Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Manage Your Manager part 9


Tittle                : Manage Your Manager Part 9
Author               : DinDong
Twitter              : @indeenski
Blog                   : dindongdeng.blogspot.com
Cast :
-EXO
-Shin Miran (OC)
Genre    : Brothership, Drama, sedikit humor, Romance

Part sebelumnya:

"Apa kau tak suka Miran bersikap sebagai seorang manager? Jujur saja kalau aku justru merasa dia melakukan hal yang benar karna.. karna bagaimanapun juga tugas Miran yang sebenarnya adalah menjadi manager kita bukan menjadi seorang adik" Lay menepuk pundak Kris pelan dan kembali menatap padatnya lalu lintas di bawah gedung.

"Kau benar, aku rasa aku mulai melupakan hal itu" Kris menghembuskan nafasnya kasar.

“Bukan hanya kau, tapi kita.. kita semua melupakan itu” ucap Lay meralat perkataan Kris.

“Dan kita juga lupa bahwa kita sama sekali tak tahu apa-apa tentangnya” Lay mengadahkan kepalanya menatap langit yang sudah mulai menggelap dengan tatapan mengawang menimbang-nimbang perkataannya sendiri.

‘Benar kita memang tak tahu apa-apa tentangnya’ batin Lay dengan seutas senyum pahit di wajahnya.
**
-Manage your manager part 9-

Lay dan Kris kembali tepat sebelum mereka naik ke atas panggung, suasana ruangan untuk EXO bersiap sudah terlihat lengang dan tak ada lagi orang-orang yang berkumpul karna pertengkaran tadi, semua sudah kembali pada pekerjaan mereka masing-masing termasuk Miran. Gadis muda itu terlihat sedang sibuk menjahit baju Kris yang robek dengan begitu serius hingga tak menyadari kehadiran sang pemilik costum tersebut.

“Ge aku pergi dulu menyusul yang lain, ingat kau juga harus segera ke sana” ujar Lay penuh pengertian seolah tahu jika Hyungnya itu perlu bicara dengan sang manager dan kemudian namja berlesung pipi itu pergi meninggalkan Kris yang masih terpaku di depan pintu menatap gadis yang sedang terduduk dengan sebuah jarum di tangannya itu.

Kris mulai melangkahkan kakinya memasuki ruangan dengan sedikit ragu, mata pria bertubuh tinggi itu tak henti menatap Miran yang sepertinya masih belum menyadari keberadaanya.

“Mi..Miran?” panggil namja itu ragu, namun sayangnya Miran tak memberikan respon apapun saat namanya di sebut.

‘Apakah gadis itu marah?’ batin Kris frustasi.

“Miran aku... minta ma..”



“CHA! Akhirnya selesai!” pekik gadis itu antusias memandang hasil karyanya yang menakjubkan dan ternyata kemampuan menjahitnya sama sekali tak berkurang walau rasanya sudah begitu lama sejak terakhir kali ia memegang jarum.

“Oh! Oppa? Kau sudah kembali?” tanya Miran yang terlihat terkejut begitu menyadari Kris sudah berada di hadapannya.

 “Lihatlah! kemampuan menjahitku luar biasa kan? Bajumu terlihat seperti baru kembali!” ucap gadis itu begitu ringan dengan memperlihatkan hasil kerjanya dan seolah pertengkaran tadi hanyalah khayalan Kris semata.

“Sini aku bantu kau memakainya” Miran segera bangkit dan membantu Kris mengenakan jas berwarna biru tua itu, tak butuh waktu lama jas tersebut sudah melekat dengan sempurna di tubuh semampai Kris membuat penampilannya semakin gagah dan sangat berkarisma.

“Hemm kau sangat tampan!” puji Miran yang berdiri di hadapan Kris untuk memandangi penampilan leader EXO M itu.

“Miran.. aku..” Kris tertunduk seolah tak mampu menyusun kata, apa lagi menatap wajah ceria managernya itu.

“Ayo oppa, kau akan terlambat jika tak bergegas” Miran melangkahkan kakinya hendak keluar dari ruangan tersebut namun sebuah tangan kekar menahan lengan gadis itu.

“Ada apa?” tanya Miran tenang dan memandang Kris yang masih tertunduk.

“Maafkan aku” ucap Kris tanpa mengalihkan pandangannya dari lantai seolah ada medan magnet  yang begitu kuat di sana.

Miran menghembuskan nafasnya pelan, gadis itu meraih tangan Kris yang masih meggengam kuat lengannya, ia dapat merasakan kegugupan yang sedang menyergap namja tampan di hadapannya itu sebab tangan kris terasa sangat dingin.

“Aku tahu kenapa kau bisa semarah itu, tapi jangan menggunakan amarahmu untuk membelaku, karna itu hanya akan membuat mereka semakin memandang kita rendah” Miran tersenyum dan melepaskan tangan Kris dari lengannya sebagai tanda bahwa ia tak perlu mengkhawatirkan keadaan gadis berkemeja abu-abu tua dihadapannya.

“Tapi... terimakasih karna telah membelaku oppa, gomawoyo” Miran membungkukkan badannya 90 derajat pada namja yang masih terdiam di hadapannya.

“Ayo, mereka pasti telah menunggu kita” Miran menarik lengan Kris yang tertutup oleh jas berwarna biru tua itu dengan cepat dan mengajak gegenya berlari menuju studio 4 karna mereka memang sudah terlambat.

*Flash back*

“Lay bawa dia dan pastikan kalian kembali dalam 13 menit” ucap Miran tegas pada namja berwajah polos itu, dan mereka pergi meninggalkan ruangan walaupun Kris masih sempat menatap tajam staf tv yang sudah merusak moodnya.

Semua orang menatap kepergian Kris dalam diam, hingga akhirnya suara Miran memecah keheningan dalam ruangan itu.

“Boleh kutahu apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Miran pada staf tv yang tertunduk sejak Kris memarahinya.

“Aku minta maaf” hanya itu kata yang terlontar dari staf itu, kata-kata sama yang ia ucapkan sejak 20 menit yang lalu.

“Baiklah anggap saja hal ini tak pernah terjadi” ucap Miran berjalan mendekati jas Kris yang tergelatak di lantai, Kris pasti membuangnya begitu saja begitu mengetahui jas itu rusak.

“Tapi bolehkah aku tahu apa yang sebenarnya terjadi?” Miran memungut jas itu dan membersihkan beberapa bagian yang terlihat kotor dengan menepuk-nepuknya, gadis itu menayakan hal yang sama sekali lagi namun kali ini dengan nada yang lebih tajam dari sebelumnya.

“Apa maksudmu Miran?” tanya Manager Gil tak mengerti dengan arah pembicaraan gadis itu.

“Kris bukanlah orang yang akan marah hanya karna hal seperti ini” Miran menunjukan bagian yang sobek dari jas berwarna biru tua itu, hanya berupa sobekan kecil di bagian legan seperti tersangkut sesuatu.

“Pasti ada hal lain yang membuatnya marah” manager termuda di SM itu menatap staf yang masih terdiam seperti tak mampu untuk menggerakkan tubuhnya setelah mendengar perkataan Miran. Sementara member EXO yang lain hanya bisa saling menatap dan mencoba memahami apa yang di katakan oleh adik mereka itu.

“Pasti ada hal lain bukan?” tanya Miran penuh selidik dan sedikit mengintimidasi pada namja berkaus hitam yang sekarang sudah ada di hadapannya lagi, namja itu terlihat sedang menimbang-nimbang apa yang harus ia lakukan.

“Maafkan aku karna telah mengatakan hal yang buruk” ucap namja itu akhirnya. Dan kata-kata itu membuat semua orang semakin memandang kedua orang tersebut dengan tatapan bingung.

“Memang apa yang kau katakan?” tanya Suho berusaha mencari tahu.

“Aku mengtakan bahwa.. kau pasti hanya mengandalkan penampilanmu bukan otakmu untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang manager. Maafkan aku, aku sungguh menyesal!” staf itu membungkuk sedalam yang ia mampu.

“Beraninya kau berkata seperti itu!” ucap beberapa member secara serempak mereka terlihat sudah siap menyerang staf tv itu karna tak terima jika ada seseorang yang tega mengatakan hal itu pada manager sekaligus adik mereka.

“Tenanglah” ucap Miran tanpa memandang kakak-kakaknya.

“Jadi itu yang terjadi sebenarnya? Pantas saja Kris terlihat begitu marah. Apa kau fikir perusahaan kami perusahaan rendahan yang tak memiliki standard untuk para pegawainya?!” Manager Gil terlihat berusaha keras untuk menahan amarahnya, tentu saja ia tak terima dengan pernyataan tak masuk akal itu.

“Maafkan aku!” sekali lagi staf itu membungkuk untuk meminta maaf.

Miran menarik nafas berusaha menenangkan pikirannya, gadis berambut bob itu merasa sangat bersalah karna ternyata dirinya sendirilah yang menjadi penyebab pertengkaran kris hari ini.

"Maafkan kami atas ketidak nyamanan ini, Manager Shin” seorang pria paruh baya memasuki ruang yang di gunakan EXO untuk  bersiap tersebut.

“Direktur Ma?” Miran segera membungkuk memberi hormat begitu juga dengan yang lain saat mengetahui siapa yang berbicara, Direktur Ma adalah direktur bagian produksi dari stasiun tv ini. namja paruh baya itu tak sengaja mendengar keributan saat ia mengecek susunan program satsiun tv hari ini.

“Aku sungguh tak menyangka hal seperti ini dapat terjadi, sepertinya kami harus memperketat standard untuk para pegawai kami” Direktur Ma menatap tajam bawahannya yang ada di ruangan itu.

“Dan kami akan mengganti kerugian dari kostummu yang rusak” tawar Direktur Ma dengan wajah tegasnya.

“Tidak perlu, ini hanya kerusakan kecil dan kami masih bisa menanganinya” Miran tersenyum untuk menolak penawaran itu.

“Baiklah jika itu keputusanmu” ucap Direktur Ma menghargai keputusan Miran.

“Jadi kurasa masalah ini sudah selesai, dan kuharap artismu bisa kembali  mempersiapkan diri untuk syuting, aku permisi dulu” direktur itu tersenyum sekilas lalu pergi meninggalkan Miran dan EXO. Para  staf tv mulai kembali melanjutkan aktifitas mereka sesuai perintah sang direktur, sedang staf tv yang bermasalah dengan Kris sekarang harus berhadapan dengan atasnya untuk mempertanggung jawabkan hal bodoh yag ia katakan.
**

Member EXO akhirnya pulang ke dorm mereka ketika jam sudah menunjukan pukul 12 malam, hari yang cukup melelahkan sebab setelah dari stasiun tv mereka harus melakukan latihan dan membahas tentang jadwal yang akan mereka lakukan selama seminggu, baik itu jadwal grup maupun individu karna hal ini penting agar mereka bisa mempersiapkan diri dan tidak terjadi kesalah pahaman di setiap kegiatan.

“Aghh! Ini hari yang begitu panjang” Xiumin melakukan sedikit peregangan setelah selesai mandi, rambutnya yang basah membuat namja itu terlihat semakin tampan saja, ia kemudian duduk di karpet ruang tengah untuk bergabung dengan yang lain.

“Maafkan aku atas kejadian hari ini” ucap Kris yang masih merasa bersalah terhadap apa yang ia lakukan di stasiun tv.

“Sudahlah Hyung, kau tak perlu merasa bersalah seperti itu” ucap Chen yang duduk di sebelah Kris dengan santai.

“Aku mungkin juga akan melakukan hal yang sama jika mendengar ada yang menjelekkan salah satu dari kita, terlebih lagi ia menjelekkan Miran” Chanyeol mengatakan apa yang ada dalam pikirannya lalu kembali meminum jus tanpa gulanya itu.


“Iya! menurutku ini bukan sepenuhnya kesalahanmu Hyung, Staf tv itu saja yang tak bisa menjaga perkataannya. Jika aku jadi kau mungkin aku sudah memukulnya!” sahut Tao dengan tangan mengepal seolah siap melayangkan tinjunya kapan saja, sementara member lain mengangguk setuju dengan perkataan Tao itu.

“Tidak usah bersikap sok seperti itu” ujar Miran datar ketika mendengar pembicaraan para member tersebut dan seketika mereka menatap satu-satunya gadis yang duduk di sofa ruang tengah.

“Hey Nona Shin! tidakkah kau lihat jika kami sedang membelamu?! Kenapa kau malah berkata seperti itu?!” Baekhyun merasa gemas dengan tampang datar yang ditunjukan gadis berkaus jingga yang duduk diantara Luhan dan D.O itu.

“Iya, kau harusnya tersanjung dengan sikap kami ini” ucap Suho dengan wajah lucu seolah-olah sedang kesal. Acting namja tu sepertinya masih perlu di asah lagi.

“Aku tahu kalian ingin membelaku, tapi jika kau ingin melakukannya maka lakukan dengan cara yang benar. Jangan asal melemparkan tinjumu pada siapa saja yang kau anggap menginjak-injak harga dirimu” Miran berkata datar pada artis asuhannya dan sekali lagi ia bersikap seperti eomma yang mengajarkan tentang kehidupan pada anaknya.

“Setiap orang pasti memiliki alasan ketika ia melakukan suatu hal, apa kalian tahu jika adik dari staf tv itu baru saja di pecat dari perusahaan kita?” tanya Miran pada kakak-kakaknya.

“Adiknya staf tv itu dipecat dari perusahaan?” tanya D.O dengan mata yang membulat sempurna.

“Ya, aku juga tak tahu mengapa ia dipecat tapi orang-orang berkata ia telah membuat SM kehilangan kontrak yang cukup besar. Jadi kuingatkan sekali lagi pada kalian, jangan asal menilai orang ataupun meluapkan emosi kalian tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, apa kalian pikir kekerasan bisa menyelesaikan setiap masalah, huh?” Miran memandang setiap member yang ada di hadapanya.

Member EXO langsung terdiam begitu mendengarkan pertnyaan Miran, tiba-tiba saja mereka merasa perkataan yang mereka katakan sebelumnya seolah menunjukan bahwa mereka yang paling baik diantara yang lain sehingga semua orang harus menghormatinya.

Miran menatap oppa-oppanya dengan sedih, jujur saja ia tak tega mengatakan apa yang ia katakan barusan terlebih lagi pada Kris, tapi ia tak ingin EXO dikenal sebagai artis yang hanya bisa membuat onar dan tanpa segan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.

Gadis itu merapihkan rambutnya yang tergerai sebelum akhirnya kembali berbicara.

“Ayolah kalian tak cocok dengan wajah melow seperti itu” ucap Miran berusaha membangun kembali suasana ceria dalam kelompok tersebut, namun EXO masih saja menekuk wajah mereka.

“Baiklah, maafkan aku karna tak menghargai perhatian yang kalian berikan” Miran masih berusaha membujuk kakak-kakak tampannya itu, tapi respon yang diberikan oleh EXO hanyalah diam.

“Oke begini saja, akan kukabulkan satu permintaan kalian sebagai rasa terima kasihku, bagaimana?” tawar Miran akhirnya dengan sebelah alis terangkat.

Semua member EXO langsung mengangkat wajah mereka dan menunjukan tatapan antusias seolah memenangkan lotre.

“BENARKAH??!” tanya mereka serempak menatap Miran dengan tatapan tak percaya dengan binar-binar aneh dimata mereka.

Ckck benar-benar seperti membujuk anak kecil, bahkan tak ada lagi tatapan bersalah di wajah para member begitu mendengar Miran akan mengabulkan apa yang mereka minta, aura gelap yang menyelubungi mereka menghilang dalam sekejap seolah ada matahari yang terbit diantara kedua alis para namja tersebut.

“Tentu saja!” jawab gadis itu yakin.

“Tapi aku hanya akan mengabulkan satu permintaan kalian. Hanya satu permintaan dari EXO, bukan dari setiap member!” Miran menekankan kata-katanya agar para kakak-kakak tampannya tidak salah paham bahwa ia akan mengabulkan permintaan dari setiap member. Sedikit raut kecewa mereka muncul begitu mendengar penjelasan Miran.

“Yak! Harusnya satu orang satu permintaan!” protes Sehun tak terima dengan tawaran Miran.

“Itu tawaran yang aku ajukan pada kalian, jika kalian tidak menerimanya juga tidak apa-apa” tutur Miran santai lalu bangkit secara perlahan dari sofa.

“CAMKAMAN!” teriak EXO serempak dengan suara lantang yang benar-benar mampu membuat penghuni apartemen mereka terbangun jika saja teknologi kedap suara tidak pernah di temukan.

Miran menghentikan langkahnya dan berpura-pura memasang tampang serius walau sebenarnya ia merasa geli dengan semua ini, EXO benar-benar sangat lucu dan ia tak akan pernah bosan untuk menjahili para oppanya itu. Tak akan pernah.

“Wae?” tanya gadis itu dengan tangan yang terlipat di depan dada, ia kembali berbalik dan menatap EXO.

“Kami menerima tawaranmu!” jawab Suho cepat.

“Baiklah apa permintaan kalian?” tanya Miran dengan menyungingkan senyuman manisnya.

“Tunggu sebentar, beri kami waktu 5 menit” seru Luhan lalu segera mengajak member lainya untuk berunding dalam lingkaran kecil.

Miran menanti dengan sabar perundingan singkat itu sambil terkekeh geli dalam hatinya, kenapa sekarang terkesan seperti EXO yang meminta maaf padanya? Mereka terlihat begitu takut jika Miran menarik kembali tawarannya seolah-olah tawaran itu merupakan kesempatan yang tak akan datang dua kali.

“Tidak! aku tidak setuju dengan itu” pekik D.O tiba-tiba membuat Miran semakin penasaran dengan perundingan mereka.

“TIdak! itu terlalu mudah” Kai menyerukkan ketidaksetujuannya diatara suara bisik-bisik member lain.

“Itu ide yang bagus!” Lay terlihat setuju akan sesuatu.

Miran memutuskan untuk kembali duduk di sofa dan meminum jus Chanyeol yang ditaruh di atas meja.

“Yak! itu jusku!” teriak Chanyeol begitu melihat Miran meminumnya.

“Aku yang membuat jus ini, apa salah jika aku mencobanya?” Miran kembali meneguk jus apel dengan campuran wortel dan bayam itu tanpa mempedulikan tatapan sebal Yeol padanya.

Sudahlah biarkan saja” Xiumin menarik Yeol kembali dalam perundingan.

Miran menatap jam dinding yang berdetak menandakan waktu berunding EXO sudah hampir habis, kemudian gadis itu kembali menatap kakaknya yang masih setia dengan posisi mereka. Miran mulai sebal karna perundingan itu terasa begitu lama baginya.

Lama...”

Baiklah ayo lakukan!” teriak Tao tiba-tiba membungkam protes Miran yang hampir terlontar.

Miran menatap penasaran artis asuhannya itu namun yang ia terima justru senyum penuh arti dari para member, lalu mereka bergegas bangkit dan berjalan menuju kamar masing-masing membiarkan Miran kebingungan sendiri di ruang tengah.

Apa-apaan ini? mereka memintaku untuk menunggu lalu meninggalkanku begitu saja?’ gadis berambut bob itu tak bisa menahan rasa kesalnya.

“YAK!” pekik Miran tak terima, namun tiba-tiba Kai keluar dari kamar dengan membawa kasur pegasnya bersama dengan D.O dan begitu juga yang lain.

Apa yang kalian lakukan?” tanya Miran bingung dengan kelakuan para namja itu.

Kita akan membuat acara menginap malam ini” ucap Lay antusias dengan senyum mengembang hingga kedua lesung di pipinya semakin bertambah dalam.

Umm menurutku sepertinya menginap bukan kata yang tepat?” Suho menatap kawan-kawannya yang sedang sibuk menata kasur mereka di atas lantai.

Bagaimana dengan pesta piyama?” D.O memberikan ide dengan sedikit menimbang-nimbang.

Tapi kita tidak pernah menggunakan piyama saat tidur” Baekhyun mencoba berfikir sejenak.

Karna kalian bukan lagi anak berusia 10 tahun” ucap Xiumin sambil sibuk mengeser-geser kasurnya untuk mendapatkan posisi yang tepat.

Lalu apa istilah yang tepat untuk kegiatan ini?” Suho masih berusaha mendapatkan kata yang tepat untuk mendeskripsikan hal yang sedang terjadi.

Ayolah Hyung, untuk apa memikirkan istilah yang tidak penting itu” Kai mengibaskan tangannya seolah hal yang di lakukan Suho itu sangat mengganggu.

Bagaimana jika kita sebut dengan bermalam bersama Miran?” seru Chen yang berjalan ke ruang tengah dengan bantal dan guling di kedua tangannya.

Oh baiklah percakapan ini semakin aneh dan semakin tidak enak untuk di dengar.

Apakah ada seseorang yang ingin menjelaskan padaku apa sebenarnya yang akan kalian lakukan? Karna kurasa itu lebih penting dibandingkan memikirkan istilah yang tidak jelas” Miran yang sejak tadi terdiam dengan perdebatan istilah itu akhirnya memutuskan untuk angkat bicara.

Begini Miran untuk malam ini kita semua akan tidur di ruang tengah seperti acara menginap, tapi... sepertinya kata menginap tidak cocok untuk kegiatan ini”  Suho memberikan penjelasan yang diminta oleh Miran.

Jadi kira-kira istilah apa yang tepat?” Suho kembali mempertanyakan hal yang tidak penting itu lagi.

Menginap? Hahaha kakak-kakakku yang tampan bukankah kita sudah tinggal serumah? Lalu kenapa melakukan acara menginap?” Miran tak habis pikir dengan apa yang EXO lakukan, gadis itu tertawa sejadi-jadinya hingga membuat semua member menatapnya.

"Kalian sungguh lucu!" sergah Miran yang terus tertawa hingga perutnya terasa kaku.

"Apanya yang lucu?" tanya Tao dengan tatapan serius begitu juga dengan tatapan member lain.

Miran menghentikan tawanya dan menatap semua member secara bergantian untuk mencari keterangan bahwa apa yang dikatakan Suho adalah sebuah candaan yang mengada-ada, tapi sayangnya gadis itu hanya mendapatkan tatapan datar tanpa ekspresi.

"Ka.. Kalian serius?" Miran terbata mendapati ekspresi datar EXO yang sangat menyebalkan.

"Kami sama sekali tidak bercanda" jawab D.O dengan nada yang tak kalah datar dari wajahnya.

‘Tunggu dulu? Acara menginap atau apapun istilahnya, tidakkah mereka pikir itu hal gila? Ayolah apa hidup satu atap saja tidak cukup? Sekarang mereka memintaku untuk tidur bersama dalam satu ruangan? Yah walaupun itu adalah ruang terbuka tapi tetap saja aku adalah seorang wanita dan member EXO adalah laki-laki! Ini adalah hal gila!’ Miran membelalakan matanya begitu mengetahui EXO begitu sungguh-sungguh dengan perkataan mereka.

Tidak! Aku tidak bisa melakukannya!” seru Miran dengan pikiran yang berkecamuk dan wajah panik.

Teriakan Miran itu sekarang membuat semua member menatapnya dengan bingung.

Ada apa dengan gadis ini?’ Xiumin menatap Miran dengan heran.

Hemm kurasa ada seseorang yang sedang berfikiran negatif di sini” Kai melayangkan pandangannya pada Kris yang duduk diatas kasur empuknya hingga membuat Kris mengira-ngira apa maksud perkataan Kai itu.

Apa maksudmu Kai?” tanya Kris akhirnya menyerah karna tak mengerti kode yang Kai berikan.

Kurasa Shin Miran harus membersihkan otaknya dari pikiran negatif tentang kita” Kai kembali menatap Miran tajam.

Byuntae” cletuk Luhan santai dan di ikuti tawa dari semua orang yang ada di dorm itu kecuali Miran.

Yak! Aku tidak mesum, aku hanya menjaga diriku dengan baik!” Miran menatap tajam EXO yang terkekeh geli dengan ucapan Luhan.

“Miran-ah, kami tidak akan melakukan hal buruk padamu aku berjanji” Lay mengangkat tangannya seperti sedang bersaksi.

Kau akan tidur di tengah-tengah sana dengan tempat tidurmu sendiri sedang kami akan ada di sekelilingmu untuk menjagamu, kami akan meletakan guling ataupun bantal di sekitarmu jadi kau tak perlu khwatir” Lay berusaha menenangkan Miran yang terlihat masih panik.

Jika perlu kau bisa membawa pisau dari dapur untuk menjaga diri jika ada yang berani macam-macam” Chanyeol menyarankan sebuah ide gila untuk membuktikan jika EXO akan menjaga Miran dan bukan melakukan hal sebaliknya.

Eottoke?” tanya Baekhyun.

Miran masih terdiam menimbang-nimbang apakah ia harus menyetujui permintaan EXO itu atau tidak. Hah! Seharusnya Miran lebih berhati-hati dengan apa yang ia katakan, ia harusnya tau otak member EXO terkadang menghasilkan ide yang sungguh sulit dinalar seperti sekarang.

Ayolah bukankah kau bilang akan mengabulkan permintaan kami?” rengek Tao setengah memohon.

Miran mengigit bibir bawahnya masih segan untuk menyetujuinya.

“Miran~ hanya ini permohonan kami, ayolah, ayolah, ayolah!” Sehun tak mau kalah dengan Tao, ia merengek seperti bayi besar hingga membuat Miran malas melihatnya, ia benci jika para maknae itu merengek padanya karna mereka tak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Hah! Baiklah! Baiklah! Kita semua kan tidur diruang tengah untuk malam ini! kalian puas?!” Miran menghentakan kakinya dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil bantal dan guling.

Aku akan mempersiapkan tempat tidur untukmu!” Kai mengikuti langkah Miran dengan antusias.

Aku juga akan membantu!” Sehun segera bangkit dan berlari mengejar Kai.

Biarkan saja maknae yang bekerja” Kris merebahkan dirinya di atas kasur empuknya.
**

Miran terbaring di atas kasurnya dengan enam buah kasur yang mengelilinginya hingga terlihat seperti membentuk enam sudut dari lambang EXO, para member saling berbagi tempat tidur dengan yang lain, Kris dengan Tao, Sehun dengan Luhan, Xiumin dengan Chen, Lay dengan Suho, Baekhyun dengan Chanyeol dan terakhir Kai dengan D.O. kaki mereka bertemu dengan kaki member lain dan kepala berhadapan dengan kepala sehingga mereka tak perlu takut jika ada kaki yang akan menedang kepala mereka saat sedang tidur nanti, hahaha ternyata EXO sudah mempertimbangkan semua dengan matang termasuk guling-guling yang mengelilingi tubuh Miran.

Semua orang sudah terbaring di tempat tidur mereka dan sudah 15 menit berlalu tetapi masih belum ada dari mereka yang bisa memejamkan mata karna seolah rasa kantuk begitu malas untuk menghinggapi walaupun mereka tau besok ada jadwal pagi yang masih harus mereka jalani.

Tidakkah ini terasa menyenangkan? Kita seperti berada di sauna” ucap Yeol berbaring dengan tangannya yang ia gunakan sebagai bantal.

Kau benar Hyung, ini terasa seperti di sauna” Sehun setuju dengan perkataan Chanyeol.

"Mungkin kita harus melakukan hal ini sekali setiap bulan" Chen memberikan sebuah ide yang di rasa cukup cemerlang.

"Sirheo!"  protes Miran langsung sebelum ada yang berani mengatakan kesetujuan mereka dengan ide bodoh itu.

"Hah, gadis ini sungguh menyebalkan" Chen memutar kedua bola matanya sebal, dan Miran membalasnya dengan dengusan keras.

“Miran?” Luhan memanggil nama gadis yang sedang memeluk gulingnya itu.

Ya?” jawab Miran pelan karna sudah bisa mengatur emosinya.

Boleh kutanya satu hal padamu?” tanya Luhan dengan logat cinanya yang masih sangat terasa.

Dan seketika itu pula setiap orang menajamkan indra pendengaran mereka untuk mendengarkan pertanyaan Luhan, sebab namja itu tak akan meminta ijin bertanya jika pertanyaan yang ia ajukan adalah pertanyaan basa basi semata.

Apa kau bahagia menjadi manager EXO? ya.. maksudku pasti sulit untuk mengurus kami berdua belas dengan segala sifat yang berbeda..” Luhan menggantung kalimatnya, sebenarnya tak begitu yakin dengan pertanyaan yang ia tanyakan, begitu juga member lain yang mendengar pertanyaan itu. Mereka takut jika jawaban dari Miran tidak sesuai dengan harapan mereka.

Haruskah aku menjawabnya?” tanya Miran dengan mata terpejam.

“Tentu saja kau harus menjawabnya!” seru Baekhyun yang diberikan acungan jempol dari Suho yang terbaring di kasur yang berada didepannya sebagai tanda setuju.

Kalian ingin jawaban jujur?” tanya Miran lagi.

Katakan saja apa yang ada dalam pikiranmu” sahut D.O

Baiklah, awalnya kau tak suka menjadi manager kalian karna kalian begitu menyebalkan dan cerewet, bahkan Tao saja mengomentari penampilanku saat pertama kali kita bertemu” Miran mebenarkan posisi tidurnya.

Yak Tao! Kau tau itu tidak sopan?!” Kris memberikan jitakan cantik di kepala Tao sebagai bentuk hukuman karna berlaku tidak sopan pada Miran.

Appeo!” Tao merengek pada Kris seperti adik kecil yang tidak berdaya.

Hahaha, kau pantas medapatkannya” Sehun tertawa melihat Tao mendapatkan hukuman dari Kris.

Hey Tuan Oh! bukankah dulu kau juga mengatakan bahwa kau tak menyukai Miran bahkan dengan alasan yang tidak jelas?!” Tao melemparkan pukulan telak pada Sehun dan seketika namja itu berhenti tertawa. Selalu saja seperti ini, kedua maknae dari sub grup itu tak pernah akur, sepertinya mereka benar-benar menghayati peran sebagai seorang maknae.

Aku tidak pernah mengatakan itu!” seru Sehun bohong.

Benarkah itu?” tanya Miran tajam.

Itu.. aku.. aku hanya..” Sehun langsung tergugup bingung.

TAK!

Luhan menjitak Sehun dengan agak keras hingga namja bermarga Oh itu memegangi kepalanya dan meringis karna menahan sakit.

“Sehun-ah jangan mengulanginya lagi, ara?!” Luhan memberikan peringatan.

Hahaha kalian terlihat sangat lucu” Miran tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana para hyung memarahi adik mereka karna bersikap buruk.

Berhentilah saling memberi hukuman. Ummm menjadi manager kalian...” gadis itu menggantung kalimatnya untuk menimbang-nimbang apa yang akan ia katakan pada EXO.

“karna itu adalah kalian aku rasa sudah cukup untukku” jawab Miran lebih seperti ia berkata pada dirinya sendiri.

Kenapa kau selalu menggunakan kata-kata yang sulit dimengerti?” Suho mengeluh dengan kata-kata Miran yang tidak jelas itu, apa susahnya menjawab bahagia atau tidak? kenapa harus menggunakan kata-kata yang tidak jelas?.

“Miran dan segala kosakatanya yang sulit dipahami” Kai mengangkat bahunya seolah tak mau tahu.

Hah! Apakah di sini ada yang bisa membantuku untuk menjelaskan apa yang kumaksud pada namja-namja menyebalkan ini?!”  Miran mengacak rambutnya kesal sebab EXO yang malas menggunakan otak mereka untuk sedikit berfikir.

Bagaimana jika dibandingkan dengan Super Junior?” tanya Lay tiba-tiba.

Hah? Untuk apa kita membahas Super Junior?” tanya Yeol pada Baekhyun bingung dan langsung di jawab sebuah gelengan dari Baekhyun karna ia juga tak paham dengan pembicaraan ini.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, karna itu adalah kalian” Miran tersenyum sebab ada salah satu dari member yang mengerti dengan apa yang ia katakan.

Ayolah ini mulai menyebalkan!” sahut Sehun yang tak pernah mengerti dengan permainan kata-kata.

Baiklah Oh Sehun yang tampan, aku akan membuatnya menjadi lebih sederhana.” Miran bangkit dan duduk di tempat tidurnya untuk memberikan penjelasan yang diminta Sehun. Dan sekarang semua member juga mengikuti apa yang dilakukan Miran, mereka duduk di atas kasur empuk mereka dan menatap Miran serius.

Aku menjadi manager dari Oh Sehun, Xi Luhan, Wu Yi Fan, Huang Zi Tao, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Kim Jong In, Kim Jongdae, Zang Yi Xing, Kim Myung Seok serta Kim Joon Myeon. Dan perlu kalian tahu untukku itu sangat cukup, cukup untuk membuatku bahagia. Mungkin saja jika itu bukan kalian aku tak akan merasa senyaman ini. Kalian menjagaku dengan baik dan aku akan berusaha melakukan tugasku dengan baik pula entah itu sebagai manager EXO atau adik kalian” Miran tersenyum tulus pada member EXO.

Oooohhh, aku menyayangimu Miran” Baekhyun bangkit dan memeluk Miran dengan cepat, hingga membuat semua orang kaget dengan tingkah namja itu.

Yak! Byun Baekhyun lepaskan aku!” Miran berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Baekhyun itu dengan sekuat tenaga.

Hey kenapa kalian diam saja? Apa kalian tidak menyayangi Miran, huh? Kalian tidak tersentuh dengan kata-katanya tadi?" Baekhyun menatap rekan satu grupnya heran.

“Miran-aaah” Yeol segera menyusul sahabatnya itu untuk memeluk Miran.

Yak! Apa-apaan ini?!” Miran terlihat semakin panik ketika semua member mendekat untuk memberikan pelukkan kelompok.

Kami sayang padamu Miran!” ucap mereka serempak dengan suara lantang.

Hah, harusnya aku mengikuti saran Yeol agar membawa pisau untuk berjaga-jaga’ batin gadis itu sebal, seharus ia tahu bahwa EXO adalah segerombolan namja dengan pemikiran yang sulit ditebak dan terkadang seperti anak-anak.

Jika kalian sayang padaku maka lepaskan pelukannya karna aku tak bisa bernafas, apa kalian ingin melihatku pingsan karna kehabisan nafas,huh?” keluh Miran lalu perlahan pelukan itu mulai melonggar dan terlepas.

Bagaimana jika kita memberikan sebuah hadiah untuk Miran?” saran Lay dengan sebelah alis terangkat.

Hadiah? Itu ide yang bagus! Tapi apa hadiahnya?” tanya Xiumin pada yang lain karna ia yakin tak ada satupun dari mereka yang mempersiapkan sebuah hadiah untuk Miran.

Bagaimana jika sebuah lagu untukku?” tawar Manager EXO itu.

Baiklah! Kau ingin lagu apa?” Suho mengamini permintaan Miran.

Terserah kalian saja” Miran kembali membuat EXO berfikir untuknya.

Beautiful?” lontar Kris begitu sebuah judul lagu EXO menyeruak dalam pikirannya.

Aku juga memikirkan lagu itu, Ayo nyanyikan!” Baekhyun terlihat antusias dengan apa yang akan ia lakukan.

"Beautiful?" Miran mengerutkan alisnya berusaha mengingat-ingat lagu apa itu.

"Benar, kau ingat salah satu teaser EXO? Itu adalah lagu yang dimainkan dalam teaser ku, Chen, dan Baekhyun"  Lay membantu Miran untuk mengingat lagu yang akan mereka nyanyikan.

"Oh! Aku ingat! Tapi.. Bukankah lagu itu tidak di release?" Miran meletakan jari telunjuknya di depan dagu dengan menunjukan tatapan bingung yang lucu hingga membuat Luhan tak kuasa untuk menahan dirinya agar tak mencubit pipi merona gadis itu.

"Miran sayang, walaupun lagu itu tak di luncurkan tapi kami masih mengingatnya dengan baik, dan kurasa itu lagu yang cocok untukmu" Luhan melepaskan cubitan ringannya dari pipi Miran.

"Dan sekarang kami akan menyanyikannya khusus untukmu" D.O tersenyum memamerkan bibir berbentuk hatinya yang sangat manis.

"Benarkah? Khusus untukku?" Miran terlihat senang dengan perkataan D.O itu.

"Tunggu.. Jangan bilang kalian minta imbalan setelah ini?!" wajah gadis itu berubah curiga karna seperti yang sudah dikatakan bahwa EXO terkadang suka melakukan hal yang aneh-aneh dan jangan sampai Miran terjebak dengan kata-kata manis mereka.

"Ini gratis tak ada syarat dan ketentuan, jadi hentikan sikap curiga mu yang menyebalkan itu" Suho melipat kedua tangannya di depan dada.

"Jadi sekarang tidurlah dan kami akan menyanyi untukmu" Chen meminta Miran untuk merebahkan tubuh gadis muda itu di kasurnya lagi.

"Tunggu! Kalian benar-benar tidak akan melakukan hal buruk padaku saat aku sedang tidur  bukan?!" Miran memicingkan matanya pada setiap member.

"Sudahlah lakukan saja apa yang kami minta" Kris yang gemas pada kelakuan Miran segera mendorong bahu gadis itu dan seketika itu juga Miran tergeletak di atas kasur empuknya.

"Tidurlah dengan nyaman dan nikmati saja pertunjukan kami" Tao tersenyum antusias kemudian menyelimuti tubuh gadis bermarga Shin itu dengan selimut merah bermotif bintang milik Miran.

Semua member mulai bersiap dengan sedikit melakukan pemanasan suara atau sekedar membuat wajah aneh untuk melemaskan otot-otot wajah, Yeol berjalan menuju kamarnya untuk mengambil gitar yang sepertinya sudah menjadi belahan jiwanya itu.

"Eehhemm!" Baekhyun berdeham dengan sedikit keras sehingga membuat semua orang memandang namja pencinta eyeliner itu.

"Hari ini EXO akan menyanyikan sebuah lagu yang sebelumnya tidak pernah ditampilkan di manapun, lagu ini kami persembahkan untuk seseorang yang spesial yaitu Manager bawel.."

"Yak! Kau bilang apa barusan?!" Miran langsung memotong kata-kata Baekhyun dan melayangkan protesnya, gadis itu hampir saja bangkit dari tempat tidurnya jika saja Kai dan Luhan tak sigap menahan lengan Miran.

"Miane, lidahku sedikit keseleo tadi hehe" Baekhyun hanya menanggapi protesan Miran dengan sebuah cengiran bodoh tanpa rasa bersalah, namun tatapan sebal Miran membuat tawanya lenyap seketika.

"Maksudku manager baik, manager baik hati kita Shin Miran" namja berwajah imut itu langsung membenarkan kata-katanya.

"Beautiful for you.. our pretty manager.."

"Ha.. Na.. Dul.. Set!" Chanyeol memberikan aba-aba sebelum namja bertubuh jangkung itu memetik senar gitarnya.

Tak lama setelah itu terdengan suara dari Sehun yang mulai membuka lagu dengan suara khasnya yang sedikit berbisik.

Sehun:"Uh, di sela rambutmu yang lembut. Matamu bersinar padaku bagai cahaya bintang" Namja sekaligus maknae dari  EXO itu mengedipkan sebelah matanya pada Miran, hingga membuat gadis itu tak kuasa melihatnya dan terkekeh geli.

D.O: "Kau datang padaku di penghujung hari yang melelahkan. Doa permohonan seorang lelaki penakut telah mencapaimu. Tanpa warna, aroma, dan suara kau datang ke hatiku" Namja bermata bulat itu terlihat sedang mendalami lirik lagu yang ia nyanyikan.

Lay: "Seperti warna jalanan yang cerah sehabis hujan. Kau mencerminkan kesegaran itu, dewiku"

Baekhyun: "Bunga berterbangan di langit musim semi mekar di bumi. Kau tak bisa menghentikannya. Itu telah ditentukan sejak awal" Baekhyun menyandarkan kepalanya pada bantal yang ia peluk dengan mata terpejam.

Luhan: "Hatiku tertarik kepadamu. Love" Namja berambut pink itu mengulurkan tangannya untuk membelai rambut Miran, hingga membuat rasa kantuk semakin menguasai kesadaran gadis itu.

Chanyeol: "Saat nafasmu menyentuhku. Aromamu mewarnai diriku" jari jemari Yeol terus menerus menari di atas senar-senar gitar akustik miliknya.

"Beautiful, Beautiful" perpaduan suara seluruh member EXO mulai menggelitik pendengaran Miran, suara khas dari member yang selalu ia sukai membuatnya tersenyum walau mungkin kesadaran gadis secara perlahan mulai berkurang.

Chen: "Gerak tubuhmu seperti kelopak bunga" Chen membuat sebuah kuncup yang perlahan mekar dengan kedua tangannya.

"Oh you Beautiful Beautiful" lantun semua member dalam sebuah harmoni.

Kai:"Aku khawatir kau akan rapuh" Namja berambut hitam itu terlihat seperti memikirkan sesuatu, 'iya Miran entah mengapa saat ini dimataku kau terlihat sangat rapuh, bolehkah aku melindungimu?' Kai memandang wajah Miran yang perlahan mulai terlelap dengan sedikit sedih.

All: "Oh You Beautiful Beautiful"

Xiumin: "Jadi aku tak bisa memelukmu sesukaku" Umin memeluk guling yang sedari tadi ada di sampingnya.

All: "Oh You Beautiful Beautiful"

Suho: "Cintaku yang berkilau"

All: "Beautiful Beautiful"

Kris: "Bukakan pintu ke surga"

"Ssttttt! Hey lihatlah!" Tao setengah berbisik berusaha menghentikan kegiatan mereka untuk memperhatikan sesuatu.

"Apa?" tanya Yeol yang keasikannya terhenti karna suara Tao itu.

Keduabelas namja itu memperhatikan seorang gadis yang sedang terlelap di atas tempat tidurnya, wajahnya terlihat begitu polos tanpa beban tidak seperti sebelumnya saat EXO berusaha membangunkan gadis itu. Perlahan tangan Sehun bergerak untuk merapihkan anak rambut Miran yang menutupi wajahnya.

"Lihatlah dia langsung tertidur pada reff pertama" D.O melirik Kai yang ada di sampingnya.

"Ya, mungkin ia sangat kelelahan hingga bisa tertidur selelap itu" Kai menaikan selimut Miran agar tubuh gadis itu tetap hangat.

"Jika seperti ini rasanya aku tak percaya jika Miran membutuhkan obat anti depresi" Yeol menyandarkan dagunya pada gitar berwarna coklat muda yang masih setia dipangkuannya. Ia tampak sedih dengan kata-katanya sendiri.

"Kau benar, apa kalian tau betapa terkejutnya aku saat Sungmin Seonbaenim mengatakan bahwa Miran meminum obat anti depresi?" Tao menatap anggota membernya dengan menunjukan wajah tak percaya.

"Kau benar  Lay.. Kita sama sekali lupa untuk mencari tahu siapa Miran sesungguhnya.." Kris menatap Lay yang masih tertegun memandang Miran. Namun namja berkulit putih memberikan senyum tipisnya sebagai tanda bahwa ia mendengar perkataan Kris.

"Apa maksudmu Kris?" Xiumin menatap kris bingung, ia berusaha memahami perkataan sub leader EXO itu.

"Tidakkah kalian berfikir bahwa kita tidak mengetahui apapun tentang Miran?" Kris justru membalikan pertanyaannya pada seluruh member.

"Apa kita tahu siapa gadis ini sebenarnya?" tanya Kris bertubi-tubi. Dan pertanyaan itu membuat seluruh member memutar memori mereka tentang Miran untuk menjawab pertanyaan itu.

"Kita tidak tahu.." jawab Kai dengan nada putus asa.

"Ya, yang kita tahu ia adalah seorang gadis yang ditujuk untuk menjadi manager EXO" Baekhyun menatap Miran dengan pandangan mencari tahu.

"Benar, kita hanya tahu ia seorang gadis yang ditunjuk perusahaan menjadi manager kita dan kemudian kita memintanya untuk menjadi adik kita"  ucap Luhan untuk memperjelas posisi Miran saat ini.

"Bagaimana kehidupan Miran sebelumnya pun kita tak tahu... Bukan. Bukan tak tahu.. Tapi kita tak ingin mencari tahu semua itu" Suho tersenyum pahit dengan kenyataan yang baru saja mereka sadari.

"Aku lelah.. Aku akan tidur duluan, selamat malam" Lay yang duduk di samping Suho mulai merebahkan dirinya dan mencari posisi yang nyaman, semua orang yang masih terjaga disana memperhatikan apa yang dilakukan namja berdarah cina itu, namja berkulit putih itu tak tega untuk mendengar perkataan rekan-rekannya tentang Miran, terlebih lagi mereka mengatakannya dihadapan gadis itu walaupun mungkin Miran tidak menyadarinya.

"Aku rasa aku juga sudah mengantuk" Sehun-pun membaring kan tubuhnya dan memejamkan mata.

"Sebaiknya kita tidur saja, bukankah kita punya jadwal di pagi hari?" tawar Suho pada anggota boybandnya.

"Baiklah ayo kita tidur" jawab beberapa member dan kemudian mereka mulai mengambil posisi yang nyaman untuk beristirahat.

Yeol menyandarkan gitarnya pada dinding berwarna putih didekat kasurnya dan mematikan lampu ruang tengah, namja tampan itu memandang seluruh orang yang ia anggap seperti keluarga keduanya dengan tatapan sayang.

'Kuharap hari-hari kita akan selalu berjalan baik, good night all' batin namja itu lalu kemudian seluruh ruangan menjadi remang dengan sedikit pencahayaan dari sebuah lampu dengan pendar cahaya jingganya disalah satu sudut ruangan.

**** TBC***
Curhat dikit boleh ya... Nyari sela waktu buat nulis itu kaya nyari tiket konser exo luxion padahal udah mau sold out, *halah ngomong apasih? -,-* maksudnya susah nyari waktu, karna kadang punya waktu tapi gak punya ide, kadang punya ide tapi gak punya waktu dan lebih sering gak punya ide dan gak punya waktu huehehe..
Semoga kalian suka sama part ini, dan semoga kalian tetep dukung exo apapun yang terjadi. Yaaa emang sih akhir-akhir ini ada rumor yang gak enak dari maknae EXO M, dan hal itu membuat dinDong semakin berfikir apakah EXO M dan EXO K itu masih ada?? Hemmm Yang jelas apapun namanya dimataku semua tetep EXO dan mereka berjumlah 12, mungkin sekarang ada yang bukan lagi berstatus sebagai member tapi percayalah bahwa memori indah itu gak mudah untuk di hapus, waktu mereka ketawa bersama, waktu mereka pertama kali menangin suatu penghargaan, waktu mereka bediri diatas panggung untuk pertama kalinya, waktu mereka saling bergantung satu dengan yang lain semua itu pasti ada dalam ingatan keduabelas cowok itu. Untuk saat ini mereka mungkin gak berdiri diatas panggung yang sama dengan mimpi yang sama lagi, mungkin mereka sekarang mulai merancang sebuah mimpi yang lebih indah untuk masa depan mereka, semua orang punya masa depan yang berhak mereka pilih, termasuk para member exo. ya walaupun perpisahan selalu terasa menyedihkan tapi mungkin disana kita baru tau arti dari saling memiliki satu sama lain, jadi tetep dukung mereka apapun jalan yang mereka pilih, oke?
With love
dinDong


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: