Hai.. hai..*melambaikan tangan ke kamera* dinThor minta maap ya baru bisa ngepost sekarang soalnya beberapa hari yang lalu sibuk bingits wkwkwk
ya udah langsung aja ya dinThor persembahkan Part 3 ini buat kalian
Mongggoooooo.
Manage Your Manager part 3
Cast: all exo member, shin miran (oc), super junior, and other.
Genre: Brothership, Drama, sedikit humor.
Rating: PG-13
*maaf ya setelah di pikir-pikir lebih baik 13 tahun keatas hehe.
*maaf ya setelah di pikir-pikir lebih baik 13 tahun keatas hehe.
Selesai pemotretan
EXO langsung bergegas menuju gedung SM untuk melakukan latihan. Namun hari ini
mereka sengaja berlatih untuk perform spesial, mengapa spesial? Karena mereka
harus membawakan lagu yang sudah populer sebelumnya dan lagu itu adalah Lucifer
dari Shinee. Kesulitan? Tentu saja, walaupun mereka sudah sangat hafal lagu itu
di luar kepala tapi harus ada perbedaan antara penampilan Shinee dan EXO. Untuk
itu mereka berlatih keras agar bisa tampil dengan baik. Tidak semua member akan
membawakan lagu ini, hanya Baekhyun, Luhan, Chen, D.O dan Sehun yang akan
membawakanya. Namun jangan berfikir jika member lain bisa berleha-leha karna
mereka juga harus berlatih jika tiba-tiba terjadi sesuatu dan formasi
diubah, jadi mereka juga harus ikut
latihan.
Sementara EXO
berlatih Miran akan pergi ke kantornya yang berada di tingkat 20. “aku akan
kekantor untuk mengurus beberapa hal, dan latihan kalian akan selesai dalam
waktu 4 jam” ucap Miran kepada member yang sedang melakukan pemanasan ringan di
ruang latihannya. Mereka sudah menyelesaikan latihan vokal yang rumit itu, dan
sekarang mereka harus latihan dance sehingga perlu pemanasan ringan.
“baiklah” kata Chen
sambil menggerakan kepalanya ke kiri dan kanan untuk melemaskan otot lehernya.
“jika ada apa-apa
kalian bisa hubungi aku atau Manager Gil” Miran mengedarkan pandangannya kepada
setiap member untuk memastikan mereka mendengarkan apa yang ia sampaikan.
“kemana Manager
Gil?” Miran tak melihat sosok namja bertubuh tambun itu sejak ia kembali dari
toilet.
“ohh dia sedang
turun untuk membeli beberapa minuman” jawab Luhan yang sedang membantu D.O
untuk melakukan peregangan.
“baiklah aku pergi
dulu, ingat! Jangan membuat keributan!” pesan Miran dan pergi keluar dari
ruangan itu.
“dia pikir kita
anak kecil atau apa?” tanya Sehun begitu pintu tertutup, ia tak terima dengan
kata-kata Miran.
“bukan kita tapi
kau Oh Sehun” D.O menunjuk namja yang berdiri di sebelahnya.
“AKU BUKAN ANAK
KECIL!” teriak Sehun kesal pada D.O.
“lalu apa namanya
meminta orang yang lebih tua darimu untuk memanggilmu dengan sebutan oppa?”
tanya Baekhyun yang mengingat kejadian kemarin.
“kau harus
memperlakukan kami setara, jadi panggil aku oppa” Yeol menirukan kata-kata
Sehun kemari lengkap dengan tangan yang dilipat di depan dada. Semua member tertawa
menyaksikan tingkah jail namja yang menggunakan kaus hitam yang di balut jaket
berwaran abu tua itu.
“hey aku hanya
mempertahankan hak asasiku” Sehun membela dirinya yang sedang dibully oleh
kakak-kakaknya.
“lagi pula kau
kemarin juga mendukungku bukan?! Kenapa sekarang ikut tertawa” Sehun menunjuk
Tao yang dari tadi tertawa paling keras di antara yang lain.
“kenapa kau
menyalahkan aku?” senyum Tao langsung hilang dan menunjuk namja bermarga Oh itu
karna tak terima jika ia di salahkan.
“hahahaha, kalian
berdua memang kekanakan” seru Xiumin yang duduk di lantai saat menyaksikan
perdebatan maknae EXO-K dan EXO-M yang sekarang sudah cakar mencakar jika tidak
ada Kai diantara mereka.
“siapa yang
kekanakan?!” Sehun dan Tao menatap namja yang duduk di antara Lay dan Suho itu
dengan galak. Melihat reaksi mereka Xiumin langsung menutup mulutnya dengan
kedua tangan dan mengarahkan pandanganya kearah lain, sekarang ia khawatir jika
Tao dan Sehun akan mencabik-cabiknya menjadi potongan kecil.
“tapi yang paling
lucu dari semua itu adalah ekspresi Miran, wajahnya bahkan memerah karna
menahan marah” seru Kai begitu ingat ekspresi Miran saat mendengar Sehun
memintanya untuk memanggil dengan sebutan oppa.
“hahahaha benar!
Kalian ingat saat matanya sedikit melotot ketika Sehun mengatakan
permintaannya?” Kris memperagakan raut wajah managernya.
“kukira ia akan
menerkam Sehun saat itu juga” Chen memegang perutnya yang sudah sakit karna
tertawa.
Pintu ruang latihan
EXO terbuka, tapi karna terlalu sibuk tertawa mereka tak menyadari bahwa sosok
gadis yang mereka bicarakan sudah berada dalam ruangan dan mendengar seluruh
pembicaraan mereka.
“bukankah sudah
kubilang jangan membuat keributan!” seru Miran dengan wajah galak,
kedatangannya yang tiba-tiba membuat para member kaget. ‘kenapa gadis itu
selalu tahu saat kita sedang membicarakannya?’ Suho meminum air mineral yang
ada di hadapannya.
“Chanyeol-ah kurasa
jaketmu tidak cocok dengan warna matamu itu” ucap Kris kaku sambil membetulkan
jaket Chanyeol yang sedikit miring, mengerti akan situasi yang terjadi
Chanyeolpun menanggapi kata-kata Kris.
“benar Hyung aku
rasa jaket ini tidak cocok” Chanyeol tersenyum seadanya, badan namja itu memang
menghadap pada Kris tapi matanya terus mengawasi Miran takut-takut gadis itu
akan mengamuk. Bukan hanya Yeol dan Kris yang bertingkah seperti itu, tapi
semua member berusaha mencari kesibukan karna takut terkena amukan Miran.
Bahkan Sehun dan Tao yang tadi ributpun sekarang saling tersenyum aneh.
“Tao-ya bukankah
hari ini sedikit panas? Bagaimana kalau nanti kita membeli bubble tea?” ajak Sehun.
“itu ide yang
bagus, kurasa bubble tea akan sangat baik untuk mendingikan otak dan hati yang
sedang panas, benarkan Kai?” Tao menepuk-nepuk punggung Kai yang hanya dijawab
dengan anggukan keras.
“jangan mengabaikanku!”
ucap Miran dengan mata yang menyipit menatap sinis. Member EXO sekarang mulai
paham jika raut wajah itu menandakan amarah Miran sedang meningkat.
“Shin Miran? Sejak
kapan ka-kau ada di sini?” ucap Luhan sedikit gagap dan berlaga seolah ia tak
tahu Miran ada dalam ruangan itu.
“bukankah kau
bilang akan pergi kekantor?” Kai memaksakan diri tersenyum walaupun ia tahu
bahwa itu pasti terlihat aneh.
“aku sudah ada di
sini sejak kalian mengolok-olokku!” Miran mengedarkan pandanganya sehingga ia
bisa melihat seluruh member.
“kami?
Mengolok-olokmu? Kurasa kau salah dengar” ucap Lay berusaha menenangkan.
“muka merah dengan
mata melotot yang siap untuk menerkam, apa ada kata-kata yang terlewatkan?”
Miran menatap Kai, Kris dan Chen bergantian.
'Bolgga malgga
bolgga malgga bolgga malgga na gateun namja
Bonchemanche
bonchemanche bonchemanche dolaseo bwado....'
Suasana tegang
dalam ruangan itu pecah begitu lagu Bonamana Super Junior mengalun dari sebuah handphone
yang ada di meja kecil yang ada di sebelah sofa, dengan sigap Miran meraih
handphonenya dan mengangkat panggilan itu.
“halo? Ya.. baiklah
aku akan segera kesana” Miran menutup panggilan itu dan memandang semua member
dengan sebal lalu berlari keluar ruangan tanpa berkata apa pun.
Kepergian Miran itu
membahwa angin segar pada member EXO, Xiumin menghembuskan nafas keras raut
tegang yang tadi hinggap di wajahnya mulai memudar, dilihatnya adik-adiknya
juga melakukan hal yang sama.
“sungguh
menit-menit yang berat” D.O mengelus dadanya.
“sekali lagi kita
ketahuan olehnya, maka kita akan dimakan hidup-hidup” Baekhyun menggerakan
tanganya di depan leher seolah-olah tangannya adalah pisau yang dapat memotong
lehernya.
**
Miran berjalan cepat melintasi meja-meja
kantor yang tersusun rapih menuju ruangan berdinding kaca di sudut kantor,
lantai 20 bisa di bilang pusat dari segala kegiatan seluruh manager artis SM,
di tempat itu seluruh jadwal diatur sedemikian rupa. Miran tiba di depan ruangan berdinding kaca
tersebut, tidak lupa ia mengatur nafasnya yang sedikit tersengal sebelum
membuka pintu.
“Miran-shii, kenapa
kau baru datang?” tanya Manager Jung begitu melihat sosok gadis muda memasuki
ruangan.
“maafkan aku, ada
sedikit hambatan tadi” Miran membungkuk 90o untuk mengungkapkan rasa
sesalnya.
“duduklah” ucap
seorang pria paruh baya yang sedang duduk menatap Miran. Ia adalah bos Miran,
atasan dari seluruh manager utama artis SM, Direktur Song, ia adalah direktur
dari devisi ini.
Miran sudah sangat
hafal dengan tabiatnya, disiplin adalah harga mati dan hari ini ia datang
terlambat, sungguh hal yang memalukan.
Dengan cepat Miran
duduk di hadapan Manager Jung, dan
Direktur Song duduk di kursi yang ada di tengah-tengah mereka.
“apakah dengan cara
ini kau mengurus artismu?” tanya Direktur Song tajam.
“maafkan aku”
sekali lagi Miran membungkuknan tubuhnya.
“sudahku katakan
bahwa disiplin adalah hal utama, jika kau meremehkannya maka segala hal yang
kau lakukan tidak akan berjalan lancar!” bentak Direktur Song.
“aku tidak akan
melakukannya lagi” ucap Miran tertunduk merasa sangat bersalah.
“sudahlah,
bagaimana dengan EXO?” tanya Direktur Song sedikit melunak. Mereka ada di sini
memang untuk mendiskusikan EXO.
Miran mengangkat
kepalanya dan mulai menjelaskan apa yang ia lakukan selama menjadi manager EXO
24 jam terkahir.
**
Setelah bertemu dengan Direktur Song, Miran
turun ke lobi karna harus mengambil titipan barang yang ada di resepsionis.
Saat ada di lobi ia
tak sengaja berpapasan dengan beberapa member SNSD yang sepertinya baru selesai
syuting, Miran membungkukan badannya pada member dan Manager Kim, manager SNSD yang juga ada di sana, dan kembali berjalan menuju resepsionis.
“gadis itu terlihat
familiar” ucap Jessica yang terlihat santai dengan pakaian casual.
“umm kau benar
Sica..” Taeyeon mengingat-ingat wajah gadis yang baru saja membungkuk padanya.
“aku ingat! Dia
adalah Shin Miran!” Taeyeon yakin dengan dugaanya.
“Miran? Bukankah ia
asisten suju?” tanya Tiffany.
“dia bukan assisten
suju lagi, sekarang ia adalah manager EXO” jelas Manager Kim.
“manger EXO?
bagaimana bisa?” tanya Taeyeon pada managernya.
“tentu saja bisa,
setelah ia menjadi assisten suju dan mendapat gelar sarjana ia dilatih untuk
menjadi seorang manager”.
“sungguh bakat yang
sia-sia” ucap Sica sekali lagi memadang Miran dari jauh sebelum akhirnya pintu
lift tertutup rapat.
Sementara itu wajah
Miran yang semula cerah berubah menjadi sedikit sendu setelah bertemu dengan
SNSD tadi, ia sekarang sedang ada di depan gedung SM, duduk di salah satu
bangku taman yang ada di sana, Miran menghela nafasnya beberapa kali dan
memandang gedung itu tanpa semangat.
'Bolgga malgga
bolgga malgga bolgga malgga na gateun namja
Bonchemanche
bonchemanche bonchemanche dolaseo bwado'
Miran tersadar dari
lamuannya dan merogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya yang berdering.
“ada apa Manager Gil?” tanya Miran.
Gadis itu melirik
jam tangannya dan baru menyadari bahwa latihan EXO sudah selesai. “baiklah aku
akan ke sana” Miran meletakan kembali handphonenya dalam saku celana jeans
hijau tua yang ia pakai lalu bergegas masuk kedalam gedung. ’baiklah Miran tak
ada waktu unuk memikirkan hal yang tak penting’ Miran meyakinkan dirinya.
**
Miran membuka pintu
ruang latihan EXO, “ommoo!” pekik Miran langsung menutup matanya dengan kedua
tangan begitu melihat beberapa member EXO yang melepaskan atasan mereka.
“Shin Miran? Kau
sudah datang?” tanya Luhan yang menyadari keberadaan gadis itu pertama kali.
Sedang orang yang
dimaksud masih mematung di depan pintu. ‘ini lah yang aku takutkan jika menjadi
mananger sebuah boyband, lagi pula mengapa mereka tidak menggunakan pakaian
mereka!’ Miran merutuki perbuatan EXO itu.
“kenapa kau masih
berdiri di sana?” Chanyeol menarik Miran masuk dalam ruang latihan dan
mendudukannya di antara Luhan dan Sehun yang duduk di sofa.
“kenapa kau menutup
matamu?” Miran menyadari itu adalah suara Suho.
“apa matamu sakit?”
tanya Lay polos dan menarik tangan miran untuk melihat keadaan gadis itu.
“iya mataku sakit
karna melihat kalian yang tidak memakai baju!” berteriak dengan mata tertutup
karna sekarang kedua tangannya tidak lagi menutupi mata bulatnya.
“Miran kau harus
terbiasa dengan ini, karna kau akan melihat pemandangan ini hampir setiap hari”
jelas Kai dengan seringai jail.
“APA?” Miran
membelalakan matanya, pandanganya yang semula gelap berubah terang-benerang, ia
bisa melihat 12 namja yang sedang memperhatikannya dengan seksama, dan dengan
cepat menundukan kepalanya.
“hahahahaha, tidak
usah kaget seperti itu” Sehun yang duduk di samping kiri Miran tertawa renyah.
“lagi pula kenapa
kalian tidak memakai baju?!” tanya Miran masih dengan kepala tertunduk.
“karna aku ingin
menujukan keseksianku” ucap Baekhyun “angkatlah kepalamu dan lihatlah ini
Miran” perintah Baekhyun.
“tidak mau!” ucap
Miran keras, Sehun yang ada di sampingnya dengan sigap ‘membantu’ Miran
mengangkat kepalanya, mata Miran terbuka karna merasa ada tangan yang menyentuh
kepalanya, dan yang ia lihat sekarang adalah Baekhyun yang meliuk-liuk tidak
jelas, mungkin namja itu sedang berusaha terlihat seksi dengan berlaga seperti
penari perut, tapi ia justru terlihat seperti cacing kepanasan tak jelas.
“bagaimana? Aku
seksikan?” tanya Baekhyun begitu ia selesai dengan atraksi anehnya itu. Miran
menatap Luhan yang ada di sampingnya.
“oppa, bisa kau
ambilkan aku beberapa kantung muntah?” tanya Miran.
Luhan tersenyum
dengar kata-kata Miran itu, dan member lain ikut tertawa.
“YA! Shin Miran!”
Baekhyun berteriak kesal pada Miran.
“YA! Byun Baekhyun!
Kau sama sekali tidak seksi! jika kau ingin meliuk-liuk seperti itu lakukan
ketika badanmu sudah sekekar binaragawan!” teriak miran melemparkan kaos yang
tergeletak di lantai ke arah Baekhyun.
****
fiuh akhirnya selesai juga part ini *ngelap keringet yang segede-gede jagung*. jujur aja dinThor ngakak pas bayangin baekhyun yang meliuk-liuk itu *cengengesan depan leptop*.
oke deh semoga kalian suka..
dinThor pamit eaaa
Bye.. Bye... (^^)//








0 komentar:
Posting Komentar