Special Kai's Diary.
part sebelunya Part11
dalam ff part ini akan berbeda dari diarynya Sehun karna selain akan bercerita dari sudut pandang Kai disini cerita dari MYM ttep dilanjutin makanya di tulis part 12.
(banyak banget Typonya dan sedikit panjang dengan jumlah halaman word 44 halaman, kriting-riting dah tangan gue, hehe maap ya gak pernah bisa gak ngeluh di setiap part wkwkwkwkwk kebiasaan buruk dindong)
uke lets gooo!! gogogo!!
___________________________________________________________________________________
KAI POV
“Akhirnya latihan ini selesai!” seorang
pemuda dengan perawakan lebih kecil dariku berteriak girang ketika kami
menyelesaikan latihan vocal untuk hari ini, siapa lagi kalo bukan Baekhyun
Hyung yang sudah ribut dan terus berkata bahwa ia ingin segera beristirahat
sejak tadi.
“Haaahhh!” aku menghela nafas
panjang dan membenarkan snapback hitamku lalu berjalan gontai menuju pintu
tanpa mempedulikan apa yang sedang di ributkan oleh member lain.
“Kau mau kemana?” Tanya D.O hyung
ketika pengelihatannya menangkap sosok diriku yang hendak keluar dari ruangan.
“Aku ingin mencari udara segar di
atas” ucapku sambil berlalu meninggalkan member lain yang masih menikmati waktu
istirahat mereka.
“Jangan terlalu lama, kita harus
pergi setengah jam lagi” teriak Xiumin Hyung dari sudut ruangan namun masih
terdengar sangat jelas di telingaku.
Aku tak begitu menghiraukan
teriakannya itu dan terus berjalan keluar ruangan. Sungguh aku merasa aku butuh
sedikit ketenangan untuk saat ini, pikiranku terlalu kalut dan lelah karna
sejak tadi terus berusaha untuk focus pada apa yang aku kerjakan walaupun
sejujurnya dalam otakku hanya bisa memikirkan seorang gadis yang entah berada
di mana, sungguh itu membuatku merasa tertekan.
‘Tingggg’ pintu lift yang aku
tunggu terbuka, aku mengangkat kepalaku dan menatap kedalamnya sejenak, tak ada
seorangpun dalam lift itu. Aku pun masuk kedalamnya dan menekan tombol yang
menunjukan tingkat paling atas dari gedung ini. Aku menyandarkan tubuhku pada
salah satu sisi ruangan berukuran sempit itu dan memejamkan mata.
“Hah!! Kurasa aku akan kehilangan
kewarasanku” aku bergumam pada diriku sendiri saat bayangan wajah pucat Miran
kembali muncul dalam otak ini entah sudah keberapa kalinya. Aku kembali membuka
mataku untuk membiarkan pupilku menangkap cahaya.
‘Apa yang kira-kira sedang gadis
itu lakukan saat ini? Apakah ia sudah sembuh atau justru.... agh! Ani! Aku
tidak boleh menikirkan hal yang buruk! Ani!’ aku menggelengkan kepalaku
berusaha menghilangkan pikiran buruk yang ada, jangan sampai semua pikiran
buruk itu terjadi padanya. Aku mohon Tuhan lindungi gadis itu, sungguh jangan
sampai ia terluka.
‘Tiingg’ pintu lift kembali
terbuka tepat di lantai yang kuinginkan. Aku segera keluar dan menaiki beberapa
anak tangga untuk menuju ke atap gedung ini, perlahan aku membuka pintu dan
menemukan taman hijau yang selalu menjadi tempatku menenangkan diri atau
sekedar menghapus rasa jenuh karna pekerjaan atau latihan yang terlalu padat.
Taman itu terlihat sepi tak
sepeti biasanya, mungkin orang-orang terlalu sibuk dengan urusan mereka
sehingga tak ada waktu untuk memandang hijaunya dedaunan. Entahlah aku terlalu
engan memikirkan alasan mengapa taman ini begitu sepi. Mungkin ini justru lebih
baik karna membuatku bisa leluasa melakukan dan meluapkan apa yang kuinginkan. Semua
orang pasti akan lelah jika harus menutupi apa yang mereka rasa dengan sebuah
senyuman seolah mengatakan semua baik-baik saja dan itulah yang aku lakuakan
sejak kemarin, tersenyum untuk orang lain dan menekan perasaanku sendiri. Haha
lucu sekali bukan?
Aku melangkahkan kakiku untuk
menyusuri jalan setapak yang terbuat dari rangkaian batu alam, menarik nafas
panjang berusaha membuang penat dalam pikiranku. Setapak demi setapak,
perlahan-lahan namun tiba-tiba langkahku terhenti begitu saja ketika melihat
salah satu bangku yang ada di taman itu, tepatnya pandanganku terpaku pada
seseorang yang terduduk disana.
“Miran?” gumamku ketika kedua
irisku menangkap sosok seorang gadis bergaun putih yang tengah terduduk dibangku
taman berwarna coklat tua kemerahan yang ada di atap gedung SM Entertainment ini.








