Tittle
: Manage Your Manager Part 8
Author : DinDong
Twitter : @indeenski
Blog : dindongdeng.blogspot.com
Cast :
-EXO
-Shin Miran (OC)
-Super Junior
-Hanbin/ B.I (Ikon)
*hehe cameo baru*
Genre : Brothership, Drama, sedikit
humor, Romance
Part
sebelumnya:
member
diary:
Miran mendapatkan hukuman mencuci semua
piring kotor yang sudah menggunung di washtafel dapur dan yang lebih parah lagi
adalah tak ada seorangpun yang boleh membantunya karna jika ada yang berani
membantu Miran maka orang itu dipastikan tidak akan
mendapatkan jatah makan malam selama 3 hari, yaa memang terdengar kekanankan
sangat kekanakan malah. Tapi miran tak bisa membantahnya karna dengan sepenuh
wibawa xiumin berkata “Ini sudah
menjadi keputusan kami yang sangat mutlak dan tidak boleh di ganggu gugat oleh
pihak manapun” cih sangat berlebihan.
"Hukuman apa ini? Bukankah setiap
hari yang mencuci semua piring ini adalah aku?!" Miran menggumam kesal
melihat tumpukan piring yang sudah meninggi padahal rasanya ia baru mencuci
semua itu tadi malam.
"Berhentilah mengeluh" ucap Kai
yang sengaja menaruh piring kotor yang ia bawa di tumpukan cucian piring, entah
makan apa yang baru ia makan tapi yang jelas ia sengaja melakukan itu untuk
mengejek miran.
“Bagaimana mungkin aku tidak mengeluh?!
aku baru sekali terlambat bangun tapi sudah di berikan hukuman! sedangkan kau hampir setiap hari
terlambat tapi tak pernah mendapat hukuman apapun!” oceh Miran dengan wajah
yang sudah sedikit memerah karna kesal.
"Bangun terlambat bukanlah
kebiasaanmu" kata Luhan yang tiba-tiba muncul untuk mengambil sebotol air
mineral lalu menelan sebuah vitamin berukuran besar yang rasanya pasti tidak
enak.
“Iya, lagi pula seorang manager tidak
boleh bangun terlambat seperti ini” Kai mulai menceramahi Miran yang berdiri di hadapannya dengan
memasang wajah sok bijak, sungguh Miran sangat ingin memasukan namja hitam itu kedalam lava
gunung berapi agar ia berhenti mengoceh atau sekedar menjadi persembahan untuk
dewa-dewa agar bumi menjadi aman dan damai, hemmm rasanya hal itu patut dicoba.
Tinggtuuunnnggg.... Tingggtunngggg....
"Kurasa ada tamu!" ucap Miran
cepat dan berlari menuju pintu, meninggalkan Kai, Luhan dan segala ocehan
mereka begitu saja.
Namun ternyata gadis berambut bob itu
kalah cepat dibandingkan D.O yang ada di dekat pintu, ia sudah lebih
dahulu membukanya dan saat pintu dibuka terlihat 4 orang namja berdiri dengan
senyum sumringah mereka.
"OPPA!" Miran berteriak senang
begitu mengetahui siapa yang datang dan langsung memeluk salah satu namja yang
berdiri paling depan.
Tamu EXO hari itu adalah member Super junior Sungmin, Eunhyuk, Siwon dan sang maknae Kyuhyun yang terlihat sangat tampan walaupun mereka hanya
menggunakan pakaian biasa.
Melihat Miran yang langsung berhambur ke pelukan Sungmin membuat ingatan EXO kembali pada
kejadian tadi malam ketika member EXO memergoki Miran yang sedang
berpelukan sebelum mereka kemabali ke dorm.
'Kenapa ajushi-ajushi itu bisa datang
kesini? Dan lihat apa yang di lakukan gadis ini, bagaimana ia bisa memeluk
namja itu lagi di depanku tanpa rasa canggung sedikitpun!' Sehun melipat kedua tangannya di depan dada dan
mendengus sebal ia tidak suka jika Sungmin
merebut perhatian adik cantiknya itu.
"Miran kau baik-baik saja"
tanya sungmin begitu Miran melepaskan pelukannya, pertanyaan itu dijawab dengan
anggukan keras dari Miran.
"Masuklah oppa" Miran menyuruh
member suju untuk masuk kedalam, dan disambut dengan sapan hangat dari member EXO,
hangat? Mungkin lebih tepatnya panas karna seperti kakak yang posesif EXO
merasa miran hanyalah milik mereka sehingga gadis itu tak boleh dekat dengan
laki-laki manapun! Tapi tentu saja mereka manutupi semua itu karna yang sedang
mereka hadapi adalah senior mereka sendiri.
Dengan sigap Suho dan Kris membantu Eunhyuk dan Kyuhyun yang terlihat sedikit kerepotan dengan kantung plastik
besar di setiap tangan mereka, lalu meletakan semua kantong plastik itu diatas
meja bar.
Member Suju duduk di sofa dengan Miran sebagai pusatnya, hanya
sebentar saja mereka sudah larut dalam canda tawa dan melupakan member EXO yang
memilih untuk bergerombol di dapur.
"Mengapa mereka bisa ada di
sini" bisik Tao pada Chen yang berdiri di depannya.
"Aku juga tidak tahu, tapi yang
jelas ini sangat menyebalkan" Chen menatap Tao yang mengangguk mengiyakan perkataannya.
"Chen ambilkan beberapa kotak jus untuk sunbae-nim"
perintah Suho.
"Kenapa aku?" tanya Chen menunjuk dirinya sendiri.
"Karna kau yang ada di dekat kulkas!
Sudah cepat lakukan"
Melihat Suho yang sudah
melotot seperti itu akhirnya Chen pun
melakukan perintah dari leadernya tersebut untuk mengambil
beberapa kotak jus dan berjalan dengan senyum yang dibuat-buat seolah bahagia
menuju ruang tengah.
"Minumlah hyung, atau kau ingin
minum yang lain?" tanya Chen sambil
meletakan kotak-kotak jus itu di meja sofa.
"Terimakasih Chen, kami minum ini saja" ucap Kyuhyun pada Chen sekilas dan kembali menatap Miran yang asik bercerita.
"Benarkah? Itu bodoh sekali"
ucap Siwon lalu tertawa terbahak-bahak di ikuti
member lain.
Merasa diabaikan Chen kembali kepasukanya yang sibuk grusak-grusuk tidak jelas di dapur.
Merasa diabaikan Chen kembali kepasukanya yang sibuk grusak-grusuk tidak jelas di dapur.
"Bagaimana?" tanya Lay pada Chen yang mukanya sudah terlihat seperti ingin memakan orang.
"Apanya yang bagaimana?! Mereka
mengabaikanku!" jawab Chen emosi.
"Hey apa kalian tidak berfikir,
bagaimana mereka bisa tau jika kita ada di dorm pagi ini?" tanya Kris pada
adik-adiknya.
Semua orang terdiam dan langsung menatap
satu sama lain hingga tiba-tiba seseorang angkat bicara.
"Aku yang memberitahu mereka" D.O mengakui perbuatannya dan hanya bisa tersenyum
bodoh.
"Jadi kau yang mengundang mereka ke
sini?" Baekhyun menatap D.O sebal, bukan
hanya Baekhyun tapi semua member juga menatap D.O dan berfikir untuk membuang namja bodoh itu ke Sungai Han.
"Aku tidak mengundang mereka, tapi
tadi pagi Kyuhyun hyung bertanya apakah EXO sedang
sibuk atau tidak" D.O menundukan kepalanya
"Dan aku jawab bahwa kita baru ada jadwal pukul 5 sore nanti sehingga kita
masih ada di dorm, hehe" D.O kembali
tertawa bodoh, dan sekarang semua member sudah berfikir bahwa ia benar-benar bodoh.
“Hyung kau sungguh menyebalkan!” Kai menatap D.O tajam karna sekarang perhatian Mirannya hanya tertuju pada Member Suju yang ada
di ruang tengah.
“Aku juga tak tahu bahwa mereka akan
datang kesini!” D.O membela dirinya yang dihujani tatapan sebal dari
member-member lainnya.
“Sudahlah, ini sudah terjadi. Lebih baik
kita ikut bergabung dengan mereka karna tidak sopan jika kita terus seperti
ini.” Suho mengajak adik-adiknya untuk keruang tengah dan menyadarkan mereka
tentang sopan santun pada senior.
“Ahhh aku malas” ucap Sehun yang sudah bad mood sejak melihat miran
memeluk sungmin tadi.
“Jika kau tak mau bergabung maka kau
harus mencuci piring-piring kotor itu” ucap Suho tegas dan secara otomatis semua member mengalihkan pandanganya pada tumpukan piring
kotor yang terlihat menggunung.
"Kau mau mencucinya?" tanya Suho tajam.
“Baiklah aku ikut karna aku masih
memiliki sopan santun” Sehun memilih
menekan egonya dari pada harus repot-repot mencuci piring.
EXO akhirnya bergabung dengan krumunan member suju yang sibuk melepas
rasa rindu mereka pada Miran, walau
sedikit terpaksa mereka tetap melakukannya dengan alasan sopan santun.
“Ohh, akhirnya kalian bergabung bersama
kami” ucap Siwon ketika
melihat EXO yang menghampiri mereka.
“Maaf hyung, tadi kami sibuk mencuci
piring” ucapan Baekhyun itu
jelas untuk menyidir Miran.
EXO duduk dengan beralaskan karpet karna sofa sudah tak mampu
menampung orang lagi, sesekali mereka menatap Miran dengan pandangan sebal walaupun sepertinya gadis itu tak
menyadari hal tersebut.
“Jadi kalian sudah mencuci piring-piring
itu?” tanya Miran senang.
“Jangan kahwatir miran-ah kami sudah
menyisakan sebagian piring kotor untuk kau cuci” Chanyeol menujukan senyumannya, mendengar itu Miran mempoutkan bibirnya sebal.
’Benar, mana mungkin bocah-bocah ini mau
berbaik hati mencucikan piring untuku’.
“Jadi tugasmu di sini selain menjadi
manager juga menjadi asisten rumah tangga?” tanya Eunhyuk pada satu-satunya gadis yang ada di rungan itu.
“Itu adalah hukuman yang harus terimanya
karna terlambat bangun” Tao
menjelaskan situasi yang terjadi dengan malas.
“Kau terlambat bangun?” tanya Kyuhyun tak percaya, ia tahu gadis ini tak akan
pernah bangun kesiangan karna ia pasti akan menyalakan alarm untuk membangunkannya, lagi pula Miran adalah gadis yang menjalankan hidupnya dengan terpaku
pada waktu jadi sedikit aneh jika ia terlambat bangun.
“Kau tak enak badan?” Sungmin memegang dahi Miran untuk mengukur panas tubuh gadis itu.
‘Ohh sungguh beraninya ia menyentuh Miranku!’
“Atau kau meminum obat penenangmu terlalu
banyak lagi?” tanya Sungmin saat
menyadari ternyata suhu tubuh Miran normal,
ya namja itu tau segalanya termasuk Miran yang
akan menegak beberapa pil penenang saat ia merasa depresi.
Miran hanya bisa menggigit bibir bawahnya
ketika kata-kata yang ia takutkan akhirnya terucap dari bibir Sungmin, gadis itu segera mengalihkan
pandanganya untuk menghindar dari tatapan selidik Sungmin yang bercampur cemas, ia yakin sekarang member EXO pasti sudah merasa curiga.
“Obat penenang?” tanya Luhan memastikan bahwa ia tak salah dengar,
untuk apa gadis yang ada di hadapannya ini meminum obat itu? Apa dia merasa
depresi?
“Miran kenapa kau meminum obat penenang?” tanya Xiumin pada gadis yang masih terdiam itu.
Suasana menjadi canggung karna Miran yang masih terdiam serta Member Suju yang
merasa bersalah karna membuat suasana menjadi tak nyaman, semua anggota suju
sudah tau dengan keadaan Miran itu,
hanya satu hal yang mebuat gadis cantik itu menegak pil-pil itu, yaitu ketika
dia merasa stress saat teringat tentang ayahnya atau mimpinya tak akan pernah menjadi
nyata, itu lah sebabnya Suju memberikan
perhatian lebih pada Miran karna
mereka tahu betapa rapuhnya gadis itu, walaupun dari luar ia terlihat begitu
kuat bahkan sekeras baja.
“Umm Chen apa kau punya minuman lain selain jus jeruk ini?” tanya Kyuhyun berusaha mengalihkan perhatian EXO dari Miran, namja
yang tadi berkata akan meminum jusnya itu sekarang justru meminta minuman lain.
Siwon yang memahami kode dari Kyuhyun pun berusaha melakukan
hal lain untuk mengalihkan perhatian mereka dari Miran.
“Eunhyuk, bukakah tadi kita membeli cake untuk merayakan
keberhasilan EXO semalam?” Siwon menatap Eunhyuk penuh makna.
“Be.. benar! Kita kesini untuk merayakan
kemenangan EXO sebagai
pendatang baru terfavorit! Bagaimana bisa kita melupakan itu?!” Eunhyuk bangkit dari tempat duduknya dengan
semangat yang dibuat-buat.
“Miran kau mau membantuku menyiapakan kue itu?” tanya Eunhyuk tersenyum tulus pada Miran dan mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.
Miran menatap tangan Eunhyuk beberapa detik, hingga kemudian menerima
uluran tangan itu.
“Baiklah oppa” gadis itu berjalan menuju
dapur meninggalkan EXO yang masih
diselimuti rasa penasaran.
“Jadi kalian tidak punya minuman lain?” Kyuhyun melirik member EXO dengan sedikit mengoyang goyangkan kotak jusnya, namun
member EXO sama sekali tidak mendengar apa yang Kyuhyun tanyakan.
“Baiklah, kalo begitu aku akan cari
sendiri di kulkas” Kyuhyun
bangkit untuk menyusul Miran dan Eunhyuk yang ada di dapur.
Karna gadis yang diintrogasi oleh EXO berusaha menghindar, kini tatapan penasaran EXO tertuju pada Sungmin dan Siwon yang
masih duduk di sofa.
“Kalian lihat apa?” tanya Siwon tajam.
“Kalian masih ingin membandingkan wajahku
dengan Suho,huh?” Siwon terlihat kesal namun semua itu ia lakukan untuk mengubah
arah pembicaraan para namja yang masih tertegun di ruang tengah, walaupun
sejujurnya ia sangat benci jika ada yang mulai menyama-nyamakan wajahnya dengan
Suho, karna menurutnya sudah sangat jelas
bahwa iyalah yang lebih tampan.
“Haha, sudahlah Siwon –shii berhentilah menganggap dirimu yang paling tampan
di negeri ini” ucap Sungmin
menimpali pertanyaan siwon.
“Kau bilang apa? Aku memang yang paling
tampan!” teriak Siwon tak
terima.
“Hyung jangan mulai lagi!” Chanyeol menatap seniornya dengan malas.
“Jangan berdebat di rumah kami” oceh Baekhyun sebal.
“Yak! Kalian memarahi kami?!” Sungmin dan Siwon menatap Member EXO tak percaya.
“Nde! Jangan berteriak-teriak di dorm
kami yang tenang ini!” Chen membela
anggotanya dengan sigap.
“Hey! Kenapa kalian berteriak seperti itu?”
Kyuhyun yang sudah kembali dari dapur
dengan sekaleng cola bertanya tentang apa yang terjadi.
"Mereka memarahi kami!" adu Siwon pada Kyuhyun dengan pandangan tak terima.
"Kalian memarahi senior
kalian?" tanya Kyuhyun tak
percaya.
"Yak! Siwon hyung yang mulai
duluan!" Sehun yang tak
terima mulai membela diri.
"Tetap saja itu tidak benar!" Kyuhyun menjitak kepala Sehun pelan.
Sementara EXO dan Suju sibuk
berdebat dengan hal-hal tak jelas sang manager justru masih duduk termenung di
dapur, ia sama sekali tak tertarik untuk memisahkan kedua boyband itu sebab
rasa bersalah yang sedang hinggap di hatinya membuatnya terdiam.
"Ckck, untung saja dorm ini kedap suara. Jika tidak para tetangga pasti sudah mengusir
kalian dari sini sejak dulu, benarkan?" komentar Eunhyuk saat melihat pertengkaran di ruang tengah. Namun sama
sekali tak ada respon dari orang yang di ajak bicara olehnya.
"Miran? Hay nona Shin kau mendengarku?" Eunhyuk menepuk pundak Miran, dan seketika itu kesadaran Miran kembali.
"Ne?"
"Apa yang kau pikirkan hingga tak
mendengarkan ku?" tanya Eunhyuk
lembut.
"Tidak ada" ucap Miran dengan senyum tipis di bibirnya.
"Ck, jangan berbohong padaku kau
sedang memikirkan perkataan Sungmin
bukan?" terka Eunhyuk.
"Hem, aku.. Sejujurnya..
Begini.."
"Kau belum mengatakanya pada EXO? Kenapa?" potong Eunhyuk cepat.
"Aku takut membuat mereka khawatir,
aku.. Takut jika masa laluku justru akan membebani mereka" miran mengigit
bibir bawahnya keras untuk menekan rasa nyeri di hatinya.
"Miran.. Kau tak akan pernah bisa mengubah kisah hidupmu di
masa lalu bahkan sekeras apapun kau mencobanya,
yang bisa kau lakukan adalah mengenang dan menjadikanya pelajaran di
saat ini dan masa yang datang" ucap Eunhyuk tulus.
Miran tersenyum menatap namja yang lebih
tua darinya itu, ini lah sifat Eunhyuk yang jarang di ketahui orang lain, namja ini dengan senang hati memberikan saran
yang kau butuhkan bahkan di saat kau tak memintannya, walaupun tak bisa
dipungkiri sifat konyolnya lebih mendominasi.
"Jika mereka menyayangimu maka
mereka akan menerimamu bahkan menerima semua kekurangamu sama seperti yang kami lakukan padamu" Eunhyuk mengusak rambut bob Miran pelan.
Bonnamana.. Bonnamana..
"Ponselku!" Pekiki Miran begitu mendengar ponselnya berdering dan
langsung berlari menuju kamar.
Dan lima menit kemudian gadis itu sudah
keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi dan
membawa kunci mobil dalam genggamannya.
“Kau mau kemana?” tanya Chanyeol begitu melihat penampilan Miran.
“Aku harus pergi” ucap Miran cepat dan hendak melanjutkan langkahnya.
“Pergi kemana?” tanya Kai tajam membuat langkah Miran
terhenti.
“Aku harus menemui seseorang” jawab Miran cepat dan kembali melangkahkan kakinya.
“Siapa orang itu?” sekarang giliran si
maknae yang bertanya.
Miran menghembuskan nafasnya kesal karna
semua pertanyaan itu menghalangi langkahnya untuk keluar dari dorm, sedang 4 Member Suju hanya
terdiam melihat perlakuan EXO pada Miran.
“Aku harus pergi menemui seseorang,
seseorang itu adalah adik sepupuku yang berumur 17 tahun, dia seorang laki-laki
yang sangat tampan bernama Kim Hanbin dan
aku akan menyusul kalian ke stasiun tv
nanti jadi kalian tak perlu menungguku. Ada pertanyaan lain?” ucap miran cepat
seperti seorang raper profesional membuat
orang-orang yang ada di hadapannya terdiam kecuali Sungmin, namja itu justru tersenyum mendengar Miran akan menemui adiknya, karna seingatnya
sejak kembali dari beijing Miran sangat
jarang menemui keluarganya yang ada di korea.
“Sampaikan salamku pada B.I” ucap Sungmin memecah keheningan.
“Pasti” jawab Miran pendek lalu pergi meninggalkan dorm.
“Siapa B.I?” tanya D.O bingung.
**
Miran berada di balik kemudi
mobil yang melaju cepat menembus jalanan seoul, mobil merah itu dengan lincah
menyalip mobil-mobil yang ada di depannya.
“Kenapa hal ini bisa terjadi?”
gumamnya frustasi.
Beberapa waktu yang lalu manager
gil menghubunginya dan mengatakan ada sedikit masalah di stasiun tv, sehingga Miran harus segera datang ke
sana dan terpaksa meninggalkan adik sepupunya yang sedang sibuk bercerita
tantang segala hal yang terjadi dalam keluarga mereka selama Miran tak ada, yah walaupun sejujurnya Miran sudah tahu semua itu
namun ia tetap saja senang mendengarkan cerita dari sudut pandang B.I sebab
namja muda itu mampu mengubah cerita membosankan menjadi sangat menarik.
Masalah kecil yang dimaksud
manager gil adalah masalah kostum anak EXO, lebih tepatnya kostum Kris. Jas akan di pakai oleh namja itu tak sengaja robek akibat
kecrobohan staff tv saat akan membawannya keruang ganti EXO, dan sepertinya keadaan mood Kris sedang tidak baik
sehingga bisa di tebak
apa yang sedang terjadi sekarang di sana.
Sebenarnya yang Miran takutkan bukanlah kostum panggung
yang rusak tapi lebih pada Image
EXO, terlebih jika
masalah ini berbuntut panjang maka akan sulit karna mereka bisa saja tak
diijinkan tampil di stasiun tv itu lagi.
“Kumohon Kris oppa tahan emosimu! Jangan lakukan
hal yang bodoh, jaebal” yeoja itu berusaha fokus pada jalan yang ada di
depannya.
Hingga 10 menit kemudian ia tiba
di stasiun tv lalu dengan cepat segera berlari menuju lift dan mencari dimana
ruangan EXO berada.
**
Dengan nafas masih tersengal Miran membuka pintu denagan
kertas bertulisakan nama grup yang ia asuh tertempel di sana, dan dapat
dilihatnya Mananger Gil dan Suho serata beberapa orang berusaha
menenangkan Kris yang
sedang memarahi salah seorang staf tv.
“Miran?” sapa Chen yang menyadari kehadiran gadis itu
lebih dulu.
“Miran, Kris hyung sedang..”
“Aku tahu” gadis itu memotong
ucapan Chen cepat
dengan mata yang terus memandang Kris yang terlihat tak bisa mengatur emosinya dan berteriak pada
salah satu staf laki-laki itu.
“Chen, berapa lama waktu yang
kita punya sebelum kalian tampil?” tanya Miran pada member EXO
bersuara emas itu.
“15 menit kurasa karna...” sekali
lagi miran memotong perkataan Chen
dengan mengangkat tangannya seolah berkata stop pada namja itu dan berjalan
menghampiri Kris.
“Miran” wajah Manager Gil terlihat lebih
tenang ketika menemukan
partner kerjanya sudah datang.
“Kris-shii kumohon tahan amarahmu” Miran memandang Kris tajam.
“Tak bisa! Ia telah merusak
kostum yang akan aku gunakan!” ucap namja itu tajam. Ya Kris memang orang yang akan meluapkan
emosinya pada siapapun jika ia sedang marah, namun jujur saja Miran tak pernah melihatnya semarah ini.
“Aku akan menyelesaikannya dan
lebih baik kau pergilah mencari udara segar” Miran berusaha menenangkan namja tinggi yang ada di depannya.
“Aku tak mau!” Kris memandang staf yang Miran yakini adalah penyebab
amarah Kris meningkat.
“Kris! Kumohon sebagai managermu kuminta
tinggalkan ruangan ini sekarang” ujar Miran lalu mengedarkan pandangannya pada staf tv yang sedang
berkumpul disana.
“Kau, Nona yang ada di sana” tunjuk
Miran pada gadis
berkucir kuda yang berdiri di dekat pintu.
“Bisa kau bawa Kris keluar untuk mencari udara segar?
Dan Lay tolong temani
dia” perintah Miran dengan tegas bahkan tanpa memandang Lay sedikitpun.
Mendengar perintah Miran itu Lay segera menghampiri Kris dan hendak membawanya keluar.
“Miran jangan memerintahku!” desis Kris masih bersikap keras
kepala.
Miran menatap kris lembut sebelum
akhirnya berkata “dengan amarah seperti ini kau yakin bisa menyelesaikannya?
kau bisa membahayakan grupmu, kumohon jangan bersikap gegabah dan demi mereka
tolong lakukan apa yang aku minta” gadis itu tersenyum untuk meyakinkan namja
yang sedang menatapnya tajam.
“Lay bawa dia dan pastikan kalian kembali
dalam 13 menit” ucap Miran
tegas pada namja berwajah polos itu, dan mereka pergi meninggalkan ruangan
walaupun kris masih sempat menatap tajam staf tv yang sudah merusak moodnya.
**
Angin betiup pelan menerpa tubuh
tegap dua orang yang baru saja tiba di lantai paling atas gedung untuk sekedar
menenangkan pikiran.
"Kau tak apa Ge?" tanya
Lay akhirnya memecah
keheningan.
Kris menghembusakan nafasnya
berat.
"Aku baik-baik saja,
hanya... " Kris
menghentikan perkataannya tanpa mengalihakn pandanganya dari keramaian kota
yang ada di bawah sana sepertinya amarahnya sudah tak meledak-ledak seperti
tadi.
"Hanya?"
"Hanya.. Tidakkah kau merasa
sikap Miran
berbeda?" akhirnya Kris
menatap namja yang ada di sebelahnya.
"Berbeda? Ahh dia tidak
memanggil kita dengan sebutan oppa dan bersikap sangat formal"
Lay menganggukan-anggukan kepalanya
paham.
"Ia bersikap sebagai
manager" gumam Kris
namun masih dapat terdengar oleh Lay.
"Kau tak suka?" tanya Lay.
"Maksudmu?" bukannya
menjawab Kris justru
balik bertanya.
"Apa kau tak suka Miran bersikap sebagai
seorang manager? Jujur saja Kalau aku justru merasa dia melakukan hal yang
benar karna.. Karna bagaimana pun juga tugas Miran yang sebenarnya adalah menjadi manager kita bukan menjadi
seorang adik" Lay
menepuk pundak Kris
pelan dan kembali menatap padatnya lalu lintas
di bawah gedung.
"Kau benar, aku rasa aku
mulai melupakan hal itu" Kris
menghembuskan nafasnya kasar.
“Bukan hanya kau, tapi kita.. kita semua
melupakan itu” ucap Lay meralat
perkataan Kris.
“Dan kita juga lupa bahwa kita sama
sekali tak tahu apa-apa tentangnya” Lay
mengadahkan kepalanya menatap langit yang sudah mulai menggelap dengan tatapan
mengawang menimbang-nimbang perkataannya sendiri.
‘Benar kita memang tak tahu apa-apa
tentangnya’ batin Lay dengan
seutas senyum pahit di wajahnya.
TBC...
><><><><><><><><><><><><><><><><
Heemmm hari ini exo kambek, akhirnya bisa liat abang-abang gantengku lagi dengan era baru, semoga di era ini kalian tambah sukses dan gak ada kejadian buruk lagi seperti sebelumnya, jangan pada cidera, jangan pada sakit, jangan pada sedih, tetep solit, tambah akrab satu sama lain termasuk member yang bukan member lagi :’)
terima kasih atas semua kerja keras oppa dul tersayang, kita tahu untuk menyajikan sebuah perform yang baik di butuhkan beratus-ratus tetes keringat dari tubuh kalian dan itu bukanlah hal yang mudah :)
sekali lagi terimakasih buat kehadiran kalian di dalam hari-hari kami..
sukses buat kambeknya, buat new dramanya, buat new albumnya buat new perform dan buat kebersamaan kalian!
luv yu oppa, dengan sepenuh hati tentunya hehe,
dinDong
EXO-L <3
*panpik terakhir untuk hari ini karna saya mau cus mantengi mai tuiter biar tetep apdet dan keceh wkwkwk
bye all :)








1 komentar:
Posting Komentar