annyeong.. dinDong datang dengan membawa FanFic baru karna yang lama masih dalam proses jadi daripada nunggu mending baca ini dulu..
selamat membaca ^^
*btw dindong gak tau siapa eonni yang ada di poster, karna ngerasa cucok dengan gambaran pemeran utama walhasil dia mejeng di situ hehehe
Manage Your Manager
Cast: all exo member, shin miran (oc), super junior, and other.
Genre: Brothership, Drama, sedikit humor.
Rating: PG-13.
Terdengar suara perdebatan dari
salah satu ruang meeting di gedung SM Ent. Yang terletak di daerah gangnam, sebuah
daerah elit di kota seoul. Seorang laki-laki bertubuh jangkung terlihat sedang
berusaha menenangkan suasana yang sudah mulai memanas sejak ia mengumumkan
pengumuman penting.
=15 menit yang lalu=
Laki-laki bertubuh jangkung itu
mengucapkan selamat atas kemenangan pertama setelah comeback yang di raih oleh
grub asuhanya selama setahun ini.
“Bravo, lihat piala ini! Tak
kusangka kalian akan memenangkanya dengan begitu cepat!” Ia mengangkat
tinggi-tinggi piala itu.
“Tak sia-sia kerja keras kalian
selama ini! EXO JJANG!” pujinya kemudian dan mengacungkan ibu jarinya.
Sementara dua belas laki-laki
yang berdiri dihadapanya juga tak dapat menahan rasa bahagia mereka atas
keberhasilan yang luar biasa ini!.
“tentu saja menager jung! Semua
orang sudah dapat menebaknya bahwa kitalah yang memenangkannya!” ungkap Chanyeol
dengan bangga dan mengajak D.O yang berdiri di sampingnya untuk berhi-five.
Boy band terbaru bentukan sm itu
sedang berbahagia dengan penghargaan sebagai first winner yang mereka dapat
dari salah satu program musik yang di siarkan di sebuah stasiun tivi di korea
selatan, seperti yang Yeol katakan bahwa semua orang sudah memperkirakan
kemenangan mereka. Siapa juga yang dapat menahan diri untuk tidak terpesona
dengan wajah tampan keduabelas member EXO? Diatambah lagi dengan kemapuan
menari dan menyanyi mereka, membuat lagu Wolf yang diandalkan untuk comeback EXO
terlihat begitu menakjubkan.
“Yah tentu saja! Kitalah yang
paling hebat disini!” Luhan yang sedari tadi tersenyum akhirnya tak dapat
menahan diri untuk mengungkapkan perasaannya.
“Iya kalianlah yang paling
hebat!” puji Manager Jung dengan suara lantang yang di iringi dengan tepuk
tangan dari 12 orang dihadapannya.
“karena kurasa suasana hati
kalian sedang sangat baik hari ini, maka aku akan mengumumkan sesuatu” Manager
Jung terlihat sedikit ragu dengan apa yang ia sampaikan, namun pria berkacamata
itu tetap berusaha menutupinya dengan senyuman.
“Apa itu? Apa ada yang lebih penting
dari merayakan kemenangan ini?” sang leader –Suho- menunjukan tatapan
tanyannya.
“Ada, kalian semua duduklah”
perintah Manager Jung kemudian sambil mempersilahkan anak-anak asuhanya untuk
duduk, dan meletakan piala yang baru mereka dapatkan ditengah tengah meja di
ruang meeting tersebut.
Mereka duduk melingkari meja
bulat yang cukup besar, walaupun begitu ke 12 member yang menggunakan seragam
bergaya hip hop berwarna hitam tersebut tetap saja tak bisa tenang, mereka
masih terkena dampak dari kemenangan yang mereka raih, dan saling curhat
tentang perasaan mereka satu sama lain.
“Baiklah anak-anak aku tau kalian
sangat bahagia saat ini, tapi dengarkan aku sebentar” kata Manager Jung. Walaupun
kata-katanya pelan namun ketegasan terdengar sangat jelas disana, dan mendengar
kata-kata itu akhirnya memberpun berhenti berbicara dan mulai memusatkan
perhatian pada sang manger.
“Ada apa Hyung?” tanya Baekhyun
sang lead vocal, yang terkenal sangat jail itu pada sang manager.
“Begini, beberapa hari yang lalu
aku mendapatkan kabar dari perusahaan bahwa manager TVXQ memundurkan diri” sang
manager memulai pembicaraannya.
“lalu apa hubungannya dengan
kita?” Kai yang duduk di sebelah Chen mulai bertanya.
“iya Hyung, Kai benar apa
hubungannya dengan kita” Chen membenarkan kata-kata Kai.
“hubungannya ada padaku, mereka
memintaku untuk menjadi manager TVXQ!”
“APA?!” kata-kata itu keluar dari
bererapa mamber yang sekarang sudah berdiri karna terkejut dengan pengumuman
itu.
“Hyung ayolah jangan bercanda!
Mana bisa kau meninggalkan kami begitu saja?!” Suho mulai menujukan ketidak
setujuannya.
“lalu kau menjawab apa Hyung? Kau
menerimannya?!” tanya Kris yang sudah mulai kehilangan kesabaran, raut bahagia
yang tadi sempat menghampiri wajah tampannya telah hilang entah kemana.
Manager Jung yang juga di panggil
dengan sebutan Hyung itu menganggukan kepala. Melihat isyarat itu, saat ini tak
ada satupun member yang dapat duduk tenang, mereka bangkit menghampiri sang
manager, dengan segudang pertanyaan dan ketidak setujuan mereka.
“kenapa kau menerimanya Hyung?!”
tanya namja berambut warna warni yang ternyata adalah sang maknae Sehun.
“apa karna kami grub baru,
sehingga dengan mudah kau meninggalkan kami?!” Kai menyeringai tak suka.
“iya?! apa karna kami hanya sebuh
grub baru?!” kata Tao sedikit berteriak.
“bagaimana kau bisa meninggalakan
kami begitu saja?!” entah suara siapa itu, suara-suara itu mulai terdengar
tidak jelas karna saling sahut menyahut.
“tenanglah dulu!” Manager Jung
berusaha menenangkan anak-anak asuhanya yang sudah hilang kesabaran.
“bagaimana kami bisa tenang Hyung?!”
sekali lagi beberapa orang menyuarakan hal yang sama.
Dengan susah payah sang manager
menjelaskan apa yang terjadi, kenapa ia bisa dipidah tugaskan, mengapa ia yang
dipilih, dan mengapa ia menerimanya. Bisa dibayangkan hal itu sangat sulit
untuk dilakukan mengingat setiap member memiliki ego masing-masing. Beberapa
member sudah dapat menerima alasannya, namun member lain masih bersikeras
dengan apa yang mereka yakini. Dua buah AC yang diletakan disudut ruangan pun
rasanya tak dapat meredam hawa panas di dalam ruang meeting tersebut.
“lalu bagaimana dengan nasib
kami?” tanya Xiumin tak bersemangat. Sekarang para member sudah kembali duduk
ditempat mereka, dan sudah tampak lebih tenang.
“aku sudah mengusulkan beberapa
nama pada perusahaan, dan setelah melakukan seleksi, akhirnya manger baru untuk
kalian sudah terpilih” Manager Jung membenarkan kacamatanya.
“jadi kau sudah mempersiapkan
semua ini?” tanya Sehun yang masih terlihat marah melipat kedua tangannya di
didepan dada, ia bahkan tak melihat managernya saat bertanya.
“tentu saja aku harus
mempersiapkannya, mana mungkin aku menitipkankan kalian pada sembarang orang” Manager
Jung yang sudah hafal tabiat Sehun sama sekali tak marah dengan sikap maknae
itu.
“siapa dia?” D.O bertanya-tanya.
Manager Jung bangkit dari
kursinya dan berjalan menghampiri pintu untuk membukanya.
“Shin Miran-shii, masuk lah?”
perintah Manager Jung sesaat setelah ia membuka pintu.
“Shin Miran? Siapa Shin Miran?”
bisik Baekhyun pada Suho, berharap sang leader tau siapa dia.
“Miran, sepertinya nama itu tak
asing....” Suho berfikir keras mengingat nama itu.
EXO bertanya-tanya siapa Shin Miran?
Apakah ia sang manager baru?.
Seorang gadis berambut sebahu
memasuki ruangan, gadis itu terlihat sangat muda mungkin masih seumuran dengan
mamber EXO.
“dia manager baru kami?” tanya Luhan
tak percaya dengan mulut sedikit ternganga.
“ia bahkan lerlihat lebih muda
dariku!” lanjutnya, kedua mata indah yang menjadi andalan penampilanya membulat
sempurna.
“annyeonghasseyo Shin Miran-imnida”
Miran memperkenalkan diri setalah mendapat kode dari Manager Jung.
“berapa usaimu?” tanya Kris tanpa
basa-basi karna sudah tak dapat membendung rasa penasarannya.
Miran tersenyum dan menjawab “
usiaku 22 tahun”.
“APA?! Kau beusia 22 tahun?!”
semua member menunjukan keterkejutannya, ha?? Apa EXO dapat berjalan dengan
baik jika di urus oleh seorang manager yang begitu muda?.
“hey jangan pandang dia dari
usianya yang masih muda, tapi kalian harus lihat kemampuannya, dia lulus semua
tes yang di berikan dengan sangat mudah, kurasa ia memang ditakdirkan sebagai
seorang manager!” kata Manager Jung bangga.
“Ha? Lihatlah penampilanya Hyung!
Sama sekali tidak menunjukan bahwa ia seorang manager!” seru Chen.
Mendengar perkataan Chen itu,
sekarang semua orang yang ada di ruangan mulai memperhatikan penampilan Miran
dari ujung rambut hingga kaki. Rambut yang dipotong pendek sebahu dan sedikit
berwarna coklat, mata bulat yang indah dengan eyeliner untuk mempertegasnya,
bibir kecil yang merah di balik kulit putinya, ya Miran memang cantik ia justru
terlihat seperti artis. Tapi cara berbusananyalah yang dimaksud Chen tidak
sesuai sebagai seorang manager, ia hanya memakai kaos abu-abu yang dibalut
dengan hem berwarna ungu tua dan jeans hitam yang robek di bagian lutut, serta
sepatu cats putih bergradasi coklat. Ia lebih terlihat seperti gadis tomboy
yang akan berangkat ke kampus dibandingkan berkerja. Sangat berbeda dengan Manager
Jung, rambut yang di gel rapih, kaca mata yang bertengger ditelinganya, hem
berwarna biru pucat, celana bahan dan sepatu yang mengkilat tetunya, sangat
berbeda!.
“aku berakaian seperti ini agar
lebih mudah bergerak” kata-kata Miran membuat orang-orang berhenti menatapnya,
dan Tao mendengus tak percaya dengan apa yang ia dengar.
“baiklah Miran, aku masih ada
tugas jadi kau selesaikan yang disini. Anak-anak bersikap baiklah padanya, oke?”
sebenarnya dibandingkan bertanya kata-kata Manager Jung itu lebih terdengar
seperti perintah.
“Ne, Manager Jung” ucap Miran
seraya membungkukan tubuhnya memberi hormat, dan melihat menager jung yang
menghilang setelah melewati pintu.
Miran duduk di tempat yang tadi
diduduki Manager Jung, ia menatap setiap memer EXO dengan tatapan menyelidik.
Dan para mamber menatapnya dengan malas, dan beberapa memilih untuk melihat ke
arah lain.
“jadi kalian tidak suka dengan
penampilanku?” tanya Miran dengan raut muka datar.
Tak ada jawaban sama sekali, ‘yah
sepertinya mereka grub yang kompak. Kompak menolakku’ pikir Miran.
“kenapa kau tak menjadi artis
saja? Kurasa dengan wajah seperti itu, akan mudah untuk menjadi seorang artis
dari pada seorang manager!” kata pria berkulit sedikit coklat yang Miran yakin
ia pasti Kai, visual dari grub.
“secantik itukah aku?” tanya Miran
dengan datar dengan sedikit memiringkan kepalanya.
“lihatlah betapa sombongnya dia”
celetuk Tao mengalihkan pandanganya dari Miran.
“jika kalian memiliki waktu untuk
mengomentari penampilanku, berarti kalian juga memiliki waktu lebih untuk
latihan, bukan? Jangan berfikir dengan memenangkan sebuah pengahargaan berarti
kalian sudah menggenggam dunia. Ingat! kalian masih grub baru, hanya grub baru
yang belum ada apa-apanya!” Miran bangkit dari tempat duduknya.
“beraninya kau berbicara seperti
itu!” kata Suho tak terima juga bangkit dari tempat duduknya dengan kasar.
“aku manager kalian dan aku
bertugas untuk mengatur jadwal kalian, sekarang sudah pukul lima, ini jadwal
kalian untuk latihan dance lalu setelah itu kalian harus latihan vokal, ada
yang salah dengan perkataanku?” tanya Miran yang sekarang sudah berdiri di
hadapan Suho.
“tidak!” Suho pergi dengan
menahan amarah menuju ruang latihan yang diikuti member lain.
‘ahhh sudah kuduga akan sangat
sulit mengurus 12 bocah laki-laki ini’ batin Miran seraya berjalan mengikuti langkah
EXO di depannya.
***
Miran duduk di sofa hitam yang
ada di ruang latihan, ia mengawasi seriap gerak gerik EXO, berusaha memahami
pola pikir mereka selama beberapa saat. Menyerah untuk itu, ia akhirnya
meyandarkan kepalanya dan memeluk bantal sofa yang berwarna senada dengan sofa
yang ia duduki, EXO mendapatkan ruang latihan yang luas mengingat jumlah member
yang cukup banyak, namun selain ruangan yang lebih luas tak ada hal spesial
yang mereka dapatkan, karna semua ruang latihan SM sengaja di buat serupa satu
dengan yang lain, satu sisi dinding yang menempel dengan cermin untuk
memudahkan latihan dan dinding lain yang diberi warna cat putih gading,
terlihat kontras dengan sofa yang ia duduki. Miran memejamkan matanya sambil
mendengarkan lagu Histori yang sedang di gunakan untuk berlatih, ia sangat
lelah karena sejak perusahaan menyuruhnya menjadi manager EXO maka waktu
tidurnya berkurang untuk mempelajari seluruh inforrmasi tentang EXO. Dan hari
ini ia mulai bekerja menjadi manager utama EXO, sebenarnya ia juga bingung
kenapa ia yang terpilih. Kenapa perusahaan tidak memilih manager yang sudah
bekerja dengan Manager Jung saja. Mengingat grub yang berjumlah lebih dari 4
orang maka akan memiliki manager lebih dari satu. Dan sekarang di mana manager
yang lain? Dimana anak buahnya?.
Miran membuka matanya
perlahan-lahan dan tersentak kaget saat mengetahui para member EXO sedang
mengelilinginya dengan tatapan tak suka. ‘bagus akan ada perdebatan lagi’ pikir
Miran.
“kalian sudah selesai latihan?”
tanya Miran berusaha membuang pikirannya yang sedang kalut dengan tersenyum.
“iya. Kami sudah selesai” kata Chanyeol
yang langsung menghempaskan tubuhnya di samping Miran.
“YA! Yeol-ah mengapa kau duduk di
sebelah gadis itu?” tanya Baekhyun kesal.
Miran yang tak memperdulikan
perdebatan Chanyeol dan Baekhyun, melirik jam tangan mungil berwarna merah yang
melingkar cantik di tangannya.
“jika kalian sudah selesai
latihan, maka jadwal kalian untuk hari ini sudah selesai! Yeah!” desah Miran
bahagia.
EXO hanya bisa memandangnya
dengan tatapan bingung, ‘kenapa ia yang terlihat bahagia? Bukankah harusnya
kami yang senang?’ pikir Baekhyun.
“hey manager! Kenapa justru kau
yang terlihat bahagia, ha?! Kau senang pekerjaanmu menjadi manager EXO yang
bawel untuk hari ini sudah selesai?” tanya Sehun tajam.
Miran tersenyum dan menganggukan
kepalanya.
“ya tentu saja aku senang,
seharian ini kerjaku hanya berdebat dengan orang lain, tidakkah kau pikir itu
melelahkan?” tanya Miran santai dengan menunjukan wajah bahagianya.
Member EXO tak percaya dengan apa
yang mereka dengar.
“apa kalian tahu waktu tidurku
berkurang karna memperlajari seluruh informasi tentang kalian dua hari
terakhir, dan menghafal informasi tetang 12 orang itu membutuhkan tenaga eksta”
Miran kembali memejamkan matanya.
“gadis gila!” gumam Kris.
“aku akan mandi duluan” kata D.O
berjalan meninggalkan kerumunan.
“tak bisa! aku yang akan mandi
duluan” Chen berlari mengejar D.O.
“kau masih mau di sini?” tanya Luhan
pada Xiumin yang di jawab dengan sebuah gelengan keras.
“ayo pergi!” ajak Xiumin
akhirnya.
Dan krumunan EXO mulai
membubarkan diri berjalan menuju kamar ganti sekaligus kamar mandi yang di
sediakan di setiap ruang latihan. Hanya Lay yang ada depan Miran sekarang,
namja itu terlihat sedang sibuk dengan handphonenya.
“kau tidak pergi mandi?” tanya Miran,
sesaat setelah ia membuka mata.
“pergi sekarang pun juga akan
sama saja, aku akan mandi belakangan karna harus mengantri” jelas Lay yang
sedang duduk dilantai dengan menyilangkan kakinya, ia hanya memandang Miran
sebentar dan kembali memusatkan perhatianya pada permainan yang ada di handphone
berwarna putih yang digenggamnya.
“bukankah kalian sering mandi
bersama??” tanya Miran lagi. “kalian bilang itu menghemat waktu bukan?”.
“iya, tapi aku tidak
melakukannya. Aku tetap tidak nyaman jika mandi bersama orang lain” terang Lay.
“tungggu dulu...” Lay melepaskan
pandangannya dari handphone dan menatap Miran dengan tatapan heran.
“kau baru saja berbicara bahasa
mandarin?” tanya Lay tak percaya.
“iya, aku berbicara mandarin,
kenapa?” tanya Miran heran.
“wow,,daebak” kata Lay bangkit
berdiri dan berjalan pergi, meninggalkan Miran yang masih bingung dengan
jawaban Lay, ‘apa bahasa mandarinku terdengar aneh?’ pikir Miran dan jawaban Lay
itu terasa seperti bukan jawaban, tapi Lay seperti sedang berbicara dengan
dirinya sendiri.
Sebenarnya alasan Miran mengajak
bicara Lay dengan bahasa cina bukan untuk pemer kepadanya, tapi lebih karena ia
merasa geli jika mendengar Lay bicara bahasa korea dengan logat cina yang
sangat kental.








1 komentar:
Waaaaaah ff baru hahahaha sebenarnya aku nggak tau tentang seluk beluk exo sih tapi ini kece dan apaaaaaa kai visuaaaaaaaal ?????? Agak shock tapi jujur nggak tau juga siapa visual di exo soalnya mereka rata kalo satu keliatan keren pasti keren juga nggak ada yang terlalu menonjol banget menurutku *di tendang member exo* wkwkwk tapi ini bagus thor~ fresh kalo menurutku, kirain pas di awal mau bahas tentang kepergian kris ternyata bukan hahaha reader sok tau
Bua chapter yang banyakan ya thor demen sama ff ini genre sama bahasanya juga bikin pengen baca terus. Lanjutkan thor! ^^
Posting Komentar