sebelumnya bisa di baca di -> Part 1
pindah ke wattpad sampek end -> indeenski
Manage Your Manager part 2
Cast: all exo member, shin miran (oc), super junior, and other.
Genre: Brothership, Drama, sedikit humor.
Rating: PG-13.
Sementara itu EXO yang berada di
ruang ganti masih sibuk membicarakan Miran yang sekarang adalah manager mereka.
“kurasa perusahaan, salah memilih
orang” kata Sehun.
“tapi dia cantik” jawab Yeol
membela Miran.
“YA! Park Chanyeol! Sekali lagi
kau bilang seperti itu, maka tak akan ku biarkan kau hidup dengan tenang!”
teriak Baekhyun.
“tapi dia memang cantik dan masih
muda” kata Kai sedikit mengawang.
“YA! Kim Kai! Kau ini ada di
pihak siapa sebenarnya?!” tanya Chen.
Nggeeeeekkk’ suara pintu yang
dibuka oleh Lay membuat semua member menatapnya. Lay masuk dengan tergesa-gesa namun
tak lupa untuk menutup pintu.
“hey apa kalian tahu jika menager
itu bisa bahasa mandarin” tanya Lay sedikit memiringkan kepalanya lalu duduk di
sebelah Luhan.
“benarkah?” tanya Luhan tak
percaya.
“iya! Dia baru saja bicara
denganku menggunakan bahasa cina, pada awalnya aku tak sadar karna fokus dengan
handphoneku. Tapi dia benar-benar bisa bahasa mandarin Hyung!” Lay bercerita
dengan antusias seperti berhasil menemukan harta karun yang tenggelam di
samudra hindia.
“poin plus untuknya!” Kris yang
bersandar diloker akhirnya bicara.
“hey mana bisa kalian
menyetujuinya hanya karna dia bisa bahasa mandarin?” Tao yang juga berasal dari
cina tidak perduli dengan kemapuan bahasa mandarin Miran itu.
“iya Tao benar!” Sehun membenarkan
kata-kata maknae EXO-M itu.
Tok-tok-tok..
“hey berapa lama waktu yang
kalian butuhkan untuk mandi?!” suara Miran di balik pintu membuat kaget para
member, seperti orang yang ketahuan sedang bergosip mereka sedikit gelagapan.
“u.. untuk apa kau bertanya?” Suho
yang dipaksa member lain untuk menjawab sedikit terbata karna kaget.
“jika kalian sudah selesai
membersihkan diri, temui aku di ruang meeting yang tadi, kalian mengerti?”
tanya Miran dari balik pintu.
“untuk apa dia ingin menemui
kita? Bukankah tadi dia bilang tugasnya sudah selesai?” tanya D.O pada Kai yang
duduk di sebelahnya setengah berbisik dan Kai menjawab dengan isyarat menaikan
bahunya seoalah berkata ‘aku juga tak tahu’.
“apa yang harus kita jawab?”
tanya Sehun pada Suho.
“baiklah kami akan menemuimu
1 jam lagi” jawab Suho sekenanya, karna
hanya itu yang terbersit dalam pikirannya.
“HYUNG!” suara member lain
membuat Suho terlonjak kaget.
Miran yang mendengar semua itu
dari balik pintu hanya bisa tersenyum geli.
“baiklah” jawab Miran lalu pergi
meninggalkan tempat itu.
Sementara di dialam Suho tengah
menerima tatapan kejam dari memeber yang ia ketuai.
Setelah merasa Miran sudah pergi cukup
jauh dan tidak dapat mendengarkan pemicaraan mereka akhirnya Baekhyun mulai
buka suara “bagaimana bisa kau menajawab ‘baiklah kami akan menemuimu 1 jam
lagi’” Baekhyun menirukan perkataan Suho dengan gaya mengejek.
“YA! Apakah kau punya jawaban
lain untuk pertanyaannya??” suho berteriak sebal, “Jika kita menjawab tidak, ia
pasti akan menanyakan alasanya, apa yang harus di jawab jika ia bertanya
seperti itu?” Suho tak terima jika ia di salakahkan karna mereka juga yang
menyuruhnya untuk menjawab pertanyaan Miran tadi dan hanya kata-kata itu yang
bisa ia pikirkan.
“ahhh sudahlah, aku mau mandi!”
kata Suho meninggalkan member yang masih sibuk grusak-grusuk tak jelas.
**
Penantian Miran berakhir ketika
pintu ruang meeting terbuka, satu persatu member memasuki ruangan dan duduk di
bangku yang mereka pilih, aroma wangi dari sabun dan shampo yang mereka pakai
langsung mendominasi ruangan berukuran 5x4 meter itu.
“D.O-ya! Aku ingin duduk di
sini!” rengek Baekhyun menyuruh D.O untuk pindah dari bangku yang dia inginkan.
“kau cari tempat duduk lain saja,
ini miliku!” protes D.O yang juga tak mau mengalah.
“Hyung? Bukankah itu bajuku?
Kenapa kau yang memakainya?” Tao tak terima jika baju kesayangannya di pakai
oleh Kris lalu menarik-narik baju itu.
“bukankah lebih pantas jika aku
yang memakainya?” tanya Kris membangggakan diri.
“ternyata benar jika kalian tidak
pernah bisa tenang dan berhenti bicara” suara yonja yang sudah mulai akrab
ditelinga EXO itu, membuat semua member menatapnya dan menghentikan aktivitas
mereka.
“kenapa? Kau tak suka? Jika tak
suka, maka berhentilah jadi manager kami!” seru Suho.
“ahh tidak, biasa saja kok.
Haahhh kalian sangat sensitif ternyata” jawab Miran sekenanya.
“jadi apa yang membuatmu
mengumpulkan kami di sini?” tanya Luhan langsung pada initinya.
“ahhh benar, ada yang ingin aku
diskusikan” sepertinya perkataan Luhan membuat Miran teringat dengann tujuannya
mengumpulkan EXO di sini.
“karna sekarang aku manager utama
kalian, maka aku akan tinggal bersama dengan kalian, dan untuk itu aku harap
kalian dapat menaggapaku seperti keluarga” ucap Miran tenang.
Tenang? Jika ini bukan karna
pekerjaannya maka ia sama sekali tidak ingin melakukannya, bagaimana bisa
seorang gadis tinggal dengan 12 orang pria dalam 1 atap? bahkan ia sempat
merengek pada Manager Jung agar tak perlu tinggal dengan para member dan akan
mecari apartemen sendiri di dekat dorm. Tapi dengan mudah permintaannya di
tolak dengan alasan manager harus siap 24 jam!, ohh Miran sungguh benci kerja
rodi!.
“apa? kau akan tinggal dengan
kami?”tanya D.O tak percaya.
“bukankah manager yang sebelumnya
juga melakukan hal yang sama?” Miran balik bertanya.
“iya, tapi.. tapi kau perempuan”
jawab yeol ragu.
“kaukan bisa mencari tempat lain
di dekat dorm, apa kau tidak berfikir bagaimanapun kau ini yeonja dan kami
namja” Suho mengerutkan alisnya tak percaya.
Miran menghembuskan nafas
panjang, “kau pikir aku tidak punya otak? Aku juga sudah mengatakannya pada Manager
Jung, tapi permintaanku di tolak dengan alasan profesionalitas!” Miran sudah
mulai kehilangan kesabaranya.
EXO meminta waktu pada Miran
untuk mendiskusiakan ini semua, dan tentu saja Miran memberikan waktu tersebut,
namun tak lebih dari 5 menit.
“baiklah, kau boleh tinggal di
dorm kami” Kris akhrinya mengamini permintaan Miran. Diikuti yang lain walau
mungkin hanya setengah hati, karna bagaimanapun juga merka tau manager harus
siaga 24 jam di samping mereka.
“oke, satu masalah selesai!
Sekarang, jujur saja aku tidak begitu suka dipanggil dengan sebutan manager,
akan lebih baik jika kalian memanggil nama ku saja, dan karna ada beberapa
member yang lebih tua dari ku, maka kalian boleh berbicara informal dengan ku?”
jelas Miran.
“beruntungnya menjadi lebih tua!”
dengus Sehun tak terima.
“jika kau tak suka lahirlah lebih
dulu” ejek Xiumin yang memang berusia paling tua diantara yang lain, tapi itu
sama sekali tak terlihat di wajah imutnya.
“Hyung jika aku bisa maka aku
akan melakukannya sejak dulu!” Sehun mem-pout kan bibirnya. Namja itu terlihat
sangat lucu saat melakukan itu.
“kau tidak suka maknae?” Miran
bertanya dengan polosnya.
“iya aku tidak suka! kau bisa
memilih panggilan yang kau suka lalu kenapa aku tidak?” Sehun menunjukan
ketidak sukaanya.
“lalu apa yang kau mau?” tanya Miran.
“kenapa kau tidak memandang kami
setara? jika salah satu boleh bersikap tidak formal, maka semua juga boleh! Kau
juga terliat lebih muda dariku! Kau seperti gadis berusia 18 tahun!” protes Sehun.
“benar aku setuju dengan mu Sehun-ah.
Kau harus memperlakukan kami sama dengan yang lain!” Tao yang juga mendapat
posisi sebagai maknae tak kalah heboh.
Miran memijat pelipisnya yang
terasa berdenyut karna mendengar teriakan maknae-maknae itu. Sedang yang lain
hanya tersenyum melihat kelakuan bodoh Sehun dan Tao, mereka sama sekali tak
berniat untuk membantu Miran karna mereka ingin melihat bagaimana Miran
menyelesaikan masalah ini.
“oke! Jadi apa mau kalian?” tanya
Miran.
“panggil kami semua dengan
sebutan oppa!” tegas Sehun.
‘apaaaa?? Oppaa?? Sungguh maknae
menyebalkan tak tahu diri!, ahhh bagaimana bisa aku memnanggil anak kecil ini
dengan sebutan oppa?’ namun karna terlalu lelah untuk berdebat akhirnya Miran
menyetuju permintaan Sehun.
“baiklah karna kau Oh Sehun menganggap aku
berusia 18 tahun, maka kau menjadi lebih tua dariku, dan agar kalian berhenti
berteriak, aku akan memanggil kalian dengan sebutan oppa! Dan kalian boleh
berbicara informal padaku. Puas?!” tanya Miran sedikt tidak sabar.
“PUAS!” Sehun dan Tao tersenyum
menang!. Diikuti senyuman geli dari member lain.
“ tapi ingat kalian harus bisa
bersikap profesional!” Miran mengingatkan batasan mereka saat bekreja.
“hanya ini yang ingin ku sampaikan. Apa ada
hal yang ingin kalian diskusikan?” Miran kembali menguasai dirinya.
“TIDAK DONGSAENG!” jawab mereka
serempak dan pergi meninggalkan ruangan.
“aku bisa gila!” pekik Miran
mengacak-acak rambutnya.
**
Miran dan EXO bertemu Manager Gil
yang juga salah satu manager EXO di parkiran gedung SM Ent.
“Manager Gil? Kemana saja kau?”
tanya Miran bergitu melihat namja yang berperawakan sedikit tambun itu.
“maaf Manager Shin, tadi aku
membantu Manager Jung untuk mengemasi barang-barangnya dari dorm.” Jelas Manager
Gil.
“kalian sudah akan kembali ke
dorm?” Manager Gil membatu Miran membawa barang-barang EXO, sementara member EXO
yang terlihat sudah tidak mood masuk kedalam van mereka masing-masing, EXO memiliki
dua buah van untuk setiap sub grub EXO-K dan EXO-M, van berwarna hitam itu
sudah menjadi kendaraan mereka selama ini.
“iya, kami sudah akan kembali
karna jadwal mereka untuk hari ini sudah selesai” jawab Miran sambil tersenyum.
Manager Gil mendekati Miran dan
sedikit berbisik padanya “kau jadi tinggal di dorm bersama mereka?” Manager Gil
begitu penasaran pada juniornya itu.
“iya oppa, aku akan tinggal
bersama mereka. Manager Jung bilang bahwa itu sudah menjadi kewajibanku untuk
ada di samping artis selama 24 jam.” Miran mendesah sebal, dan menaruh ransel
besar yang berisi baju yang di gunakan untuk perform tadi.
“tapi Miran-ah kaukan perempuan,
mana mungkin tinggal bersama mereka” tentang Manager Gil, mendengar pertanyaan
Manager Gil itu membuat Miran merasa lebih sebal, namun ia tau tak ada gunanya
marah-marah.
“lalu bagaimana lagi? Kau kan
juga harus pulang mengurus anakmu yang masih kecil oppa, percayalah aku akan
baik-baik saja” Miran menenangkan seniornya yang baru saja menjadi ayah
beberapa bulan itu.
“harusnya aku yang bertugas
menjaga EXO, tapi karna...”
“sudahlah oppa, istrimu lebih
membutuhkan bantuanmu dibandingkan EXO. Ayo kita pergi! Mereka pasti sudah
menunggu di dalam van.” Ajak Miran. Manager gil membantunya menutup bagasi yang
sekarang sudah penuh dengan barang-barang idol tersebut.
“baiklah aku akan menyetir untuk EXO-M”
Manager Gil tersenyum pada Miran dan masuk kedalam van.
Miran pun membuka pintu van dan
mendudukan dirinya dikursi kemudi.
“he dongsaeng! Kau punya sim kan?
Aku tak mau kita kena tilang di jalan!” Sehun yang duduk di belakang Miran
mempertanyakan kemampuan menyetirnya. Mendengar itu Miran merogoh isi tasnya
dan mengeluarkan dompet kulit berwana biru langit.
“lihatlah aku punya sim!” Miran
menunjukan kartu sim lengkap dengan fotonya yang tersenyum manis.
“kau percaya sekarang?” Miran
memasukan dompet dan simnya dengan kasar kedalam tasnya, dan mulai menjalankan
mobil besar itu.
Selama beberapa menit tak ada
suara dalam van itu, hanya kesunyian. Awalnya Miran sedikit kaget melihat EXO
mampu duduk dengan tenang tanpa menimbulkan keributan sama sekali. Tapi begitu
ia melirik kesamping dan belakang tempat duduknya ia baru tahu, semua member
sedang tertidur pulas.
‘mereka pasti lelah’ pikir Miran,
ia tersenyum seperti senyuman seorang ibu yang melihat anaknya yang akhrinya
tertidur pulas setelah seharian bermain. Jujur saja walaupun kesal pada EXO
tapi ia juga tak tega melihat artisnya kelelahan seperti ini, bagaimanapun juga
ia mengerti apa yang EXO rasakan. Menjadi artis bukanlah hal yang mudah,
latihan dan perform adalah makanan sehari-hari mereka, ditambah lagi dengan fans
yang selalu merubungi dimanapun mereka berada, dan hanya ada sedikit ruang
untuk mereka menarik nafas.
**
Ini adalah pagi pertama Miran ada
di dorm EXO, apartemen luas yang dirombak sedemikian rupa hingga memiliki 5
buah kamar tidur itu masih sangat sunyi. Jam didinding masih menujuknan pukul 6
pagi waktu korea.
Miran bangkit dari tempat
tidurnya dan melihat sekeliling kamarnya, kamar yang cukup luas untuk dihuni 3
orang, namun karna ia manager dan ia adalah perempuan maka kamar ini hanya untuknya
seorang. Barang barangnya terlihat masih tersimpan rapih dalam box di sudut
ruangan. Semua itu dibawa oleh Manager Gil setelah ia menjemput EXO kemarin,
jadi Miran tak perlu repot-repot untuk memindahkan barang-barangnya sendiri
dari apartemannya yang dulu.
Miran membersihkan diri dan
mengganti baju tidurnya dengan celana pendek selutut dan kaos lengan pendek
bergambar sendal kesukaannya dan berjalan keluar menuju dapur bersiap untuk
membuatkan sarapan untuk ‘oppa-oppanya’ yang belum bangun dari mimpi mereka. Ia
sengaja belum membangunkan mereka karna jadwal untuk hari ini akan di mulai
pukul 12, dan mengingat mereka baru tidur pada pukul 1 dini hari, maka Miran
berbaik hati untuk memberikan waktu istirahat yang lebih.
“apa setiap hari mereka hanya
makan ini?” Miran hanya bisa menggeleng saat melihat isi kulkas yang ada di
dorm itu, sebagian besar di dominasi oleh berbagai jenis minuman ringan dan air
mineral, serta beberapa makanan ringan tinggi kalori. Untung ia menemukan
telur, bayam dan daging yang sepertinya baru di letakan di sana kemarin, Miran
saja baru tahu jika ada bahan makanan karna ada note yang di tempelkan Manager
Jung di pintu kulkas.
“baiklah setidaknya ini cukup
untuk membuat roti isi untuk sarapan 13 orang”. Miran mengambil dua bungkus
roti tawar yang ada di meja sebelah kanan kulkas besar itu.
Setelah sekian lama berkutat di
dapur sendirian akhrinya D.O datang menghampirinya.
“ohh kau sudah bangun. Apa
tidurmu nyenyak?” tanya Miran tersenyum pada D.O.
“kau sedang memasak?” bukan
menjawab D.O malah balik bertanya dan memcari air mineral dalam kulkas.
“ya, sebenarnya aku kurang suka
melihat kalian makan sembarangan seperti kemarin malam, jadi hari ini aku
memasak untuk kalian, apa kalian suka
roti isi?” Miran menatap D.O yang sekarang sudah berdiri di sampingnya, dan
memeperhatikan apa yang gadis itu masak. Namja itu menggunakan kaos hitam
berlengan pendek yang sangat kontras dengan kulit putihnya, serta celana
panjang berbahan kaos berwarna coklat tua.
“sini, biar kubantu” D.O
mengambil telur yang ada di tangan Miran.
‘apa ini kebiasaannya? Tidak
menjawab pertanyaan orang lain? Ahh tapi setidaknya ia mau membantuku’ pikir Miran.
“kau sudah tidak marah padaku?”
tanya miran sambil memotong bayam yang sudah dicuci bersih dengan pisau.
“aku tidak marah” jawab D.O yang
sedang sibuk mengocok telur dalam sebuah mangkok berukuran sedang.
“tidak marah?” Miran mendengus ‘jika
tidak marah maka sikapmu yang kemarin itu apa?’ batinnya.
“kami bukan marah padamu, kami
hanya kesal pada Manager Jung yang tidak mendiskusikan semua ini dengan member”
D.O menatap Miran sekilas. Miran mengangguk-angguk mengerti.
Setelah selesai memasak tugas Miran
berikutnya adalah membangunkan para member EXO yang masih tertidur. ‘kurasa
sudah cukup waktu yang mereka gunakan untuk tidur, ini sudah menunjukan pukul 8
pagi’.
“akan sulit untuk membangunkan
mereka” kata-kata D.O seperti seolah ia bisa memahami apa yang Miran pikirkan.
“benarkan?” tanya Miran tak
percaya, dan ia baru sadar jika dari tadi D.O berbicara tidak formal padanya,
namja itu benar-benar menganggapnya lebih muda.
“iya, dan kau akan sangat sulit
untuk membangunkan Kai, karna jika ia sudah tidur sama saja seperti orang yang
pingsan, tidak akan bangun sebelum ia siuman.” Jelas D.O sambil menggit ujung
salah satu roti yang ia buat bersama Miran beberapa waktu yang lalu.
“kalau begitu maukah kau
membantuku.. oppaaa?” Miran menunjukan aegyonya pada D.O, yang hampir saja
membuat namja itu tersedak karnanya.
“shiro” jawab D.O pendek.
“ayolah D.O oppa, manamungkin kau
tidak mau membantu dongseng mu yang sedang kesulitan ini, jaebal” rengek Miran
dengan berusaha membuat wajahnya se-cute mungkin. Dan akhirnya berhasil membuat
D.O menyerah.
“ingat aku hanya akan membantumu
saat ini saja, dan aku tidak mau membangunkan Kai, kau saja yang
membangunkannya” kata D.O seraya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan
menuju kamar Tao, Kris, dan Lay.
“gomawoyo oppa! sarangheyo” kata Miran
sedikit berteriak dan membuat bentuk hati dengan kedua tangannya. D.O yang
mendengar itu semua membalikan badannya untuk menatap gadis yang lebih tua
darinya itu.
“manager Shin, jangan pernah
melakukan itu lagi padaku!” D.O begidik ngeri dengan perlakuan yang diberikan
manager barunya tersebut. Dan Miran tak dapat menahan diri untuk tidak tertawa
dengan semua itu.
‘hahahaha namja yang lucu, tunggu
ini bukan saatnya untuk tertawa Miran, aku harus segera membangunkan mereka!” Miran
begegas menuju kamar Kai, Chanyeol dan D.O. diketuknya pintu kamar mereka, tapi
seperti yang bisa diduga bahwa tak ada jawaban dari dalam kamar tersebut. Dan
benar saja! Saat Miran memasuki kamar, kedua namja itu masih tidur di tempat
tidur mereka masing-masing.
“hey! Kalian berdua ayo bangun!”
dengan suara lantang Miran membangunkan kedua namja yang sedang tidur di kasur
bertingkat, dengan posisi Chanyeol di tingkat atas dan Kai di tingkat bawah,
melihat usahanya sia-sia Miran mulai menguncangkan tubuh kedua namja tersebut.
“ummmm iiyaaa aku bangun,,
berhentilah menguncang-guncang tubuhku” dengan suara serak Chanyeol bangun dari
tidurnya.
“wow, ternyata aku tidak
bermimpi” pekik Yeol saat melihat Miran.
“apa maksudmu?” tanya Miran, ia
menatap bingung pada namja yang keadaannya sungguh berantakan itu, mata bengkak
dan rambut yang acak-acakan serta suara seraknya, dan tampang innocentnya membuat
dia terlihat ummm.... sedikit ‘berbeda’.
“kukira aku sedang bermimpi
mempunyai manager cantik yang galak, ternyata itu nyata, hehehe” oceh Chanyeol
dengan keadaan masih setengah sadar.
“bersyukurlah mimpimu menjadi
nyata oppa, sekarang cepat turun dari tempat tidurmu dan segera sarapan. Aku
masih memiliki tugas di sini!” perintah Miran sambil menatap sinis pada Kai
yang benar-benar terlihat seperti orang pingsan, tak bergerak dan sama sekali
tidak terusik dengan kegaduhan yang Miran buat.
“ayy ayyy capten!” yeol turun
dari tempat tidurnya, bergegas menuju kamar mandi, dan sebelum menutup pintu ia
berkata “semoga beruntung!” lalu menghilang dibalik pintu.
Miran jelas mengerti dengan apa
yang disampaikan oleh yeol padanya, mungkin kata-kata itu lebih tepat jika
diucapkan begini ‘semoga kau dapat membangunkan Kai tanpa terluka sedikitpun’.
“hahaha lucu” gumam Miran dengan
wajah tak suka.
“Kai!! kim jong in! bangun! Kau
tahu ini sudah jam berapa??!! Cepatlah bangun sekarang juga!” dengan kasar Miran
mengguncang-guncang tubuh namja bekulit coklat itu. Dan hasilnya NIHIL! Namja
itu tetap mematung!.
Sekali lagi ia
mengguncang-guncangkan namja itu untuk membangunkannya tapi yang terjadi
justru sangat mengejutkan Miran, namja
itu menarik Miran dalam pelukanya seraya bergumam “berhentilah berteriak
dongsaeng.”
Miran tak bisa menyembunyikan
kekagetanya, ia tak menyangaka bahwa Kai berani memeluknya seperti ini. Ia
membutuhkan waktu beberapa detik untuk kembali sadar dan mendorong tubuhnya
untuk menjauh dari namja itu, Kai-pun dengan santai melepaskan pelukanya.
“YA! Kim jong in! bangun sekarang
juga atau aku akan menyirammu!” teriak Miran lalu berlari keluar kamar dengan
menutup wajahnya yang mulai memerah.
Chanyeol yang mendengar terikan Miran
dari kamar mandi segera bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi.
“hey? Apa yang kau lakukan
padanya?” tanya Yeol pada Kai yang masih duduk ditempat tidurnya untuk mengumpulkan
nyawanya yang tercecer entah kemana.
“hanya memberikan pelukan hangat
di pagi hari” jawab Kai seraya menggaruk-garuk kepalanya.
“beraninya kau memeluk managerku
tanpa ijin, dia miliku!” canyeol mem-poutkan bibirnya dan melangkah keluar.
“dia milik bersama, Hyung!”
dengan langkah gontai Kai berjalan menuju kamar mandi untuk merapihkan
penampilanya.
Ia hanya membutuhkan beberapa
menit untuk menyikat gigi dan membasuh mukanya, di dalam kamar mandi ia melihat
pantulan bayangannya di dalam cemin dan tersenyum.
“kenapa kita tak memiliki manager
perempuan sejak dulu? Ini sungguh menyenangkan” Kai merapihkan rambunya yang
sedikit acak-acakan dan bergegas keluar menuju ruang tengah.
Ia melihat semua member sudah
berkumpul dan memegang roti isi di tangan mereka.
“tumben semua sudah berkumpul”
kata Kai pada kakak-kakaknya.
“Kai-ah ini semua gara-gara kau!”
Chen berteriak tak terima.
“aku?” Kai menujuk dirinya.
“iya, gara-gara Miran
membangunkanmu kami semua harus mendengar teriakannya, kau tau teriakanya
menggema ke seluruh ruangan di dorm kita!” Chen menjelaskan alasnya bisa bangun
secepat ini.
“jangan salahkan aku! Yang
berteriakkan Miran, bukan aku!” Kai membela diri.
“YA! Jika kau tak memeluku secara
tiba-tiba aku tidak mungkin berteriak sekeras tadi! Kai pabo!” teriak Miran
dari dalam dapur.
“hey! Jadi kau memeluk Miranku?”
tanya Lay dengan wajah polosnya, namja itu makan dengan sedikit berantakan
karna ada saos yang menempel di sudut bibirnya dan ia sama sekali tak
menyadarinya.
“Miran mu? Dia dongsaeng ku!
Bukan Miranmu!” Sehun bersikap seolah-olah dia adalah seorang kakak.
“sudahlah makan saja sarapan
kalian dan berhenti bertengkar” Suho berusaha mengenangkan bocah-bocah itu.
“iya, dengarkan perkataan Suho
oppa, dan makanlah sarapan kalian denga tenang” Miran keluar dari dapur dengan
segelas jus jeruk di tangannya.
“mana bisa aku tenang jika kau di
peluk Kai seenaknya” Sehun masih berusaha untuk berdebat.
“hahaha, aku sungguh kaget dengan
perubahan kalian, bukankah tadi malam kalian masih bersikap kejam padaku? Dan
lihat lah sekarang, berbeda 1800” Miran menunjukan wajah tak
percaya.
“jika kau memberi makan mereka,
mereka akan menjadi jinak” kata D.O tanpa melepaskan pandanganya dari tivi
plasma yang menempel didinding ruang tengah yang sedang menyiarkan berita pagi.
“kata-katamu sungguh menyakitkan
hatiku D.O-ya” Baekhyun mengelus-elus dadanya dengan munjukan wajah terluka,
sungguh sangat lucu.
“mana roti ku?” tanya Kai,
melangkah menuju dapur.
“ada di atas meja, ohh jangan
lupa untuk meminum vitamin kalian setelah makan” kata Miran ketika mengingat
itu, karna mungkin tanpa berbagai jenis vitamin itu tubuh mereka tak akan kuat
menerima beban jadwal yang begitu padat.
“ahhh aku benci jika harus
menelan pil-pil itu” keluh Xiumin.
“kau harus melakukannya jika kau
ingin terlihat sepertiku, dan banyaklah minum susu” Kris meminum segelas susu
yang ada di meja dengan sekali teguk, lalu menunjukan tatapan bangga pada
tubuhnya yang menjulang tinggi itu.
“itu hanya akan membuatku
terlihat gendut!” tetang Xiumin, dan memberikan pukulan ringan ke perut Kris.
**
EXO dan Miran sudah berada di
tempat parkir apartemen menunggu Manager Gil datang, sambil menunggu Miran
menjelaskan jadwal yang akan mereka jalani hari ini.
“hari ini kalian akan tampil di
music bank dan pergi ke universitas seoul untuk promosi wolf, setelah itu ada
pemotretan untuk cf terbaru kalian, dan tentu saja latihan hingga larut malam,
ada yang ingin kalian tanyakan?” Miran menatap member yang ada di hadapannya.
“jadwal kita hanya itu saja?”
tanya Lay, yang sekarang sudah mengenakan seragam bertuliaskan wolf dan angka
88 di punggung.
“iya hanya itu, tapi di sini
tertulis kalian akan menghabiskan waktu lama untuk pemotretan, jadi siapkan
diri kalian” Miran memperingatkan.
“aku ingin tanya padamu, Miran-ah!”
Yeol mengangakt tanganya untuk bertanya.
“apa itu Yeol oppa?” tanya Miran.
“kenapa kau bisa menjadi manager
di usia semuda ini, bukannya kau harunya masih kuliah?” walaupun pertanyaan Chanyeol
tidak sesuai dengan apa yang sedang mereka bahas tapi Miran tetap menjawabnya.
“ohh itu, hal itu karna aku
pindah kecina saat sekolah menengah pertama dan mengikuti kelas percepatan, lalu
kembali kekorea untuk melanjutkan kuliah ku, sehingga aku lulus lebih cepat.”
Jelas Miran.
“kau pernah tinggal di cina?”
tanya Tao tak percaya.
“jadi karna itu kau bisa bahasa
mandarin” Lay mengangguk-anguk paham.
“iya, aku tinggal di beijing
selama 3 tahun” jawab Miran antusias.
“beijing? Aku berasal dari
beijing” Luhan tesenyum mendengar jawaban Miran.
“iya aku ingat saat membaca
biodatamu beberapa hari yang lalu” terang Miran sambil tersenyum kecil
“tak kusangka kau pernah tinggal
di beijing!” dengan penuh semangat Luhan merangkul pundak Miran.
“kalihat terlihat seperti saudara
yang baru saja bertemu setelah belasan tahun” celetuk Tao.
“maaf membuat kalian menunggu
lama” suara Manager Gil membuat semua orang menatapnya.
“Manager Gil, kau tau berapa lama
kami sudah menunggu?” tanya Kris sebal.
“tadi ada kecelakaan di
persimpangan jalan menuju kesini jadi aku sedikit terlambat” jelas mangar gil
yang terlihat masih berusaha mengatur nafasnya karna ia berlari tadi.
Miran tersenyum dan berkata ia
akan menyetir van EXO-M untuk hari ini, mendengar itu yeol tak bisa tinggal
diam.
“Miran-ah, kenapa kau tak menyetir
untuk kami saja?” rengek Yeol.
“Chanyeolie, biarkan dia menyetir
untuk kami hari ini, aku juga ingin bersama Miran” Luhan yang tak terima dengan
permintaan Yeol itu, berusaha mempertahankan ‘adik yang baru ditemukannya’
disampingnya.
“ya! Park Chanyeol! Berhentilah
merengek atau kita akan telambat sampai di stasiun tv!” D.O mengepalkan
tinjunya untuk mengancam Chanyeol.
“ayo berangkat” seru Miran
memberikan instruksi.
**
Bersammbbuuunnngggg........
gimana? seru gak? semoga kalian suka dan tetep menanti kelanjutannya,, bye-bye ^^








2 komentar:
Aaaaaaaaaaaaaaaaa ini seru banget thor!!! Suka banget sama ini!!!! Lanjut yang ini dulu sampai tamat yaaa tapi bikin chapter yang banyak ya! Harus! Wajib! Awas kalo nggak! Wkwkwk ini sehun sok banget masaaaa, hahahaha sukaaa sukaa aduuuuh pokoknya suka!!! Aku senyum2 sendiri bacanya apalagi pas kai peluk2 uuuuuuh mencari kesempatan dalam kelinduran /abaikan/ pokoknya aku suka suka suka sukaaaaa /throws heart/ /langsung ditarik woohyun/ byebyeee thor~ next chap aku muncul lagi
Wah makasih komen'a yg udah buat dinthor tambah semangat buat ngelajutin ni ff,, iya emang si thehun songong banget di sini mana sok tua lagi *ditabok thehun
semoga dinthor ttp bisa mendapatkan pencerahan buat ngelanjutin MyM,, maklum otak kadang suka ngehenk hehe
bye...
Salam buat bang woohyun ya...
Di tunggu komen'a di posting berikutnya :)
Posting Komentar