat sangat mewah dan megah, tapi hal itu sama sekali tidak mengejutkan karna mereka sudah melihatnya kemarin saat gladi resik.

Sebelumnya Manager Gil sudah menjelaskan tentang  susunan tempat duduk yang dibagi dalam dua kelompok, kelompok pertama terdiri dari Kris, Yeol, Sehun, D.O, Lay dan Luhan lalu kelompok kedua terdiri dari Tao, Baekhyun, Xiumin,Kai, Chen dan Suho. Miran mengambil tempat duduk disebelah Kris dan Manager Gil duduk di sebelah Suho untuk memudahkan komunikasi dengan para leader.

“Hyung kenapa kau duduk disini?” protes Tao pada Manager Gil



“Kenapa? Apa aku perlu memakai gaun agar bisa duduk disini?” tanya mananger gil setengah tertawa. Yang disambut manyun oleh member yang duduk di meja itu.

“Apa Kailan sekarang terpesona dengan manager kalian sendiri?” tanya Manager Gil masih berusaha melucu.

“Setidaknya ia lebih enak untuk di pandang” canda Baekhyun.

“Hahahahaha, masih banyak gadis di sini untuk kalian, tak mungkin Miran berkencan dengan 12 orang sekaligus” Manager Gil membetulkan dasi kupu-kupu yang melingkar di kerah lehernya.

“Tentu saja bisa, satu orang satu bulan” celetuk Chen yang mendapatkan ide entah dari mana.

“Aku setuju dan bulan pertama aku yang akan berkencan dengannya, karna aku yang palig tua” kata Xiumin menunjuk dirinya, rambut coklatnya sedikit bergoyang saat ia bergerak.

“Bagaimana jika kita mulai dari yang paling muda saja?” usul Tao dengan wajah serius.

“Kenapa selalu dimulai dari yang lebih tua atau yang lebih muda?? Kenapa tidak dimulai dari tengah? Inikan ideku” protes Chen yang bosan dengan perdebatan antara kaum muda dan tua.

“Ahhh sudahlah, berhenti menghayal yang tidak-tidak! Lebih baik kalian mempersiapkan diri kalau-kalau kalian memenangkan penghargaan” ucap Manager Gil yang yakin bila pembicaraan ini dilanjutkan maka akan terjadi perdebatan panjang.

Jika perdebatan yang terjadi di meja Manager Gil sudah dapat diredam, maka berbeda dengan meja yang diduduki oleh Miran. Bukan perdebatan yang terjadi disana, tapi beribu pujian yang terus terlontar dari bibir para member yang duduk di sana untuk Miran. Beruangkali Miran berkata untuk menghentikan itu semua, awalnya memang ia sangat tersanjung dengan pujian-pujian itu namun lama-kelamaan ia mulai muak dengan pujian-pujian yang berlebiahan dari para member, seperti gombalan yang dikeluarkan oleh Sehun “Miran, kau lebih bercahaya dari bintang yang ada dilangit”, atau Kris “kau seperti galaxy yang mengelilingi planet hidupku”, ohh Miran sangat-sangat lelah mendengarkan semua itu, mereka semua justru tidak fokus dengan acara yang berlangsung hingga Miran mengatakan “sebentar lagi nominasi untuk kalian akan di bacakan! Fokuslah!” barulah anak-anak itu bisa tenang dan kembali menatap kepanggung.

Didepan sana aktris sekaligus penyanyi Park Shin Hye sedang mengumumkan pendatang baru terfavorit dan EXO masuk dalam nominasi, Miran melihat pria-pria yang tinggal bersamanya itu terlihat begitu tegang, bahkan Yeol yang biasanya terlihat santai saja tak dapat menutupi rasa tegangnya, namun harus Miran akui bahwa ia sendiri juga mersakan ketegangan yang sama. Dan detik berikutnya park Shin hye menyebutkan EXO sebagai pemenangnya. Mereka semua melonjak bahagia dan saling ber hi-five. Lagu wolf yang beberapa minggu ini mereka tampilkan mengaung keseluruh ruangan. Dengan langkah tegap EXO melangkah ke panggung di ikuti dengan jeriatan fans yang juga berbahagia dengan keberhasilan mereka. Miran menatap bangga pada kakak-kakaknya itu, ‘apakah ini rasanya memenangkan penghargaan besar?’ gadis itu bertanya pada dirinya sendiri.

“We are one, annyeonghasseo EXO-imnida!” dengan lantang mereka meyerukan slogan yang selalu mereka banggakan itu.

Satu persatu mereka mengucapkan terimakasih pada orang-orang yang telah mendukung dan selalu membantu mereka, dan tentu saja Manager Gil dan Miran juga ikut disebut, dan entah mengapa ketika melihat member EXO seperti itu membuat Miran menyadari betapa mempesonanya mereka.

“Terimakasih atas kerja keras para staff dan manager kami yang selalu memberikan semua yang terbaik untuk EXO” ucapan Suho tergiang-ngiang di telinga Miran.

‘Aku tidak terlalu buruk sebagai managerkan, oppa?’ batin Miran saat ia melihat ke arah tempat duduk super junior yang ada di bagian depan kiri meja EXO. Sungmin yang duduk disana membalikkan badannya seolah-olah seperti bisa mendengar apa yang Miran pikirkan, ia tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya untuk Miran yang matanya sudah berkaca-kaca sebagai tanda bahwa Miran sudah bekerja dengan sangat baik sebagai seorang manager.

Sejujurnya sedikit rasa iri menyelinap dalam hati kecil Miran, ia juga sangat ingin berdiri di atas panggung itu, seandainya ia bisa. ‘bukankah akan sangat menyenangkan jika kita semua ada di atas sana? Apa aku bisa berdiri sejajar dengan kalian di panggung semegah itu?’ Miran bertanya-tanya dalam hati. Namun saat ini melihat EXO menang saja ia sudah merasa senang mengingat betapa kerasnya latihan yang mereka jalani jadi tentu saja sebuah penghargaan sangat pantas untuk mereka terima sebagai buah dari kerja keras.

Setelah Suho dan kawan-kawannya menghilang di balik panggung, Miran memberikan isyarat pada Manager Gil bahwa ia akan pergi ketoilet untuk membenarkan riasanya, karna ia sudah berjanji pada Desainer Nam untuk tidak merusak make up-nya mengingat desainer itu tak ingin hasil karya-nya rusak karna air bening yang berlinang dari mata gadis itu .

Di dalam toilet Miran tak disangka bertemu dengan dua orang member girl band yang ia kenali sebagai salah satu nominasi saingan EXO untuk penghargaan tadi.

“Jelas saja mereka yang menang, karna mereka berasal dari agensi besar yang sudah sangat terkenal!” gadis berambut pirang itu mengepalkan tangannya sebal.

“Benar eonni, mereka tidak seperti kita yang harus merangkak dari bawah” balas gadis bermata bulat tak kalah kecewa. Miran yakin bahwa mereka tak tahu bahwa ia adalah manager EXO.

Miran hanya mendengarkan mereka sambil menatap pantulan bayangannya dalam cermin.

“Iyakan? Semua orang tahu bahwa EXO hanya rookies yang mendompleng nama besar senior meraka! Aku sungguh sebal!” gadis pirang itu menyipitkan matanya. Miran yang mendengar semua itu rasanya sangat ingin menjambak rambut mereka, tapi ia harus menelan kekesalanya dan memilih untuk keluar dari toilet sebelum amaranya meledak dan menimbulkan masalah yang berujung panjang.

“Mendompleng apanya?! Mereka pikir mudah untuk menjadi besar seperti sekarang?! Apa mereka kuat jika harus menjadi trainee SM yang tekenal sangat ketat dalam latihan itu?! Dasar gadis gila! Wajar saja kalian tidak menang jika tingkah laku kalian begitu buruk!” Miran marah-marah tak jelas untuk meluapkan emosinya. Gadis itu sekarang berjalan menuju belakang panggung untuk menemui EXO yang sedang bersiap untuk perform. Begitu melihat Miran memasuki ruangan ganti EXO, para member langsung berhambur memeluknya, yang disambut dengan keterkejutan Miran.

“Kita menang Miran! Kita menang!” teriak Kai dengan senyum mengembang hingga embuat kedua matanya menyipit sempurna.

“Woooohhhhoooo” D.O berteriak senang dan melompat-lompat, sepertinya manja imut itu sedang mengalami ledakan energi yang tak dapat dibendung.

“Kakak-kakaku yang tampan, kalianlah yang terbaik!” seru Miran yang sangat bangga akan artis yang sekarang berada dalam asuhanya, kata-kata itu membuat pelukan member semakin erat pada Miran.

“Hey.. aakkk.. aku.uu tak bis.a... ber..naf..aasss!!” Miran mulai kehabisan nafas karna pelukan yang terlalu erat.

Melihat manager kesayangannya seperti itu, EXO langsung melepaskan pelukan mereka dan memberi Miran sedikit ruang untuk bernafas.

“Kenapa kau begitu rapuh?” tanya Tao.

“Hahahaha, bukan dia yang rapuh Tao-ya tapi kitalah yang memeluknya terlalu erat” Baekhyun tertawa diikuti dengan yang lain.

“EXO kalian tampil 2 menit lagi” salah satu staff acara masuk kedalam ruangan untuk mengingatkan mereka agar segera bersiap.

“Kalian dengar itu? segera bersiap dan tampilkan performa yang luar biasa!” seru manager gil yang sedari tadi tersenyum di sudut ruangan memandang anak-anak muda yang sedang larut dalam kebahagiaan tersebut.

**

Acara penghargaan itu akhirnya selesai dan sekarang EXO sedang bersiap untuk kembali ke dorm mereka. Seluruh member dan manager gil sudah berjalan menuju area parkir, namun kenapa Miran tak terlihat diantara rombongan itu? kemana gadis itu pergi?.

“Hey Lu, kau tau kemana perginya Miran?” tanya Kris yang pertama kali menyadari bahwa gadis berambut bob itu tak ada di antara mereka.

Mendengar pertanyaan Kris itu refleks Luhan langsung menatap sekelilingnya mencari sosok Miran.

“Entah, apa mungkin ia pergi ke toilet?” Luhan balik bertanya dengan nada tak yakin.

“Hey lihat itu!” Chen menujuk ke salah satu arah dan membuat semua member berhenti melakukan aktifitasnya dan mengikuti arah pandangan Chen.

Mereka dapat melihat seorang gadis yang sedang bercengkrama dengan namja yang sangat mereka kenal, gadis itu adalah sosok yang sedang Kris tanyakan keberadaannya dan namja itu tak lain adalah Sungmin, senior mereka sendiri.

“Apa yang mereka lakukan?” tanya Sehun tak suka.

“Hey coba lihat!” kata-kata itu kembali terdengar namun sekarang Baekhyun yang mnegucapkanya.

“Dia memeluk Miran kita?!” Chanyeol membulatkan matanya tak percaya, dan yang lebih menyebalkan lagi mereka dapat melihat Miran tersenyum dalam pelukan Sungmin.

Sedang Kai yang meihat itu semua hanya memilih untuk membuang pandangannya kearah lain, kemanapun asal tak melihat Miran tersenyum pada namja lain.

**

Ketika Miran hendak keluar dari ruang acara bersama dengan yang lainnya, tiba-tiba Sungmin menarik gadis itu untuk menjauh dari gerombolannya.

“Ranran-ya, kau sudah tumbuh dewasa sekarang! Aku bangga padamu” ucap Sungmin dengan mengacak acak rambut gadis di hadapannya. Ohh iya, Ranran merupakan pangilan yang Sungmin berikan pada Miran, karan menurutnya panggilan itu sangat sesuai dengan keimutan Miran saat mereka pertama kali bertemu beberapa tahun silam.

“Oppa jangan merusak dandananku!” rengek Miran sambil merapihkan kembali tatanan rambutnya dengan jari-jari lentik yang ia miliki.

Miran memang akan selaku menjadi anak kecil dan merengek pada namja yang ada dihadapanya itu.

“Ahh mian, Desainer Nam pasti akan membunuhmu jika tahu dandanan sempuran yang ia buat rusak” ucap Sungmin yang sekarang membantu Miran merapihkan rambuntnya.

“Bagaimana kau bisa tau?” tanya Miran bingung.

Sungmin mengedipkan sebelah matanya.

“Rahasia” jawabnya dengan senyum jahil.

“Rahasia? Ummm paling-paling disainer nam meminta pendapatmu untuk memilihkan baju apa yag harus aku kenakan” tebak Miran dengan menatap Sungmin datar.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Sungmin dengan mata terbelalak, tak menyangka bahwa adiknya itu bisa menebak apa yang terjadi.

“Karna baju yang sedang aku kenakan ini sangat sesuai dengan seleramu bukan?” jawab Miran santai.

“Hahahaha, gadis pintar!” Sungmin mencubit pelan hidung Miran.

“Aku bangga padamu ranran” ucap Sungmin dengan sangat tulus lalu memeluk gadis bergaun hitam tersebut.

“Kau bisa melakukan tugasmu dengan baik, walaupun awalnya aku sangat khawatir jika....” kata-kata Sungmin terhenti karna Miran yang melepaskan pelukan mereka.

Sungmin dapat melihat senyum yang mengembang di wajah cantik Miran.

“Aku baik-baik saja oppa, jadi tak perlu khawatir seperti itu” ucap Miran penuh kekhawatiran.

Member super junior itu membalas sunyuman Miran.

“Aku tak akan pernah berhenti mengkhwatirkamu, seorang kakak tak akan pernah berhenti mengkhawatirkan adiknya, bukan?”.

Itulah adengan yang dilihat EXO dari jauh, mereka hanya bisa melihat kejadian itu tanpa dapat mendengar pembicaraan Miran dan Sungmin, jadi jangan heran jika nantinya terjadi kesalah pahaman karna kejadian malam ini.

**

Keadaan dorm sudah sedikit sepi karna beberapa member yang sudah terlelap, mereka semua tertidur di ruang tengah karna barusaja merayakan kemenangan mereka, hanya Miran Suho, Kris, dan Xiumin yang masih terjaga. Sebenarnya sejak perjalanan pulang para member sudah ingin bertanya tantang apa yang mereka lihat saat di area perkir tadi, namun manager gil melarang mereka untuk bertanya karna tak ingin merusak suasana.

Miran seperti biasa membersihkan sampah-sampah yang berserakan diruang tengah di bantu Suho, Miran yakin sekali bahwa Xiumin tidak berniat untuk membantu mengingat namja sudah malas bergerak, sedangkan Kris sudah terlihat sangat mengantuk.

Kedua orang itu hanya diam dan melakukan pekerjaan mereka dangan pikiran yang mengawang entah kemana.

“Ada yang ingin aku bicarakan” ucap kedua orang itu bersama-sama hingga membuat suasana bertambah canggung.

“Baiklah kau dulu yang bicara” kata Suho yang memilih mengalah.

“Umm... maafkan aku” ucap Miran pada Suho yang kini sudah sibuk mencuci piring.

“Maaf untuk apa?” tanya Suho menatap Miran sekilas dan kembali mecuci, ‘apakah Miran akan meminta maaf atas kejadian yang mereka lihat tadi?’ batin namja itu.

“Untuk kata-kata kasar yang aku ucapkan pada kalian saat pertama kali kita bertemu...” kata-kata Miran terhenti untuk mengambil nafas, “aku mengatakan bahwa kalian hanya grub baru yang belum ada apa-apanya” Miran menggigit bibir bawahnya karna rasa tak enak dihatinya, perkataan gadis yang ia temui di toilet tadi terus terngiang dalam benaknya.

Mendengar itu Suho menghentikan kegiatanya dan menatap Miran penuh selidik.

“Ada apa? Tak biasanya kau bersikap seperti ini?” tanya Suho lembut pada gadis di hadapanya.

Dengan sedikit ragu Miran menjelaskan apa yang ia dengar saat ada di toilet tadi, dan mendengar itu semua Suho hanya tersenyum lalu berkata, “sekarang kau tau sebab aku terliahat begitu marah saat kau mengatakan kami bukan apa-apa?” Miran mengguk kecil.

“Dan karna itu juga kami bekerja keras. Agar bisa membuktikan bahwa kami disini karna kami memang pantas, walau mungkin kami harus terjatuh dan cidera karna itu semua, tapi kami tidak akan menyerah kami percaya bahwa kesuksesan datang pada mereka yang berusaha keras untuk mendapatkannya” Suho terenyum dan mengelus puncak kepala gadis yang matanya sudah berkaca-kaca itu.

“Gomawoyo oppa” ucap Miran pelan.

“Jangan menangis untuk hal seperti ini Miran, air matamu terlalu berharga” Suho menatap Miran dan tersenyum.

Dan tanpa kedua orang itu sadari, Xiumin yang mendengar seluruh pembicaraan mereka hanya dapat tersenyum ‘Miran-ah kami akan bekerja keras untuk yang tebaik, hingga kau tak akan mendengar hal seperti itu lagi dari orang-orang yang meremehkan kita’ Xiumin menyandarkan dirinya di bahu Luhan dan tertidur.

**

Pagi hari semua orang bangun terlambat karna pesta yang di gelar semalam. Termasuk Miran, ia terlamabat bangun karna setelah bersih bersih semalam ia harus mengatur jadwal untuk bulan depan dan itu semua memakan waktu beberapa jam sehingga ia baru tidur pukul 5 pagi. 
Terdengar pintu diketuk dari luar kamar Miran.

 Tok-tok-tok...

"Miran? Kau sudah bangun?" suara Xiumin terdengar dari balik pintu. Tidak ada jawaban dari dalam kamar.

"Sepertinya dia masih belum bangun" ucap Xiumin pada adik-adiknya yang juga menunggu Miran bangun.

"Bagaimana ini? Ini sudah jam 10 pagi dan dia masih saja tidur" Baekhyun menunjukan tatapan putus asa.

Iya mereka putus asa karna sudah berulang kali pintu itu di ketuk tapi tetap tak ada jawaban.

"Aku lapar" ucap Tao memegang perutnya yang keroncongan.

"Hyung buatkan sesuatu untuk di makan..." Tao merengek pada D.O yang sedang tidur-tiduran di sofa.

"Aku terlalu lelah untuk memasak, pesan makanan saja" D.O menutup wajahnya dengan bantal sofa.

"Benar kita pesan ayam saja!" Kai menatap member lain dengan semangat.

"Kenapa kau begitu suka makan ayam" Lay mengeluh dengan kebiasaan Kai itu.

"Hyung, aku tak bisa hidup tanpa ayam, kau harus mengerti dengan keadaanku ini" Kai menjelaskan dengan tatapan memelas.

"Dan aku tak bisa hidup jika hanya memakan ayam!" Lay mendengus sebal.

"Sudah, berhentilah berdebat" Kris melerai adik-adiknya yang selalu ribut jika menentukan sesuatu untuk dimakan dan biasanya Miran lah yang akan menyelesaikan permasalahan ini dengan memesankan makanan yg memiliki gizi yang lengkap untuk mereka. Tapi saat ini gadis itu masih terlelap dalam tidurnya.

"Tao kau pesan saja salah satu menu yang semua orang suka di restoran italia yang dekat sini agar mereka cepat mengirimnya ke dorm kita" perintah Suho akhirnya. Dengan sigap Tao mengambil handphone yang sedang di mainkan oleh Chanyeol dan menelpon restoran italia yang ada di ujung jalan. "Hey aku sedang... Ahhhh" chan Yeol hanya bisa mendecak kesal dengan ulah Tao itu padahal sebentar lagi ia akan memecahkan rekor dari permainan yang ia mainkan.

"Hyung, apa mungkin dia sakit??" tanya Chanyeol akhirnya pada Suho yg duduk di karpet bermotif srigala bersamanya.

"Mungkin saja, mengingat dia selalu tidur larut dan kau juga tahukan jika tubuhnya itu begitu kurus" Suho terlihat cemas dengan berbagai dugaan yang muncul di kepalanya.

"Bagaimana jika kita masuk saja kekamarnya" Luhan memberikan saran.

"Kau saja yang masuk, kalau aku tidak mau" jawab Tao yang baru saja selesai memesan makanan, dan kembali memegangi perutnya yang terasa sangat lapar itu.

"Kau takut terkena amukan Miran bukan?" ejek Baekhyun, EXO memang memiliki kebiasaan masuk kamar tanpa ijin pemiliknya, tapi hal itu tak belaku di kamar Miran karna mengingat Miran yang masih berstatus sebagai wanita maka keduabelas namja itu tak bisa seenaknya masuk tanpa ijin.

"Memang kau berani?" Tao mempertanyakan keberanian Baekhyun.

"Aku? Aku berani! Tentu saja berani" Baekhyun membusungkan dadanya untuk menunjukan keberanian yang dia miliki.

"Jika kau benar-benar berani, buktikanlah" Tao menunjuk-nunjuk Baekhyun dengan satu tangan, sedangkan tangannya yang lain masih memegangi perutnya.

"Ummm akan lebih baik jika kita buka sama-sama saja, hehe" usul Baekhyun yang ternyata nyalinya tak sebesar omongannya.

"Kalian sama-sama pengecut, hahaha"sang maknae yang dari tadi mendengarkan perdebatan Tao dan Baekhyun tertawa mengejek.

"Memang kau berani?" sekarang giliran Sehun yang di tantang oleh Baekhyun dan Tao.

"Tentu saja" jawabnya tegas, Sehun bangkit dari tempat duduknya di mini bar dan berjalan dengan sombong menuju pintu kamar Miran.

"Hyung, tolong minggir" Sehun menyuruh Xiumin minggir dari depan pintu kamar dan namja berpipi tembem itupun menjauhi pintu dan duduk di sebelah Chen.

Sekarang semua member sedang menatap Sehun, mereka menunggu apa yang akan di lakukan oleh maknae itu, apakah ia benar-benar berani masuk tanpa ijin ke dalam kamar gadis muda itu?

Tok-tok-tok.., Sehun mengetuk pintu kamar Miran dengan santai.

"Miran kau sudah bangun? ayo bangunlah ini sudah siang!" Sehun berteriak dengan keras hingga Chen yang berada di dekatnya menutup telinganya.Tapi tetap tak ada jawaban dari dalam kamar.

"Miran, jika kau tak menjawab maka aku akan masuk!" teriak Sehun lagi. 'wow namja itu benar-benar akan melakukannya' Kai yang melihat itu bangkit dan berlari mendekati Sehun. Dan semua orang sedang menatap Kai bingung, termasuk Sehun.

"Sehun-ah aku akan ada di sampingmu untuk menghadapi situasi ini" ucap Kai mantap. Sehun memandang Kai dengan tatapan tak percaya.

"Kai-ah kau mau ikut berjuang denganku untuk masuk kekandang singa?" ucap Sehun yang sengaja di buat-buat sehingga terdengar seperti suara yeoja.

"Iya Sehun-ah, mari kita hadapi ini bersama!" Kai memandang Sehun dengan tatapan yang membuat orang jijik karna kelakuan mereka berdua.

Melihat itu Kris hanya bisa menggeleng. Baekhyun bertingkah seolah-olah dia akan muntah.

"Cepatlah!" Chen yang sudah tak kuat melihat kelakuan Kai dan Sehun itu berteriak galak.

"Ne!" jawab Sehun singkat lalu memutar knop pintu Miran yang ternyata benar-benar tidak di kunci.

Awalnya Sehun berfikir bahwa ketika ia memutar knop pintu itu pintunya terkunci sehingga ia tidak perlu masuk dalam kamar Miran dan dapat lolos dari amukan Miran, namun yang terjadi justru kebalikannya.

"Wah tidak dikunci! Ayo masuk Sehun-ah" pekik Kai.

"Um..iya tidak terkunci" jawab Sehun gugup.

"Kau kenapa? Takut?" Tao yang melihat perubahan raut wajah Sehun itu kembali bertanya.

"Aku hanya..." belum selesai Sehun berkata, Kai sudah menerobos masuk kedalam kamar Miran.
Dan semua yang melihat keadaan itu segera mendekatkan diri ke pintu kamar Miran, untuk menyaksikan apa yang terjadi.

Kai berjalan mendekati tempat tidur Miran, sedang gadis itu masih tidur lengkap dengan selimut yang menutupi tubuhnya.

'Ini adalah waktunya balas dendam, karna kau setiap hari berteriak-teriak untuk membangunkanku. Kau fikir itu menyenangkan dongsaeng? Terimalah pembalsanku' Kai tersenyum jahil.

"Miran bangun! Ini sudah jam 10!" Kai mengguncang guncangakan tubuh Miran dengan kasar.

Sekarang semua orang sudah masuk kedalam kamar itu.

Tingtongggg... Tingtonggg...

Seseorang membunyikan bel dorm EXO.


"Itu pasti pesanan Tao" kata Xiumin melirik namja line 93 itu.

"Ambilah Tao!" Luhan menyuruh namja yang terkenal dengan panggilan panda itu.

"Tidak mau! aku ingin menonton ini" Tao menolak perintah Luhan.

"Hey kau fikir ini pertunjukan drama? Cepat ambil makanan itu, bukankah kau bilang kau sangat lapar" perintah D.O dengan galak.

"Baiklah" Tao keluar kamar dengan langkah gontai.

Tingtongggg... Tinggtoonnggggg...

"Iya aku kesana! Berisik sekali sih!" teriak Tao sebal.

Kai cuma bisa tersenyum dengan tingkah Tao dan kembali mengguncang-guncangkan tubuh Miran.

"Miran-ah bang...." 

Miran menarik tangan Kai, ia menggenggam tangan namja itu dengan kedua tangannya.

"Appa, aku ingin tidur sebentar lagi...umm" Miran merengek dalam tidurnya.

"Sepertinya iya bermimpi bertemu ayahnya yang sudah meninggal" ucap Kris saat melihat Miran yang terus menggenggam tangan Kai.

"Ayahnya sudah meninggal?" tanya Lay yang terlihat sangat kaget dengan pernyataan Kris itu.

"Sudah lah, akan ku ceritakan di luar, lebih baik kita biarkan saja Miran tidur sebentar lagi" ucap Kris meninggalkan ruangan yang dipenuhi aksessoris wanita itu.

Member EXO pun mengikuti Kris untuk mendengarkan penjelasan pria berambut coklat tua itu.
Mereka menuju ruang tengah dan bertemu Tao yang berjalan menuju kamar Miran.

"Kenapa kalian keluar? Apa Miran sudah bangun? Aku ingin melihatnya" Tao akan melanjutkan langkahnya namun lengannya di tahan oleh Luhan.

"Lebih baik kau temui dia nanti, ayo kita makan saja" ia menarik Tao dan mendudukannya di sofa.

"Tapi aku..." 

"Kau pesan apa green?" tanya Chen memotong kata-kata Tao, ia sengaja melakukannya agar Tao lupa dengan Miran.

"YA! Jangan panggil aku green!" Tao melotot pada Chen.

"Hahaha aku hanya bercanda, jadi apa yang kau pesan?" Chen terkekeh dan mengelus puncak kepala maknae EXO-m itu.

"Aku memesan pizza yang biasa kita pesan" ucap Tao sambil membuka kardus pembungkus pizza dan seketika aroma harum pizza itu menyebar ke seluruh ruangan.

"Wow aku mau!" dengan sigap Baekhyun mengambil spotong pizza dan melahapnya.

"Jadi ayah Miran sudah meninggal?" tanya Chanyeol pada Kris yang sedang memakan pizzanya.

“Ha? Ayah Miran sudah meninggal?” tanya Tao yang tak mengerti situasi yang terjadi.

"Iya, aku juga baru tahu saat bertemu Leeteuk hyung kemarin" 

"Leeteuk sunbae-nim?? apa yang ia katakan?" tanya Suho mendengarkan pembicaraan itu dari dapur.

"Kau mencari apa hyung?" tanya D.O lalu bangkit dan berjalan menghampiri Suho yang bekutat di depan kulkas.

"Apa kau tau jus anggur yang aku letakan di sini kemarin?" tanya Suho menyisirkan pandangannya keseluruh sudut kulkas berpintu dua itu. Lay yang mendengar itu hanya bisa terdiam, ia tak menyangka jus anggur yang ia minum tadi malam saat ini sedang dicari oleh pemiliknya.

"Kurasa seseorang meminumnya" ucap D.O yang membantu Suho mencari jusnya.

"Aku bertemu denganya saat ketoilet setelah kita perform, dia mengucapkan selamat atas kemenangan kita lalu menyuruh kita untuk menjaga dan lebih memperhatikan Miran" Kris meminum air yang di sodorkan oleh D.O"lalu bagaimana kau tahu ayahnya sudah meninggal?" D.O meminum air dalam botol yang ia bawa.

"Ia juga berkata untuk selalu membuat Miran bahagia, karna sunbae belum pernah melihatnya sebahagia ini semenjak ayah Miran meninggal 6 tahun yang lalu" Kris menatap setiap member yang sekarang terdiam.

"Mungkin itu juga yang membuatnya pindah ke cina" Luhan mengingat kembali ketika Miran berkata ia pernah tinggal di beijing.

"Mungkin saja" jawab Kris mengangkat bahu tak yakin.

Sementara itu di kamar Miran, Kai mendengar semua penjelasan Kris dengan seksama walau sedikit samar.

Tangan namja itu masih di genggam erat oleh Miran.

"Kau pasti sangat sedih" gumam Kai dan mengelus pipi Miran dengan tanganya yang bebas.
Lalu gadis itu tersenyum, namun hanya sebentar lalu wajahnya terlihat sedih.

"Kenapa kau terlihat begitu sedih?" Kai bekata halus pada gadis bermarga shin itu, dan tentu saja tidak ada jawaban.

"Apa selama ini kau hidup seperti ini? Tersenyum di depan semua orang... Namun menangis dan bersedih ketika kau sendiri?" Kai terlihat sedih dengan keadaan Miran yang seperti ini.

Miran menggerakan tubuhnya dan menarik tangan Kai lebih dekat, Kai yang tak siap dengan gerakan Miran itu sekarang tertarik mendekat pada Miran, wajah mereka hanya bejarak beberapa centimeter. Mata Kai terbelalak karna terkejut.

Pipi Kai sedikit memerah, sekarang wajah namja itu terlihat coklat kemerahan, namun bukannya menjauh Kai justru menatap Miran tanpa berkedip, ia memperhatikan setiap lekuk wajah gadis itu 'ia terlihat cantik walau tanpa polesan make up’ namja itu tersenyum. Tapi hal itu terhenti begitu melihat bulumata lentik gadis itu mulai bergerak dan perlahan-lahan mata bulatnya terbuka. Kai segera menjauhkan dirinya dari Miran, walaupun ia belum puas memandangi wajah cantik itu.

Namun namja itu tetap hanya bisa teduduk di pinggir kasur karna tangan Miran masih menggenggam tangannya. Perlahan-lahan pandangan Miran yang kabur mulai terlihat jelas, ia melihat sosok yang sangat ia kenal duduk di pinggir tempat tidurnya yang di balut sprei berwarna biru tua.

"Kau sudah bangun" tanya Kai pada gadis yang belum sepenuhnya sadar itu, dan gadis itu mengerjap beberapa kali.

"Whoaa! Apa yang kau lakukan di kamarku?!" Miran terlonjak mejauh begitu sadar Kai ada di sampingnya, dan pegangan tangan merekapun terlepas.

"Jangan berfikir macam-macam! Aku hanya ingin membangunkanmu!" Kai bangkit dari tempat tidur yang ia duduki.

"Bagaimana bisa aku tidak berfikir macam-macam!" Miran menatap Kai tajam, dan mungkin saja tatapan itu bisa di gunakan untuk memotong kayu karna ketajamannya. Siapapun yang berada di posisi Miran juga akan berfikir macam-macam pada Kai mengingat namja ini suka melakukan hal-hal senak jidatnya sendiri. Para member yang mendengarkan teriakan Miran segera berlari menuju kamarnya.

"Ada apa?!" tanya Suho dengan nafas sedikit tersengal, sementara tangan kanannya masih memegang pizza.

"Kau sudah bangun?" tanya Lay begitu sampai di kamar Miran.

"Bag..bagaimana namja ini bisa ada di dalam kamarku?!" tanya Miran panik sambil menunjuk-nunjuk Kai yang memasang muka sebal, sangat berbeda dengan beberapa menit yang lalu.

“Tentu saja ia masuk lewat pintu, memang kau fikir bagaimana?” jawab D.O sekenanya.

"YA! Sudahku bilang aku disini untuk membangunkanmu!" Kai berteriak tak terima.

"Kau membangunkanku??" Miran mendengus "mana mungkin!" lalu melipat tangannya di depan dada.

"Kai benar Miran, dia hanya ingin membangunkanmu" Luhan berusaha meyakinkan gadis rambutnya sedikit berantakan itu.

"Kau tidak lihat sekarang sudah jam berapa?" tanya Xiumin yang sangat yakin Miran tak tau sekarang jam berapa.

Gadis itu melirik jam berbentuk owl yang tergantung di dinding kamarnya.

'Ini baru pukul 10 lewat 20 pagi' batin Miran saat melihat posisi jarum pendek dan panjang di jam itu.

"APA??!! INI SUDAH PUKUL 10 LEWAT!!" Miran berteriak panik, gadis itu melonjak dari tempat tidurnya dan langsung mengecek tablet berwarna merah untuk melihat jadwal hari ini.

Jadwal hari ini baru akan dimulai pukul 5 sore" ucap D.O yang melihat Miran yang begitu ketakutan.
Dan benar di tabletnya tertulis jadwal hari ini adalah talk show yang di mulai pukul 5 sore.

Gadis itu menghembuskan nafas lega. "Bagaimana kalian bisa tau?" tanya Miran meletakan tablet itu kembali.

"Manager Gil sudah menghubungi kami tadi pagi" jelas Suho lalu menggigit pizzanya.

"Kalian sudah beli makanan?" tanya Miran begitu melihat pizza yang ada di tangan Suho.

"Perut kami tak bisa di ajak berkompromi untuk menunggumu bangun, dongsaeng" ucap Tao sebal. Mendengar itu Miran hanya menunduk menyesal dan sangat yakin bahwa member EXO pasti sudah kelaparan sejak tadi.

“Mianeyo" ucap Miran lirih.

"Sudahlah tidak usah dipikirkan lebih baik kita makan sekarang, ayo keluar" ajak Luhan sambil bejalan kembali menuju ruang tengah diikuti member lain.

"Iya bersihkan dirimu dan segara keluar Miran, ayo Kai" kata Chen lalu pergi meninggalkan Kai dan Miran.

"Dasar yadong" ucap Kai sebal pada Miran yang sudah berfikir macam-macam tentang dirinya.

"Apa yadong?" Miran membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang Kai katakan, bagaimana bisa namja ini mengatakan hal seperti itu.

"Iya, yadong!" Kai menjulurkan lidahnya dan melangkah keluar dari kamar Miran.

"Kau yang yadong oppa!! Kaiadong!" teriak Miran kesal tapi tak dihiraukan oleh Kai, namja itu tetap melangkah keluar tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Melihat kelakuan Kai itu Miran hanya bisa berdecak sebal, dan berjalan menuju kamar mandi.
Di dalam ruangan berdinding kramik hijau itu ia hanya bisa merutuki dirinya sendiri.

"Bagaimana bisa aku melakukan hal bodoh seperti ini!" Miran memukul kepalanya sendiri. Untung saja tak ada jadwal pagi ini, ia tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika hal ini terjadi lagi semua jadwal pasti akan berantakan.
**
Bersambung.... *ceileee kaya sinetron indonesa ya*
haha sambil posting sambil mantengin Te eL,, haaa berharap bisa nonton langsung, namun tak ada yang bisa daku lakukan selain membuat panpik ini hemmm...
ohh iya habis ini yang bakal di post adalah diary dari member exo, lebih tepatnya tentang bagaimana perasaan mereka setelah bertemu dengan miran-shii..
heemmm kira-kira siapa ya?? liat posting berikutnya aja deh..
cau..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: